Bab 16: Hadiah dan Ancaman yang Tumbuh

Ukuran:
Tema:

Kemenangan Tim 3 di Hutan Bebatuan membawa mereka hadiah yang cukup besar: masing-masing anggota mendapatkan 50 Poin Sekte dan hak untuk meminjam satu teknik tingkat 4 dari Paviliun Gulungan Abadi selama satu bulan. Bagi Alfayd, ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan teknik yang lebih kuat.

Namun, lebih dari hadiah materi, kemenangan itu mengubah persepsi banyak orang terhadapnya. Ia tidak lagi dilihat hanya sebagai “murid luar beruntung” atau “bakat yang terbangun terlambat”. Sekarang, ia diakui sebagai salah satu kekuatan muda yang patut diperhitungkan di Sekte Bunga Teratai Berduri, bahkan di antara murid dalam. Nama Alfayd mulai disebut-sebut dalam percakapan tentang calon peserta Turnamen Murid Muda Antar-Sekte.

Tapi dengan pengakuan datang pula perhatian yang tidak diinginkan. Beberapa hari setelah latihan di Hutan Bebatuan, saat Alfayd sedang berjalan menuju Paviliun Gulungan Abadi untuk memilih teknik tingkat 4-nya, ia merasakan tatapan tajam dari balik pepohonan. Bukan tatapan iri biasa, tapi tatapan penuh kebencian dan… ketakutan? Ia menggunakan teknik penginderaan energinya yang telah ditingkatkan.

[Mendeteksi tiga individu dengan niat bermusuhan tinggi. Jarak: 70 meter, tersembunyi di balik formasi ilusi dasar. Identifikasi: Duan Feng dan dua pengikutnya (sama seperti sebelumnya).]

Mereka masih menguntitnya. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Aura Duan Feng terasa… lebih gelap, lebih tidak stabil. Seolah ada energi asing yang menggerogotinya dari dalam.

Alfayd memutuskan untuk tidak menghiraukan dan melanjutkan ke perpustakaan. Ia tidak punya waktu untuk permainan kecil mereka. Tapi sistem memperingatkannya.

[Peringatan: Target ‘Duan Feng’ menunjukkan tanda-tanda kontaminasi energi asing. Kemungkinan: Terpapar sumber energi korup atau mempraktikkan teknik yang tidak stabil.]

Menarik. Jadi Duan Feng, dalam upayanya untuk menjadi lebih kuat dan membalas dendam, mungkin telah mengambil jalan berbahaya. Itu bukan urusan Alfayd, selama orang itu tidak mengganggunya.

Di Paviliun Gulungan Abadi, ia menuju rak teknik tingkat 4. Pilihannya lebih terbatas dan lebih khusus. Ada teknik pedang yang rumit, teknik telapak tangan yang menghancurkan, teknik ilusi tingkat menengah, dan teknik tubuh yang meningkatkan pertahanan atau kecepatan secara drastis.

Alfayd mempertimbangkan kebutuhannya. Ia sudah memiliki teknik serangan yang baik (Tendangan Teratai Berduri), teknik gerak (Langkah Angin Ringan tingkat lanjut), dan teknik pendukung (penginderaan energi, pengendalian Qi). Yang ia butuhkan sekarang adalah sesuatu untuk meningkatkan daya tahan atau memberikan opsi serangan yang berbeda.

Akhirnya, pilihannya jatuh pada sebuah gulungan berjudul “Kulit Baja Berbunga”. Ini adalah teknik pertahanan tingkat 4 yang mengalirkan Qi untuk sementara mengeraskan kulit dan otot, memberikan ketahanan luar biasa terhadap serangan fisik dan energi. Teknik ini memiliki dua tingkat: pertama, mengeraskan area tertentu (seperti lengan atau dada); kedua, mengeraskan seluruh tubuh secara singkat. Cocok untuk gaya bertarungnya yang mengandalkan kecepatan dan presisi—jika ia terkena serangan, teknik ini bisa menyelamatkannya.

Ia meminjam gulungan itu dan juga meminjam sebuah buku tentang “Teori Dasar Unsur dan Kombinasi Qi” untuk memperdalam pengetahuannya.

Kembali ke Asrama Bambu Timur, ia segera mempelajari “Kulit Baja Berbunga”. Teknik ini rumit, membutuhkan aliran Qi yang sangat spesifik ke meridian permukaan tubuh. Ia menghabiskan sisa hari itu untuk berlatih, dengan sistem mensimulasikan aliran yang optimal. Pada malam hari, ia sudah bisa mengeraskan telapak tangannya hingga sekeras batu biasa. Kemajuan yang cepat, berkat bimbingan sistem dan fondasinya yang kokoh.

Keesokan harinya, Elder Lin memanggilnya untuk latihan pribadi lagi. Kali ini, fokusnya adalah pada kombinasi unsur. “Qi-mu murni dan seimbang, Alfayd. Itu langka. Kebanyakan orang memiliki afinitas dominan. Tapi dengan keseimbangan, kau berpotensi menggabungkan efek unsur dengan lebih halus, meski butuh lebih banyak kendali.”

Elder Lin mengajarkannya cara “mewarnai” Qi-nya dengan sifat unsur dasar secara sementara: api untuk ledakan dan pembakaran, air untuk kelenturan dan penetrasi, kayu untuk regenerasi dan pengikatan, tanah untuk pertahanan dan berat, logam untuk ketajaman dan kekerasan. Ini bukan teknik jurus, tetapi prinsip dasar yang bisa diterapkan pada teknik apapun.

Misalnya, dengan menambahkan sifat logam pada Tendangan Teratai Berduri, tusukannya akan lebih tajam. Dengan menambahkan sifat air, ia bisa membuat serangan itu “melengkung” atau menembus pertahanan yang lentur.

Latihan ini sangat menantang. Mengubah sifat Qi membutuhkan pemahaman mendalam tentang unsur dan konsentrasi ekstra. Tapi sekali lagi, Alfayd menunjukkan bakat yang menakjubkan. Dalam beberapa jam, ia bisa membuat bola Qi-nya berubah warna dan sifat dengan cukup terkendali.

“Kau adalah spons, menyerap semua yang aku ajarkan dengan cepat,” kata Elder Lin, terdengar antara kagum dan khawatir. “Tapi ingat, memahami teori dan menguasai aplikasi dalam pertarungan adalah dua hal berbeda. Kau perlu pengalaman bertarung yang lebih beragam.”

“Bagaimana caranya, Elder?” tanya Alfayd.

“Di sekte, ada Menara Tantangan. Di sana, murid bisa bertarung melawan ilusi yang diciptakan formasi—ilusi monster atau bahkan ilusi praktisi lain berdasarkan data nyata. Itu tempat yang baik untuk berlatih tanpa risiko cedera serius. Aku sarankan kau mencobanya.”

Menara Tantangan. Alfayd pernah mendengarnya. Letaknya di sisi selatan kompleks sekte, sebuah menara batu tinggi dengan sembilan lantai, masing-masing mewakili tingkat kesulitan yang berbeda.

Setelah latihan, Alfayd langsung menuju Menara Tantangan. Bangunannya tua dan penuh dengan ukiran formasi yang kompleks. Di lobi, seorang penjaga elder yang tampak mengantuk duduk di belakang meja.

“Murid baru? Ingin mencoba tantangan?” tanya si elder tanpa semangat.

“Iya, Elder. Level pertama untuk pemula.”

“Bayar 10 Poin Sekte untuk satu sesi. Kalah atau menang, habis waktu satu jam. Masuk ke ruang pertama di sebelah kiri.”

Alfayd membayar dan masuk. Ruangan itu kosong, dindingnya polos. Tiba-tiba, suara gemuruh dan tiga ilusi Serigala Bayangan (setara Qi Murni Lapis 1) muncul. Mereka terlihat dan terasa nyata, tetapi Alfayd tahu mereka hanya proyeksi energi.

Pertarungan dimulai. Alfayd menggunakan ini sebagai kesempatan untuk melatih kombinasi unsur. Ia mencoba menambahkan sifat api pada tendangannya—hasilnya, tendangan itu meninggalkan bekas bakar pada ilusi serigala. Ia mencoba sifat air pada pukulan—pukulannya menjadi lebih menusuk dan meninggalkan efek “basah” yang memperlambat ilusi.

Dia dengan mudah mengalahkan tiga serigala. Kemudian, muncul ilusi Macan Tutul Bayangan Besar (Lapis 2). Ia berlatih menghindar dan menyerang dengan variasi unsur. Lalu, ilusi Ular Berkepala Tiga (Lapis 3). Di sini, ia mulai kesulitan karena harus mengelola Qi untuk pertahanan (Kulit Baja Berbunga) dan serangan sekaligus.

Setelah satu jam, ia telah mengalahkan semua ilusi di level pertama dan bahkan mencoba level kedua sebentar sebelum waktu habis. Pengalamannya berharga. Ia merasa lebih percaya diri dalam mengganti-ganti sifat Qi.

Saat keluar dari menara, ia bertemu dengan Mei Xiu yang juga baru saja keluar dari ruang tantangannya.

“Alfayd! Kau juga di sini berlatih?” sapa Mei Xiu dengan ramah.

“Iya, Senior Sister. Mencoba kombinasi unsur yang diajarkan Elder Lin.”

“Kombinasi unsur? Itu tingkat lanjut. Kau benar-benar maju cepat.” Mei Xiu tersenyum, lalu ekspresinya menjadi serius. “Omong-omong, aku dengar sesuatu yang mengkhawatirkan. Duan Feng… dia tidak terlihat selama beberapa hari. Dan ada desas-desus bahwa dia dan beberapa pengikutnya sering pergi ke Gua Bayangan Beracun—gua tempat kau menyelamatkan Chen.”

Gua Bayangan Beracun lagi? “Untuk apa?”

“Tidak ada yang tahu pasti. Tapi beberapa murid yang kebetulan lewat melaporkan merasakan aura tidak enak dari dalam gua—lebih buruk dari biasanya. Seperti… keserakahan dan keputusasaan.”

Keserakahan dan keputusasaan. Itu cocok dengan deskripsi “haus” yang disebut Chen. Apakah Duan Feng terpengaruh oleh sesuatu di sana? Atau… apakah dia mencoba memanfaatkannya?

“Terima kasih untuk informasinya, Senior Sister. Aku akan berhati-hati.”

“Jangan mendekati gua itu sendirian, Alfayd. Jika ada yang mencurigakan, laporkan pada Elder Lin atau penjaga.”

Alfayd mengangguk. Tapi dalam hatinya, keingintahuan membara. Ada sesuatu di gua itu yang terkait dengan kemampuan penyerapannya, atau setidaknya dengan energi “haus”. Dan jika Duan Feng, yang jelas bermusuhan, terlibat dengan itu, itu bisa menjadi ancaman langsung.

Malam itu, di kamarnya, Alfayd tidak bisa tidur. Pikirannya tertuju pada gua. Akhirnya, ia memutuskan. Ia akan pergi ke Gua Bayangan Beracun—tidak untuk masuk, tetapi untuk mengamati dari jauh dengan teknik penginderaan energinya yang ditingkatkan. Ia ingin tahu apa yang terjadi.

Dengan hati-hati, ia menyelinap keluar dari asrama. Malam gelap, bulan tersembunyi di balik awan. Ia menggunakan Langkah Angin Ringan untuk bergerak diam-diam menuju perbatasan sekte.

Saat ia mendekati gua, dari kejauhan, ia bisa merasakannya. Ada sesuatu yang berbeda. Aura racun biasa masih ada, tetapi di atasnya, ada lapisan energi lain—gelap, rakus, dan… akrab. Sangat mirip dengan perasaan yang ia dapat saat menyerap energi dari makhluk hidup, tetapi lebih kotor dan tidak terkendali.

Dia bersembunyi di balik batu besar, sekitar 200 meter dari mulut gua. Ia memfokuskan teknik penginderaannya, memperkuatnya dengan bantuan sistem.

[Memindai area Gua Bayangan Beracun…]
[Mendeteksi 5 sumber energi manusia di dalam gua. 4 di antaranya lemah dan tidak stabil (Qi Murni Lapis 1-2). 1 di antaranya anomali: energi berfluktuasi antara Qi Murni Lapis 3 dan 5, dengan inti kegelapan yang berkembang.]
[Mendeteksi sumber energi non-manusia: Konsentrasi energi bumi yang terdistorsi dan… segel yang melemah. Ada kebocoran energi dari dimensi/ruang tersembunyi.]

Jadi, Duan Feng dan empat pengikutnya ada di dalam. Dan Duan Feng sendiri telah berubah—energinya tidak stabil dan mengandung “kegelapan”. Dan segel di gua itu—mungkin “pintu tersembunyi” yang disebut Chen—sedang melemah dan bocor.

Apa yang mereka lakukan di sana? Mencoba membuka segel? Atau… mencoba menyerap energi yang bocor itu?

Tiba-tiba, teriakan memilukan terdengar dari dalam gua, teredam oleh batu. Lalu, dua orang berlari keluar dari mulut gua—dua pengikut Duan Feng. Wajah mereka pucat ketakutan, dan mereka melarikan diri ke arah yang berlawanan, seolah dikejar setan.

Beberapa menit kemudian, Duan Feng sendiri keluar. Tapi ia tidak terlihat seperti dirinya. Posturnya lebih tegap, aura energinya lebih kuat—sekarang jelas di level Qi Murni Lapis 4, bahkan mendekati 5. Tapi ada sesuatu yang salah. Gerakannya kaku, matanya bersinar merah samar dalam kegelapan, dan dari tubuhnya memancar aura haus yang membuat tidak nyaman.

Dia berdiri di depan mulut gua, menatap tangannya, dan tertawa—tertawa rendah, gila. “Kekuatan… ini kekuatan sejati! Menyerap… menyerap semuanya!”

Kemudian, ia menoleh ke arah sekte, dan matanya seolah menatap langsung ke arah persembunyian Alfayd. “Dia… dia pasti merasakannya juga. Si Penyerap lainnya. Aku akan menemukanmu… dan aku akan mengambil semuanya darimu!”

Alfayd membeku. Apakah Duan Feng bisa merasakannya? Atau hanya mengigau? Tapi sebutan “Si Penyerap lainnya”… itu mengacu pada siapa? Dirinya?

Duan Feng lalu melompat, menghilang ke dalam kegelapan hutan dengan kecepatan yang tidak wajar.

Alfayd tinggal sendirian, jantungnya berdebar kencang. Situasinya menjadi jauh lebih berbahaya. Duan Feng telah berubah menjadi sesuatu yang mengerikan, dengan kekuatan yang meningkat drastis tetapi tampaknya tidak stabil dan korup. Dan dia mungkin menyadari keberadaan Alfayd—atau setidaknya, menyadari bahwa ada “penyerap” lain di sekte.

Dan yang lebih mengkhawatirkan: segel di gua itu melemah. Apa yang ada di balik pintu tersembunyi itu? Apakah terkait dengan sistemnya? Apakah berbahaya?

Alfayd tahu ia harus melaporkan ini pada Elder Lin. Tapi jika ia melaporkan, ia harus menjelaskan bagaimana ia tahu semua ini—penginderaan energinya yang tajam, pengetahuannya tentang gua, dan mungkin menarik pertanyaan tentang kemampuannya sendiri.

Atau… ia bisa menyelidiki sendiri terlebih dahulu. Tapi itu sangat berisiko.

Dia memutuskan untuk kembali ke sekte dan berpikir. Saat ia berbalik, sistem tiba-tiba berbunyi dengan nada darurat.

[Peringatan Tinggi: Host telah terpapar jejak energi pengintaian. Sumber: Energi korup dari target ‘Duan Feng’. Jejak ini dapat digunakan untuk melacak host dalam jarak dekat.]
[Bersihkan jejak? Mengkonsumsi 20 Poin Energi Langit.]

“Bersihkan!” perintah Alfayd dalam hati. Ia tidak ingin bisa dilacak oleh Duan Feng yang sudah gila.

[Jejak dibersihkan.]

Dengan lega, Alfayd kembali ke asramanya dengan cepat. Malam itu, ia tidak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi oleh gambar Duan Feng yang bermata merah, gua yang berbahaya, dan pertanyaan tentang asal-usul sistemnya sendiri.

Satu hal yang jelas: badai besar sedang mendekat. Dan kali ini, ancamannya bukan hanya dari persaingan internal sekte, tetapi dari sesuatu yang lebih gelap dan lebih dalam.

Alfayd mengepalkan tangannya di bawah selimut. Energi Qi-nya berdenyut dengan tenang namun kuat.

Apapun yang datang, aku akan siap. Aku akan menyerap setiap tantangan, setiap ancaman, dan mengubahnya menjadi kekuatanku.

Tapi pertama-tama, ia butuh informasi. Dan mungkin, waktunya telah tiba untuk menanyakan beberapa hal langsung pada sistem.

“Sistem,” bisiknya dalam hati. “Apa hubunganmu dengan energi ‘haus’ di Gua Bayangan Beracun?”.