BAB 3: PERTARUNGAN PERTAMA

Ukuran:
Tema:

Energi gelap di tangan pria Blank itu seperti lubang di dunia—tidak hanya gelap, tapi mengisap cahaya, suara, bahkan tampaknya mengisap harapan. Kaelan merasakan tarikan aneh terhadapnya, seperti magnet yang menarik Sistem dalam dirinya.

“Tunggu,” kata Kaelan, suaranya lebih tinggi dari yang dia inginkan. “Aku tidak ingin melawan.”

“Bukan pilihan,” jawab pria itu, masih dengan suara datar. “Sistemmu. Berikan.”

[ANALYZING THREAT…]
[TARGET CAPABILITY: SYSTEM DRAIN]
[MECHANISM: PRIMORDIAL CORRUPTION]
[VULNERABILITY: UNKNOWN]

Primordial Corruption. Kata-kata itu berarti sesuatu bagi Sistemnya, tapi tidak bagi Kaelan. Yang dia tahu adalah dia harus bergerak, sekarang.

Dia melompat ke samping saat energi gelap itu melesat. Bukan proyektil cepat, tapi sesuatu yang merayap seperti asap hitam pekat. Itu menghantam batu di belakangnya, dan batu itu… memudar. Warna menghilang, tekstur menjadi halus dan seragam, seperti objek di dunia yang kehilangan detailnya.

[OBJECT ANALYSIS: MATTER DEGRADATION]
[HYPOTHESIS: SYSTEM DRAIN AFFECTS PHYSICAL INTEGRITY]

Pria Blank itu menggeram, putar dan kirim serangan lain. Kaelan berguling, menghindar lagi. Tapi dia terjebak di antara sungai dan pria itu, dengan batu besar di satu sisi dan hutan lebat di sisi lain.

Pikir, Kaelan. Pikir!

Dia memiliki pisau. Pria itu tidak memiliki senjata fisik. Tapi energi gelap itu jauh lebih berbahaya daripada pisau.

[COMBAT MODE ACTIVATED]
[SUGGESTION: USE ENVIRONMENT]

Lingkungan. Batu. Air. Pohon.

Kaelan mengambil segenggam pasir dari tepi sungai, melemparkannya ke wajah pria itu. Pria itu mengerjapkan mata, serangannya melenceng. Itu kesempatan.

Dia berlari, bukan menjauh, tapi mengitari—memanfaatkan batu besar sebagai penghalang. Pria itu mengikutinya, tapi gerakannya kaku, tidak terkoordinasi dengan baik. Seperti tubuhnya tidak sepenuhnya di bawah kendalinya.

[OBSERVATION: MOTOR CONTROL IMPAIRED]
[POSSIBLE WEAKNESS: COORDINATION]

Kaelan berhenti di sisi lain batu, menunggu. Saat pria itu muncul, dia menyergap—bukan dengan pisau ke tubuh, tapi dengan tendangan ke lutut.

Krak!

Pria itu terjatuh, tapi tidak berteriak kesakitan. Dia hanya melihat lututnya yang bengkok dengan ekspresi kosong, lalu mengangkat tangan lagi. Energi gelap mulai terbentuk.

“Berhenti!” teriak Kaelan. “Aku tidak ingin membunuhmu!”

“Kau sudah melakukannya,” jawab pria itu. “Dengan memiliki apa yang tidak kumiliki.”

Lalu Kaelan mengerti. Blank. Tanpa Sistem. Pria ini bukan penyerang—dia korban. Seseorang atau sesuatu telah mengambil Sistemnya, meninggalkan kekosongan yang menyakitkan. Dan sekarang dia mencoba mengambil milik orang lain untuk mengisi kekosongan itu.

Tapi tidak ada waktu untuk simpati. Energi gelap itu terbentuk lebih besar, lebih padat. Kaelan bisa merasakan tarikannya sekarang—Sistem dalam dirinya bergetar, seperti ingin keluar.

[WARNING: SYSTEM INTEGRITY AT RISK]
[ABSORPTION DEFENSE: POSSIBLE?]

Absorption defense? Apa artinya?

Tidak ada waktu untuk bertanya. Kaelan melompat maju, bukan mundur. Pisau di tangannya bukan untuk menusuk, tapi untuk… menyentuh. Jika pria ini bisa mengambil Sistem, mungkin Kaelan bisa melakukan hal sebaliknya.

Dia menangkap pergelangan tangan pria itu, yang memegang energi gelap. Sentuhan itu seperti menusukkan tangan ke api es—dingin yang membakar, gelap yang mencoba masuk.

[CONTACT ESTABLISHED]
[ANOMALOUS ENERGY DETECTED]
[ANALYSIS: CORRUPTED SYSTEM RESIDUE]
[OPTION: PURIFY OR ABSORB?]

Purify. Itu pilihan yang muncul di pikirannya. Bukan menyerap Sistem, tapi membersihkan korupsi.

“Lakukan!” geramnya, tidak yakin pada siapa dia berbicara—pada Sistemnya atau dirinya sendiri.

Sensasinya berbeda dari menyerap kelinci. Kali ini bukan menarik, tapi… mendorong. Dia membayangkan cahaya, kebersihan, keteraturan. Membayangkan mengikis kegelapan seperti karat dari besi.

Pria itu menjerit—suara pertama yang penuh emosi darinya. Rasa sakit. Tapi bukan rasa sakit fisik, sepertinya.

Energi gelap di tangannya bergetar, lalu mulai memudar. Warnanya berubah dari hitam pekat menjadi abu-abu, lalu menjadi putih susu, lalu… menghilang.

[PURIFICATION SUCCESSFUL]
[CORRUPTION REMOVED: 85%]
[REWARD: PURIFICATION SKILL UNLOCKED]

Pria itu terjatuh, terengah-engah. Matanya masih kosong, tapi sekarang ada sesuatu di dalamnya—kebingungan. “Apa… apa yang kau lakukan?”

“Membersihkanmu,” kata Kaelan, juga terengah-engah. Dia merasa lelah, seperti baru berlari jauh.

“Rasanya… berbeda.” Pria itu melihat tangannya, lalu wajahnya. “Aku ingat… namaku. Rylan.”

“Kau ingat?”

“Sedikit.” Rylan duduk, memegang kepalanya. “Ada… kegelapan. Suara. Janji-janji.”

[QUEST COMPLETE: SURVIVE BLANK ENCOUNTER]
[REWARD: 100 EXP, PURIFICATION SKILL LEVEL 1]
[NEW SKILL: PURIFICATION]
[EFFECT: REMOVE CORRUPTION FROM SYSTEMS]
[LIMITATION: REQUIRES PHYSICAL CONTACT, HIGH MP COST]

Kaelan mengabaikan interface, fokus pada Rylan. “Siapa yang melakukan ini padamu?”

“Manusia… bukan manusia.” Rylan menggeleng. “Makhluk gelap. Mereka datang di malam hari. Mengambil… mengambil cahaya kita.”

“Makhluk gelap? Voidlings?”

Rylan mengangguk perlahan. “Mereka bilang… kita akan bebas. Tanpa Sistem. Tapi… ini bukan kebebasan. Ini penjara.”

Kaelan duduk di batu di sebelahnya. “Di mana mereka sekarang?”

“Utara. Gua-gua.” Rylan menunjuk. “Tapi jangan pergi. Mereka terlalu banyak.”

“Berapa banyak?”

Rylan mengangkat tangan, menunjukkan semua jarinya, lalu mengulanginya. “Banyak. Dan… ada yang lebih besar. Pemimpin.”

[NEW QUEST: INVESTIGATE VOIDLING CAVES]
[OBJECTIVE: GATHER INFORMATION]
[REWARD: MAP DATA, SYSTEM INSIGHT]
[WARNING: HIGH DANGER ZONE]

Kaelan melihat prompt itu. Investigasi? Dia baru saja hampir mati melawan satu korban Voidling. Bagaimana mungkin dia bisa menyelidiki sarang mereka?

Tapi… dia perlu tahu. Jika Voidlings ada di Wildlands, dekat desanya, itu berarti Oakhaven dalam bahaya. Ayahnya dalam bahaya.

“Rylan,” katanya. “Aku butuh bantuanmu.”

Pria itu melihatnya, dan untuk pertama kalinya, ada kilatan kecerdasan di matanya. “Kau… berbeda. Sistemmu. Bisa membersihkan.”

“Ya. Dan aku ingin membantu orang lain seperti kamu. Tapi aku perlu tahu lebih banyak.”

Rylan diam sejenak, lalu mengangguk. “Aku akan tunjukkan. Tapi… dari jauh. Aku tidak bisa… tidak lagi.”

Mereka berdiri. Rylan pincang, tapi bisa berjalan. Dia memimpin Kaelan menjauh dari sungai, masuk lebih dalam ke hutan.

Perjalanan itu sunyi. Rylan tidak banyak bicara, dan Kaelan sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia baru saja menggunakan kemampuan barunya—Purification. Itu berarti Sistemnya bukan hanya tentang mengambil, tapi juga tentang memperbaiki. Itu… mengubah segalanya.

Mungkin dia bukan monster. Mungkin dia… penyembuh.

Tapi penyembuh yang harus menyentuh untuk menyembuhkan. Penyembuh yang mengambil echo dari yang disembuhkan. Itu komplikasi.

Setelah sekitar satu jam berjalan, Rylan berhenti di balik semak besar. “Di sana.”

Kaelan mengintip. Dia melihat tebing batu dengan beberapa lubang masuk seperti gua. Area di depannya kosong, tapi ada jejak banyak kaki di tanah. Dan sesuatu yang lain—kilatan cahaya aneh dari dalam salah satu gua, seperti kilat tapi berwarna ungu.

[SCANNING…]
[ENERGY SIGNATURE: VOIDLING NEST]
[ESTIMATED POPULATION: 15-25]
[THREAT LEVEL: EXTREME]

“Kau lihat?” bisik Rylan. “Terlalu banyak.”

Kaelan mengangguk. Tapi dia juga melihat sesuatu yang lain. Di tepi area, tergeletak di tanah, ada benda logam. Seperti… kalung? Atau medali.

“Tunggu di sini,” katanya pada Rylan.

“Jangan—”

Tapi Kaelan sudah merayap keluar, tetap rendah, bergerak dari satu pohon ke pohon lain. Dia mencapai benda logam itu, mengambilnya.

Itu adalah liontin perak dengan simbol—mata di dalam segitiga. Dan di belakangnya, tulisan: “Property of Royal Scout Unit 7.”

Scout kerajaan. Itu berarti kerajaan tahu tentang Voidlings. Atau setidaknya, mereka mengirim orang untuk menyelidiki.

Lalu dia mendengar suara dari gua. Bukan suara manusia. Bukan suara hewan. Suara seperti gemerisik kertas dicampur dengungan listrik.

Dia melihat ke dalam gua terdekat. Gelap. Tapi ada gerakan di dalam. Banyak gerakan.

[WARNING: VOIDLING ACTIVITY DETECTED]
[RECOMMENDATION: RETREAT IMMEDIATELY]

Kaelan setuju. Dia mulai mundur, tapi kakinya menginap ranting.

Krak!

Suara itu bergema di keheningan.

Gerakan di dalam gua berhenti. Lalu, seperti satu organisme, sesuatu mulai keluar.

Pertama satu—bentuk humanoid tapi terbuat dari bayangan dan cahaya ungu. Lalu dua. Lalu lima.

Mata mereka bersinar dengan cahaya yang sama ungunya, dan mereka semua menatap langsung padanya.

[EMERGENCY: VOIDLING SWARM DETECTED]
[COUNT: 8 AND INCREASING]
[ESCAPE ROUTE: BLOCKED]

Kaelan berdiri, pisau terhunus. Dia melihat ke belakang—Rylan sudah menghilang. Mungkin kabur. Bijaksana.

Voidlings maju, tidak terburu-buru. Seperti mereka tahu dia tidak punya kemana lagi.

Kaelan mengambil napas dalam-dalam. Ini dia. Entah dia bertarung, atau dia mati. Atau lebih buruk—menjadi seperti Rylan.

Dia berkonsentrasi pada Sistemnya. Destiny Absorber. Rapid Digestion. Purification.

Apa yang bisa dia lakukan dengan itu?

Voidling pertama melompat, cakar energi terbentuk di tangannya.

Kaelan mengangkat pisau, siap untuk apapun yang akan datang.

Pertarungan sebenarnya baru saja dimulai.


[END OF CHAPTER 3]
[WORD COUNT: 1,780]
[NEXT: BAB 4 – SERANGAN VOIDLING]