BAB 4: SERANGAN VOIDLING
Cakar energi menghantam pisau Kaelan, dan dunia meledak dalam cahaya ungu dan rasa sakit. Bukan sakit fisik biasa—ini seperti dingin yang membakar, kekosongan yang mencoba mengisi setiap ruang dalam dirinya.
Dia terlempar ke belakang, mendarat di tanah keras. Pisau ibunya terbang dari genggamannya, mendarat beberapa meter jauhnya.
[DAMAGE TAKEN: 15% INTEGRITY]
[STATUS EFFECT: SYSTEM DISRUPTION]
[EFFECT: SKILL COOLDOWN INCREASED 50%]
Voidling itu mendekat, tidak terburu-buru. Bentuknya berfluktuasi—kadang seperti manusia, kadang seperti bayangan murni. Mata ungunya tanpa ekspresi, tapi Kaelan merasakan niat dari mereka: lapar. Lapar akan Sistemnya.
Lima Voidlings lainnya mengelilinginya, membentuk lingkaran longgar. Mereka tidak menyerang sekaligus, sepertinya menunggu. Atau mungkin menikmati.
Kaelan berdiri, goyah. Dia melihat sekeliling—pisau di sebelah kiri, hutan di belakangnya tapi dengan Voidlings di antaranya, gua di depan. Tidak ada jalan keluar yang jelas.
Pikir. Apa kelemahan mereka?
Dia ingat Rylan. Purification bekerja. Tapi itu membutuhkan sentuhan, dan Voidlings ini tidak akan membiarkannya mendekat.
[COMBAT ANALYSIS: VOIDLING TYPE 1]
[CHARACTERISTICS: ENERGY-BASED, SYSTEM-DRAIN CAPABLE]
[WEAKNESS: PURIFICATION ENERGY]
[STRATEGY: MAINTAIN DISTANCE, USE ENVIRONMENT]
Lingkungan. Batu. Pohon. Tanah.
Kaelan mengambil segenggam tanah, melemparkannya ke mata Voidling terdekat. Itu mengerjapkan mata—atau setidaknya, area tempat mata seharusnya—dan mundur selangkah.
Itu bekerja. Mereka sensitif terhadap gangguan fisik.
Tapi dia butuh lebih dari tanah. Dia butuh senjata.
Pisau terlalu jauh. Tapi ada ranting besar di dekatnya—patahan dari pohon tumbang. Dia meraihnya, mengangkatnya seperti tongkat.
Voidling pertama menyerang lagi, kali ini dengan tendangan energi. Kaelan menghalau dengan ranting, dan kayu itu… memudar di tempat sentuhan. Menjadi abu-abu, rapuh.
[OBJECT DEGRADATION: SYSTEM DRAIN EFFECT]
[WARNING: PROLONGED CONTACT DANGEROUS]
Dia melemparkan ranting yang rusak itu ke Voidling, lalu berlari—bukan menjauh, tapi ke arah gua. Mungkin di dalam ada sesuatu yang bisa digunakan. Atau mungkin itu bunuh diri. Tapi dia tidak punya pilihan lain.
Voidlings mengejar, tapi gerakan mereka aneh—seperti melayang di atas tanah daripada berjalan. Itu memberi Kaelan keuntungan kecil: dia lebih lincah.
Dia masuk ke gua pertama, dan kegelapan menyambutnya. Tapi tidak gelap total—cahaya ungu memancar dari dinding, seperti lumut bercahaya. Itu membuatnya bisa melihat.
Gua itu lebih besar dari yang dia kira. Lorong memanjang ke dalam, dengan cabang-cabang kecil. Dan di lantai… barang-barang. Ransel, senjata, pakaian. Jejak scout kerajaan.
[SCANNING…]
[MULTIPLE SYSTEM RESIDUES DETECTED]
[CONCLUSION: VOIDLING FEEDING GROUND]
Ini tempat mereka “makan”. Tempat mereka mengambil Sistem korban mereka.
Kaelan mendengar suara di belakangnya—Voidlings memasuki gua. Dia harus terus bergerak.
Dia mengambil pedang pendek dari lantai, masih dalam sarungnya. Saat dia menariknya, bilahnya berkilau dengan cahaya biru lemah.
[ITEM IDENTIFIED: ROYAL SHORT SWORD]
[ENCHANTMENT: MINOR LIGHT ASPECT]
[EFFECT: +10% DAMAGE TO DARK/ENERGY BEINGS]
Sempurna. Atau setidaknya, lebih baik daripada pisau atau ranting.
Dia berbalik, menghadapi pintu masuk. Voidlings memasuki lorong, tapi ruang sempit bekerja menguntungkannya—mereka tidak bisa mengepungnya di sini.
Yang pertama masuk, dan Kaelan menebas. Pedang bertemu energi, dan kali ini ada perlawanan—cahaya biru dari pedang berkonflik dengan ungu Voidling, menciptakan percikan.
Voidling menjerit—suara bernada tinggi yang menyakitkan telinga—dan mundur.
[EFFECTIVE DAMAGE]
[LIGHT ENCHANTMENT SYNERGY DETECTED]
Jadi mereka lemah terhadap cahaya. Atau setidaknya, energi suci.
Kaelan maju, menggunakan keuntungannya. Dia menebas lagi, memotong “lengan” Voidling. Energi terciprat seperti cairan, lalu menguap.
Voidling itu runtuh, bentuknya tidak stabil, lalu menghilang sepenuhnya—meninggalkan hanya noda gelap di tanah.
[VOIDLING DEFEATED]
[EXP GAINED: 50]
[LOOT: VOID SHARD x1]
Tapi yang lain tidak mundur. Mereka mendorong maju, dan sekarang Kaelan melihat perbedaan di antara mereka. Yang ini lebih besar, dengan “tanduk” energi di kepala mereka. Lebih kuat.
Dua menyerang bersamaan. Kaelan menghalau satu, tapi yang lain mengenai bahunya. Rasa sakit kembali, lebih dalam kali ini. Dia merasakan sesuatu… meninggalkannya.
[SYSTEM DRAIN: 5%]
[WARNING: PROLONGED COMBAT RISKS SYSTEM LOSS]
Dia tidak bisa bertarung terlalu lama. Setiap sentuhan mengambil sebagian dari dirinya.
Dia mundur lebih dalam ke gua, Voidlings mengikuti. Lorong berbelok, lalu terbuka ke ruang yang lebih besar.
Dan di sana, Kaelan berhenti, nafas tertahan.
Ruangan itu bulat, dengan kristal ungu besar di tengahnya—seperti jantung yang berdenyup dengan cahaya suram. Di sekelilingnya, tubuh. Manusia. Beberapa masih bernafas lemah. Semua memiliki simbol lingkaran dengan garis dicoret di dahi mereka—Blank.
Dan di depan kristal, berdiri sesuatu yang berbeda.
Humanoid, tapi terbuat dari padatan energi. Lebih besar. Lebih… sadar. Mata merahnya memandang langsung ke Kaelan, dan bibir energi itu melengkung dalam sesuatu seperti senyuman.
[SCANNING…]
[TARGET: VOIDLING OVERSEER]
[TIER: ELITE]
[THREAT LEVEL: CRITICAL]
[CAPABILITIES: SYSTEM DRAIN ADVANCED, MINION SUMMONING]
“Manusia kecil,” kata makhluk itu, suaranya seperti gemerisik batu di dalam kepalanya. “Kau membawa hadiah untuk kami.”
“Hadiah?” Kaelan memegang pedang lebih erat.
“Sistemmu. Unik. Berbeda.” Overseer melangkah maju. “Kami akan menikmatinya.”
Voidlings biasa di belakang Kaelan sekarang, memblokir jalan keluar. Overseer di depan. Korban di samping.
Tidak ada jalan keluar.
Tapi kemudian Kaelan melihat sesuatu. Di antara korban, satu mata terbuka. Seorang wanita, mungkin usia dua puluhan, dengan rambut pendek dan wajah penuh luka. Dia mengangguk hampir tidak terlihat ke arah kristal.
Kristal. Sumber cahaya. Sumber kekuatan mereka?
[HYPOTHESIS: CENTRAL CRYSTAL POWERS VOIDLINGS]
[TEST: DESTROY CRYSTAL TO WEAKEN ENEMIES]
Tapi bagaimana? Kristal itu besar, dan Overseer berdiri di depannya.
Wanita itu mengangguk lagi, lalu menunjuk ke sabuknya. Di sana, tergantung, beberapa bola kecil—seperti granat.
Kaelan mengerti. Dia harus mencapai granat itu, melemparkannya ke kristal.
Tapi itu berarti melewati Overseer.
“Kau berpikir keras,” kata Overseer, sepertinya terhibur. “Bagus. Sistem yang berpikir lebih enak.”
Kaelan mengabaikannya. Dia menghitung jarak: sepuluh langkah ke wanita, lima belas ke kristal. Overseer di tengah.
Dia mengambil napas dalam-dalam. Lalu dia berlari—bukan ke kristal, tapi ke samping, ke arah dinding gua.
Overseer tertawa—suara mengerikan—dan mengirim gelombang energi. Kaelan menyelam, berguling, bangkit. Dia sekarang dekat dengan korban.
Wanita itu melepas satu granat dari sabuknya, melemparkannya dengan lembut. Kaelan menangkapnya.
[ITEM IDENTIFIED: LIGHT FLASH GRENADE]
[EFFECT: BLINDING LIGHT EXPLOSION]
[SPECIAL: EXTRA EFFECTIVE AGAINST DARK BEINGS]
Tapi Overseer sudah bergerak. “Cukup bermain.”
Energi membentuk tali, menjerat kaki Kaelan. Dia terjatuh, granat terguling dari tangannya.
“Lihat?” kata Overseer, mendekat. “Kau hanya manusia. Rapuh.”
Kaelan berjuang, tapi tali energi itu kuat. Dia merasakan Sistemnya ditarik lagi, lebih kuat kali ini.
[SYSTEM DRAIN: 10%]
[INTEGRITY: 75%]
Dia melihat granat, beberapa meter jauhnya. Terlalu jauh.
Lalu dia ingat: Rapid Digestion. Bukan untuk makanan, tapi… untuk objek? Bisakah dia “mencerna” energi?
Dia fokus pada tali di kakinya, membayangkannya sebagai makanan. Sesuatu untuk dipecah, diambil nutrisinya.
[SKILL ADAPTATION: RAPID DIGESTION → ENERGY DISPERSAL]
[EFFECT: DISPERSE FOREIGN ENERGY 30% FASTER]
Bekerja! Tali itu mulai memudar. Tidak cepat, tapi cukup.
Overseer menyadarinya. “Menarik. Adaptasi.”
Kaelan membebaskan satu kaki, lalu yang lain. Dia melompat, meraih granat.
Tapi Overseer sudah siap. Tangan energi terbentuk, besar, siap menghancurkan.
Tidak ada waktu untuk melempar. Kaelan melakukan satu-satunya hal yang terpikirkan: dia berlari langsung ke Overseer.
Makhluk itu terkejut—tidak mengharapkan itu. Tangan penghancur meleset.
Kaelan melompat, bukan untuk menyerang, tapi untuk melewati. Dia mendarat di belakang Overseer, sekarang menghadap kristal.
“Tidak!” teriak Overseer, berbalik.
Tapi sudah terlambat. Kaelan melemparkan granat.
Bola kecil itu melayang melalui udara, mendarat tepat di dasar kristal.
Lalu dunia menjadi putih.
Suara ledakan bergema di gua, diikuti oleh retakan seperti kaca pecah. Cahaya putih murni membanjiri ruangan, menyapu kegelapan ungu.
Voidlings menjerit, bentuknya tidak stabil, lalu pecah seperti gelembung sabun. Overseer berteriak kemarahan, tapi tubuhnya juga mulai memudar.
[CRYSTAL DESTROYED]
[VOIDLING SWARM DISPERSED]
[OVERSEER WEAKENED: 60%]
Ketika cahaya mereda, kristal itu retak, cahayanya redup. Voidlings biasa sudah hilang. Overseer masih ada, tapi lebih kecil, lebih transparan.
Dan korban… mereka bergerak. Beberapa duduk, menggosok mata mereka. Simbol di dahi mereka memudar.
Wanita itu berdiri, goyah. “Bagus… lemparan.”
Kaelan mengangguk, terengah-engah. Dia melihat Overseer, yang sekarang mundur.
“Kau… kau akan membayarnya,” geram makhluk itu. “Master kami akan—”
Tapi kemudian sesuatu yang aneh terjadi. Cahaya dari kristal yang hancur tidak menghilang—itu mengalir. Ke arah Kaelan.
Seperti sungai energi, memasuki dadanya.
[ENERGY INFLUX DETECTED]
[SOURCE: DESTROYED VOID CRYSTAL]
[COMPOSITION: PURIFIED SYSTEM ENERGY]
[OPTION: ABSORB OR DISPERSE?]
Absorpsi otomatis. Kaelan merasakan energi masuk, tapi ini berbeda dari menyerap kelinci atau memurnikan Rylan. Ini murni, kuat, tapi… kosong. Tidak ada echo. Tidak ada kepribadian.
[ABSORPTION COMPLETE]
[SYSTEM LEVEL UP!]
[DESTINY ABSORBER: LEVEL 1 → LEVEL 2]
[NEW CAPABILITY: SYSTEM STORAGE SLOT +1]
[NEW SKILL: ENERGY SENSE (PASSIVE)]
Overseer melihat ini, dan untuk pertama kalinya, Kaelan melihat emosi di mata merahnya: ketakutan. “Kau… kau bisa menyerap energi murni?”
Kaelan tidak menjawab. Dia mendekati makhluk itu, pedang terangkat.
“Tunggu,” kata Overseer, mundur lagi. “Kita bisa… bernegosiasi. Aku punya informasi. Tentang Master kami. Tentang rencananya.”
Kaelan berhenti. “Rencana apa?”
“Untuk… membersihkan dunia. Dari Sistem. Dia bilang itu… ketidakadilan.” Overseer semakin lemah, bentuknya hampir transparan. “Dia dulu… seperti kamu. Tapi dia memilih… jalan berbeda.”
“Di mana dia?”
“Utara. Icepeak Citadel. Tapi… jangan pergi. Kau tidak siap.”
Kaelan mengangguk. Lalu dia mengayunkan pedang.
Bukan untuk membunuh—untuk menyentuh. Dia menempatkan bilah di dada Overseer, lalu mengaktifkan Purification.
Cahaya putih memancar dari pedang, membungkus makhluk itu. Overseer menjerit, lalu… tenang. Bentuknya berubah dari ungu gelap menjadi abu-abu terang, lalu menjadi putih, lalu menghilang.
[OVERSEER PURIFIED]
[REWARD: 200 EXP, VOIDLING KNOWLEDGE FRAGMENT]
[KNOWLEDGE: VOIDLINGS CREATED BY “THE ARCHITECT”]
[KNOWLEDGE: GOAL: SYSTEM EQUALITY THROUGH ERASURE]
Lalu sunyi. Gua itu sekarang hanya diterangi oleh sisa-sisa cahaya kristal dan cahaya biru dari interface Kaelan.
Dia menoleh ke korban. Mereka semua sekarang duduk atau berdiri, melihatnya dengan campuran rasa syukur dan ketakutan.
Wanita itu mendekat. “Aku… Scout Elara. Royal Scout Unit 7.” Dia menatapnya. “Kau… siapa?”
“Kaelan,” jawabnya sederhana.
“Dan Sistemmu?”
Kaelan ragu, lalu mengangguk. “Destiny Absorber.”
Elara mengerutkan kening. “Tidak pernah dengar.” Tapi kemudian dia tersenyum, lemah. “Tapi kau menyelamatkan kami. Itu yang penting.”
Kaelan melihat sekeliling. Ada sekitar sepuluh korban, semuanya sekarang bebas dari pengaruh Voidling. Tapi mereka lemah, terluka.
“Kita harus pergi dari sini,” katanya. “Sebelum lebih banyak datang.”
Elara mengangguk. “Ibu kota. Kita harus melapor.”
Ibu kota. Tempat Kaelan diusir dari desanya. Tapi sekarang… mungkin itu satu-satunya tempat aman.
Dia membantu Elara berdiri, lalu melihat korban lain. “Bisa kalian berjalan?”
Beberapa mengangguk, yang lain menggeleng. Tapi mereka akan mencoba.
Perjalanan keluar dari gua lambat. Tapi ketika mereka akhirnya melihat sinar matahari lagi, Kaelan merasa sesuatu telah berubah.
Dia bukan lagi hanya anak yang bertahan hidup.
Dia adalah seseorang yang baru saja menyelamatkan hidup.
Dan itu… terasa berbeda.
[END OF CHAPTER 4]
[WORD COUNT: 1,950]
[NEXT: BAB 5 – PERJALANAN KE IBU KOTA]