BAB 31: FRAGMEN KETIGA

Ukuran:
Tema:

Dua fragmen Ancient One sekarang disimpan di ruang khusus Archives, dalam wadah yang diisi neutral primordial energy untuk menjaga stabilitas. Ketika didekatkan, mereka bersinar lembut, seperti berkomunikasi dalam tidur mereka.

Kaelan menghabiskan waktu mempelajari mereka. Dengan corruption 14% dalam dirinya, dia merasakan koneksi samar dengan fragmen—seperti mereka mengenali void prime dalam dirinya, tapi tidak sebagai ancaman, lebih seperti… kenalan lama.

“Kau pikir mereka bisa membantu menyembuhkan corruption-mu?” tanya Elara, bergabung dengannya di laboratorium.

“Mungkin. Tapi butuh lebih banyak fragmen. Dan kita harus menemukan mereka sebelum orang lain.”

“Orang lain?”

“Fragmen terakhir bilang: ‘sebelum yang lain’. Seseorang atau sesuatu ingin menghancurkan fragmen.”

“Kenapa?”

“Tidak tahu. Mungkin takut Ancient Ones bangun. Atau… ingin kekuatan mereka untuk diri sendiri.”

Mereka memeriksa catatan yang ditemukan di mansion Seraphina dan dari Alistair Vancroft. Ada petunjuk tentang fragmen ketiga: dipegang oleh “Keeper of the Deep”, di kota bawah tanah—Underhaven.

Underhaven bukan kota biasa. Itu kota di dalam gua besar, dihuni oleh orang-orang yang Sistemnya beradaptasi dengan kegelapan dan tekanan. Mereka jarang berinteraksi dengan dunia atas.

“Kita butuh panduan,” kata Thorne dalam pertemuan Guardian Council. “Dan izin. Underhaven sangat tertutup.”

“Ada kontak,” kata Archmage Lyra. “Seorang pedagang yang bolak-balik. Namanya Durn. Dia bisa membantu.”

Durn adalah dwarf dengan Sistem [STONE SENSE – RARE], memungkinkannya merasakan getaran dalam batu. Dia setuju membantu—dengan bayaran tentu saja.

“Underhaven tidak suka pengunjung,” kata Durn saat mereka bersiap di pintu masuk gua. “Terutama dari Archives. Mereka anggap kalian bagian dari establishment yang menindas.”

“Kami hanya ingin fragmen,” kata Kaelan.

“Fragmen itu suci bagi mereka. Dipegang oleh Keeper—pemimpin spiritual. Mengambilnya… tidak mudah.”

Perjalanan ke Underhaven melalui terowongan gelap, hanya diterangi oleh crystal bercahaya yang dibawa Durn. Udara lembab, berbau tanah dan mineral.

Setelah beberapa jam, mereka mencapai pintu besar—ukiran batu dengan gambar Ancient Ones. Durn mengetuk pola tertentu, dan pintu terbuka.

Underhaven menakjubkan. Kota seluruhnya di dalam gua raksasa, dengan bangunan dari batu yang menyatu dengan dinding gua. Cahaya berasal dari jamur bercahaya dan crystal alami. Dan penduduknya—campuran manusia, dwarf, dan makhluk adaptasi gua lainnya.

Mereka langsung menarik perhatian. Mata penuh curiga mengikuti mereka.

Durn membawa mereka ke kediaman Keeper—sebuah struktur seperti kuil di pusat kota. Di depan, penjaga dengan armor batu.

“Kami ingin bertemu Keeper,” kata Durn.

“Untuk apa?”

“Untuk fragmen,” jawab Kaelan langsung. “Kami tahu Keeper memegangnya. Dan kami butuh untuk menyelamatkan dunia.”

Penjaga tertawa. “Dunia atas? Itu bukan urusan kami.”

“Tapi jika fragmen hancur, semua menderita. Termasuk Underhaven.”

Penjaga ragu, lalu menganggak. “Tunggu.”

Beberapa menit kemudian, mereka diizinkan masuk. Kuil dalam gelap, hanya diterangi oleh sebuah altar di tengah. Dan di atas altar… fragmen ketiga, lebih besar dari dua sebelumnya, bersinar biru lembut.

Dan di samping altar, Keeper. Seorang wanita tua, hampir seperti batu sendiri, dengan mata putih (buta?) tapi tampak melihat segalanya.

“Primordial Archivist,” katanya, suaranya bergema. “Aku tahu kau akan datang.”

“Kau tahu tentang aku?” tanya Kaelan.

“Fragmen memberitahu. Dalam mimpi.” Keeper mendekat, “melihat” Kaelan tanpa mata. “Dan kau… membawa void dalam dirimu.”

“Corruption. Dari void prime.”

“Ya. Tapi juga… potensi.”

“Potensi apa?”

“Untuk menjadi jembatan. Antara Ancient Ones dan dunia ini.”

Kaelan tidak mengerti. “Aku hanya ingin menyembuhkan corruption dan mengumpulkan fragmen.”

“Tapi mengapa?”

“Untuk menyatukan Ancient Ones. Untuk bertanya tentang Sistem, tentang cara memperbaikinya.”

Keeper tersenyum—atau sesuatu seperti senyuman. “Mulia. Tapi naif. Ancient Ones tidak punya semua jawaban. Mereka juga membuat kesalahan.”

“Seperti void prime?”

“Seperti banyak hal.” Keeper menyentuh fragmen di altar. “Fragmen ini… adalah memori. Memori kegagalan mereka.”

“Kegagalan?”

“Dalam menciptakan dunia sempurna. Mereka mencoba, tapi… tidak sempurna. Dan ketika menyadari, mereka pergi. Meninggalkan fragmen sebagai… pengingat.”

Jadi fragmen bukan hanya potongan Ancient One—tapi memori kegagalan mereka.

“Dan kau menjaga memori ini?” tanya Elara.

“Ya. Agar tidak dilupakan. Agar kesalahan tidak terulang.”

“Tapi sekarang ada yang ingin menghancurkan fragmen,” kata Kaelan.

“Ya. Yang takut pada kebenaran. Yang ingin mengulang kesalahan yang sama—dengan alasan berbeda.”

“Siapa?”

Keeper diam sebentar. “Aku tidak tahu namanya. Tapi aku tahu tujuannya: menghapus semua bukti kegagalan Ancient Ones. Dan membuat… dunia baru. Dengan aturan baru.”

Seperti System Liberators, tapi lebih ekstrem. Ingin menghapus sejarah sepenuhnya.

“Kami butuh fragmen ini,” kata Kaelan. “Untuk melindunginya. Dan untuk membantu menyembuhkan corruption-ku.”

“Corruption-mu bisa disembuhkan dengan fragmen. Tapi ada harga.”

“Apa?”

“Kau harus menerima memori. Semua kegagalan. Semua rasa sakit. Itu akan… mengubahmu.”

Kaelan melihat Elara, lalu fragmen. “Aku menerima.”

“Pertimbangkan baik-baik. Memori Ancient Ones bukan untuk jiwa lemah.”

“Tapi aku [PRIMORDIAL ARCHIVIST]. Aku dirancang untuk menampung pengetahuan.”

“Bahkan pengetahuan yang menyakitkan?”

“Terutama yang menyakitkan. Karena itu yang paling penting.”

Keeper menganggap. “Baik. Tapi pertama, kau harus lulus ujian.”

“Ujian apa?”

“Masuk ke memori. Dan keluar dengan sadar.”

Keeper menyentuh fragmen, dan cahaya biru menyebar, membungkus Kaelan.

Dan dia masuk.

Ke dalam memori Ancient Ones.


[END OF CHAPTER 31]
[WORD COUNT: 1,860]
[NEXT: BAB 32 – MEMORI KEGAGALAN]