Bab 4: Kehidupan di Sekte Pedang Naga
Pintu gerbang Sekte Pedang Naga setinggi lima belas meter, terbuat dari kayu besi tua yang diukir dengan naga melingkar. Dua patung naga batu menjaga sisi kiri-kanan, matanya dari batu giok yang tampak hidup bahkan di cahaya senja.
“Disciple inti, ikut saya ke Aula Utama untuk upacara penyambutan,” perintah Zhang Long. “Disciple luar, ikut Senior Wang ke Asrama Luar.”
Perbedaan perlakuan langsung terasa. Zhang Wei dan disciple inti lain diantar dengan hormat memasuki gerbang utama, sementara Lin Feng dan disciple luar lainnya diarahkan ke gerbang samping yang lebih kecil.
Perjalanan melewati kompleks sekte mengungkapkan skala yang luar biasa. Bangunan-bangunan megah dengan atap genting berlapis, taman-taman yang dirawat sempurna, lapangan latihan tempat puluhan disciple berlatih dengan seragam biru.
“Jangan iri,” kata Wang Jian seolah membaca pikiran mereka. “Setiap orang mulai dari bawah. Bahkan saya dulu disciple luar selama dua tahun sebelum naik pangkat.”
Asrama Luar ternyata sederhana—deretan kamar kayu di pinggiran kompleks sekte. Setiap kamar diisi empat disciple, dengan fasilitas minimal: tempat tidur petak, meja kecil, dan lemari kayu.
Lin Feng sekamar dengan tiga disciple luar lain: Chen Da, petani kuat dari desa tetangga; Li Hong, anak pedagang kota kecil; dan Zhao Ming, yang tampak paling pemalu di antara mereka.
“Kita dapat jadwal besok pagi,” kata Wang Jian memberikan lembaran perkamen. “Bangun sebelum fajar untuk latihan pagi. Dan ingat—pelanggaran aturan sekte dihukum keras.”
Malam pertama di sekte. Lin Feng berbaring di tempat tidur petak yang keras, mendengarkan dengkuran ketiga teman sekamarnya. Pikirannya berputar-putar.
Dia membuka interface sistem.
[Soul Duplication System v1.0]
[User: Lin Feng]
[Cultivation: Mortal Realm (Initial Stage)]
[Qi: 45/100]
[Duplication Slots: 1/1]
[Available Templates: Mountain Eagle, Forest Rabbit, Shadow Wolf, Spirit Ant, Ironwood Tree, Moonlight Moss]
[New Environment: Sect – Qi density: Medium]
Qi density medium? Itu berarti laju cultivation-nya akan lebih cepat di sini.
“System, analisis cara optimal meningkatkan cultivation di lingkungan ini,” perintahkan Lin Feng.
[Analyzing…]
[Optimal cultivation method identified: Combine meditation with environmental Qi absorption]
[Recommended: Use Moonlight Moss template during night – enhances Qi absorption by 20%]
[Caution: Template activation consumes Qi]
Menarik! Template tanaman bisa digunakan untuk meningkatkan cultivation. Dia belum pernah mencoba menduplikasi tanaman.
“Duplikasi parsial: Moonlight Moss Qi absorption enhancement.”
[Partial duplication: Moonlight Moss Enhancement]
[Qi cost: 15 units]
[Duration: 60 minutes]
[Qi absorption rate increased by 20%]
Segera, Lin Feng merasakan perbedaan. Udara di sekitarnya seakan mengandung lebih banyak energi, mengalir ke tubuhnya lebih cepat. Dia meditasi sepanjang malam, menyimpan setiap tetes Qi.
Ketika ayam jantan berkokok menandai fajar, Qi-nya sudah mencapai 55 unit—peningkatan 10 unit dalam satu malam!
“Bangun! Bangun!” teriak seseorang di luar. “Latihan pagi dalam setengah jam! Terlambat dihukum!”
Semua disciple luar bergegas ke lapangan latihan—area terbuka dengan peralatan kayu sederhana. Sekitar seratus disciple luar sudah berkumpul, semuanya dengan ekspresi masih mengantuk.
Senior yang bertanggung jawab adalah seorang pria berusia tiga puluhan dengan bekas luka di pipi—Senior Hu, menurut pengumuman.
“Disciple luar baru, perhatian!” suaranya kasar seperti batu gesek. “Kalian di sini karena bakat kalian rendah. Tapi itu bukan alasan untuk malas! Di Sekte Pedang Naga, kerja keras bisa mengalahkan bakat!”
Latihan pagi dimulai dengan dasar-dasar: stance kuda-kuda, pukulan dasar, tendangan dasar. Lin Feng mengikuti dengan serius, tetapi tubuhnya masih lemah dibandingkan yang lain.
“Kau! Yang kurus itu!” Senior Hu menunjuk Lin Feng. “Stance-mu goyah! Perkuat kaki!”
Lin Feng mengencangkan otot, tapi tetap gemetar. Chen Da di sampingnya berbisik, “Gunakan Qi di kaki, bodoh!”
Qi di kaki? Lin Feng belum pernah mencoba itu. Tapi pengetahuan fisika dari dunia modern memberinya ide—distribusi tekanan, pusat gravitasi, prinsip leverage.
Dia mencoba tidak hanya menggunakan kekuatan otot, tetapi mengalirkan Qi ke titik-titik akupuntur di kaki sesuai pola yang dianalisis sistem kemarin. Efeknya segera terasa—stance-nya menjadi stabil, bahkan kokoh.
“Hei, kau belajar dari mana?” tanya Chen Da terkejut.
“Hanya coba-coba,” jawab Lin Feng sederhana.
Sepanjang latihan, dia terus bereksperimen. Menggunakan template kelinci untuk meningkatkan kelincahan saat latihan menghindar. Menggunakan template semut untuk ketahanan saat angkat beban.
[Skill unlocked: Adaptive Combat Style]
[Description: Ability to modify techniques based on situation and available templates]
Setelah tiga jam latihan melelahkan, mereka diberi waktu sarapan—bubur sederhana dengan sayuran. Disciple inti, Lin Feng perhatikan, mendapatkan makanan lebih baik di ruang makan terpisah.
“Jangan bandingkan,” nasihat Li Hong sambil menyeruput buburnya. “Mereka bakat tinggi, wajar dapat perlakuan khusus.”
“Tapi kita bisa naik pangkat,” kata Zhao Ming tiba-tiba, suaranya pelan tapi tegas. “Jika mencapai Qi Condensation Realm dalam setahun, kita bisa jadi disciple dalam.”
Qi Condensation Realm dalam setahun? Lin Feng menghitung. Dari Mortal Initial Stage ke Qi Condensation… itu lompatan besar. Tapi dengan sistemnya, mungkin…
Sore hari, mereka mendapat pelajaran pertama tentang teori cultivation dari Elder Liu, seorang tua dengan janggut putih panjang.
“Cultivation adalah seni menyerap energi alam, memurnikannya menjadi Qi, dan menyimpannya di dantian,” jelaskan Elder Liu. “Tingkatan dasar: Mortal Realm, Qi Condensation, Foundation Establishment…”
Lin Feng mendengarkan dengan saksama, mencatat mental setiap informasi. Pengetahuan ilmiahnya membantu memahami konsep-konsep abstrak ini dengan cara baru. Qi seperti energi potensial, meridian seperti sirkuit, dantian seperti baterai.
“Pertanyaan, Elder,” angkat tangan Lin Feng tiba-tiba. “Jika Qi adalah energi, apakah bisa diubah bentuknya seperti energi lainnya?”
Semua mata tertuju padanya. Beberapa disciple lain mengejek dengan pandangan, “Dia pikir dirinya jenius.”
Tapi Elder Liu tidak marah. Matanya berbinar. “Pertanyaan menarik. Secara teori, ya—Qi bisa diubah menjadi berbagai elemen. Tapi itu tingkat tinggi, setidaknya Core Formation Realm.”
Pelajaran berlanjut. Lin Feng terus bertanya, mengaitkan konsep cultivation dengan prinsip sains. Elder Liu semakin tertarik.
“Kau, disciple Lin Feng,” panggil Elder Liu setelah pelajaran. “Pengetahuan dasarmu tentang energi… tidak biasa. Dari mana?”
“Saya… suka membaca, Elder,” jawab Lin Feng.
“Hmm. Kau punya pikiran analitis. Itu berharga. Tapi ingat—cultivation bukan hanya teori. Praktek yang menentukan.”
Malam kedua, Lin Feng sudah memiliki rencana. Setelah semua tidur, dia menyelinap keluar—melanggar aturan, tapi dia perlu bereksperimen.
Dia menemukan tempat tersembunyi di belakang gudang peralatan. Di sana, dia mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan—duplikasi penuh.
“System, duplikasi Forest Rabbit sepenuhnya.”
[Full duplication: Forest Rabbit]
[Qi cost: 12 units]
[Duration: 30 minutes]
[Abilities acquired: Enhanced hearing, rapid movement, rabbit agility]
[Qi remaining: 43/100]
Perubahan langsung terasa. Telinganya menjadi sensitif, mendengar suara dari jarak jauh. Kakinya terasa ringan, otot-ototnya seakan dipenuhi pegas. Dia mencoba bergerak—lompatannya tiga kali lebih tinggi dari normal!
Tapi ada efek samping. Dia merasa… lapar. Ingin makan wortel atau sayuran. Dorongan insting hewan.
Dia membatalkan duplikasi sebelum dorongan itu terlalu kuat.
[Duplication canceled]
[Observation: Full duplication affects user’s instincts temporarily]
Pelajaran penting. Duplikasi penuh memiliki risiko.
Dia beralih ke eksperimen lain—menggabungkan partial duplication.
“Duplikasi parsial: Eagle’s eyesight + Spirit Ant’s strength.”
[Combination duplication: Eagle Vision + Ant Strength]
[Qi cost: 18 units]
[Duration: 15 minutes]
[Abilities: Enhanced vision + proportional strength increase]
**[Qi remaining: 25/100]]
Dia bisa melihat dalam gelap dengan jelas, dan ketika mengangkat batu latihan yang biasanya terlalu berat, dia bisa mengangkatnya dengan mudah! Perhitungan cepat di pikiran—kekuatannya meningkat sekitar lima kali, persis seperti semut yang bisa mengangkat banyak kali berat badannya.
Tapi kombinasi ini menguras Qi lebih cepat. Dalam lima belas menit, Qi-nya turun drastis.
Minggu pertama di sekte berlalu dengan pola yang sama: latihan pagi, pelajaran teori, latihan sore, cultivation malam. Lin Feng perlahan meningkatkan cultivation-nya, mencapai 65 unit Qi.
Tapi masalah muncul di akhir minggu.
“Ujian bulanan disciple luar!” umum Senior Hu di lapangan latihan. “Tiga tes: ketahanan, kelincahan, dan duel praktik! Yang ranking terakhir sepuluh… akan dikeluarkan dari sekte!”
Suasana langsung tegang. Seratus disciple luar, hanya sembilan puluh yang akan bertahan.
Lin Feng mengerutkan kening. Cultivation-nya masih yang terendah di antara disciple luar baru. Tapi dia punya sistem, dan dia punya strategi.
Tes pertama: lari keliling lapangan dengan beban. Lin Feng menggunakan partial duplication kelinci untuk efisiensi energi, ditambah pengetahuan tentang pacing dari pelatihan atletik modern.
Hasilnya—ranking ke-70. Tidak bagus, tapi tidak terakhir.
Tes kedua: rintangan kelincahan. Di sinilah kombinasi eagle vision dan rabbit agility bersinar. Dia melewati rintangan dengan presisi dan kecepatan mengejutkan.
Ranking ke-40! Peningkatan drastis.
Tapi tes ketiga—duel praktik—akan menjadi tantangan terbesar. Sistem pertandingan acak. Dan nasib buruk: lawan Lin Feng adalah Chen Da, teman sekamarnya sendiri yang fisiknya jauh lebih kuat.
“Dia akan menghancurkanku dalam duel normal,” gumam Lin Feng malam sebelum duel. Tapi programmer dalam dirinya sudah bekerja memecahkan masalah.
Menganalisis gaya bertarung Chen Da selama seminggu: agresif, mengandalkan kekuatan, kurang variasi teknik.
“System, buat simulasi duel berdasarkan data observasi.”
[Duel simulation initiated]
[Opponent: Chen Da – Strengths: Physical power, endurance. Weaknesses: Predictable patterns, slow reaction]
[Recommended strategy: Evasion + counterattack at precise moments]
[Required abilities: Enhanced reflexes, tactical prediction]
Lin Feng tersenyum. Dia punya rencana.
Keesokan harinya, di arena duel kecil, puluhan disciple menonton. Chen Da berdiri dengan percaya diri, tinjunya dikepal.
“Maaf, Lin Feng,” kata Chen Da. “Tapi aku tidak mau dikeluarkan.”
“Begitu juga saya,” jawab Lin Feng tenang.
“Mulai!” seru wasit.
Chen Da langsung menerjang, pukulan kasar tapi bertenaga. Lin Feng tidak langsung menghindar—diamati pola dulu.
“Duplikasi parsial: Eagle’s predictive vision.”
Dunia melambat dalam persepsinya. Dia bisa melihat otot Chen Da tegang sebelum bergerak, bisa memprediksi lintasan pukulan.
Dia menghindar tepat waktu, hampir tanpa usaha.
Chen Da terkejut, lalu semakin agresif. Pukulan demi pukulan, tapi tidak satu pun mengenai sasaran.
Penonton mulai berbisik. “Dia seperti bisa membaca pikiran!”
Energi Chen Da mulai terkuras. Napasnya memburu. Inilah yang ditunggu Lin Feng.
“Sekarang. Duplikasi parsial: Rabbit’s rapid strike.”
Dia bergerak cepat, bukan menyerang tubuh yang terlindungi, tapi titik akupuntur di lengan yang teridentifikasi selama pelajaran teori.
Sentuhan tepat. Chen Da menjerit kesakitan, lengan kanannya mati rasa.
“Menyerah!” teriak wasit.
Kemenangan untuk Lin Feng!
Tepuk tangan dan decak kagum. Bahkan Senior Hu mengangguk setuju. “Teknik pintar, bukan sekadar kekuatan.”
Malam itu, di kamar mereka, Chen Da memegang lengan yang masih sakit. “Bagaimana kau melakukannya?”
“Kau terlalu bisa ditebak,” jawab Lin Feng. “Dan aku memperhatikan.”
Ranking akhir: Lin Feng ranking ke-35 dari seratus. Jauh dari ancaman dikeluarkan.
Tapi dia tahu—ini baru permulaan. Disciple inti seperti Zhang Wei sudah mencapai Qi Condensation Realm. Jaraknya masih jauh.
Di tempat tidurnya, Lin Feng merencanakan langkah berikutnya. Dia perlu template yang lebih kuat. Perlu meningkatkan cultivation lebih cepat. Perlu menemukan cara untuk mendapatkan sumber daya yang hanya tersedia untuk disciple inti.
“System,” bisiknya sebelum tidur, “besok kita mulai fase baru. Phase: Rapid Advancement.”
[New Objective: Reach Qi Condensation Realm within 3 months]
[Current probability of success: 32%]
[Recommended actions: Obtain monster beast templates, find Qi-rich locations, develop new cultivation techniques]
Lin Feng mengangguk dalam gelap. Tiga bulan. Waktu yang singkat. Tapi dengan kecerdasannya dan sistem duplikasi—mungkin, hanya mungkin, dia bisa melakukannya.
Perjalanan menuju puncak terus berlanjut, satu langkah kecil demi langkah kecil.