BAB 2: ECHO PERTAMA
Kaelan merayap melalui semak belukar, setiap langkahnya hati-hati seperti yang diajarkan ayahnya saat berburu kelinci di ladang. Tapi ini berbeda. Di ladang, ada sinar matahari dan suara desa di kejauhan. Di sini, di kedalaman Wildlands, hanya ada kegelapan yang semakin pekat dan kesunyian yang terasa hidup.
[DISTANCE TO TARGET: 15 METERS]
[CAUTION: PREY IS AWARE]
Interface biru itu masih ada, mengambang di sudut penglihatannya. Awalnya mengganggu, sekarang menjadi satu-satunya penuntunnya. Kaelan berhenti, menatap melalui celah dedaunan. Di sana, di bawah akar pohon tumbang, seekor kelinci hutan sedang mengunyah lumut. Bulu coklatnya berbaur dengan tanah, telinganya berkedut setiap ada suara.
Dia memegang pisau ibunya lebih erat. Tangan kirinya gemetar.
Ini untuk bertahan hidup, bisiknya pada dirinya sendiri. Aku harus makan.
Tapi ada bagian lain dari dirinya yang berteriak: Ini salah. Kau akan menjadi monster mereka katakan.
[EMOTIONAL CONFLICT DETECTED]
[REMINDER: SURVIVAL PRIORITY OVER MORALITY]
Sistemnya tidak membantu. Atau mungkin justru terlalu membantu.
Kaelan menghela napas, mengumpulkan keberanian. Dia ingat kata-kata Master Arlan selama pelajaran berburu: “Gerakan perlahan, napas teratur, serangan pasti.” Tapi itu untuk berburu makanan, bukan… menyerap sesuatu dari makhluk hidup.
Dia merangkak lebih dekat. Sepuluh meter. Lima. Kelinci itu mengangkat kepala, hidungnya berkedut. Kaelan membeku, berharap bayang-bayang menyembunyikannya.
[TARGET ALERT LEVEL: MEDIUM]
[SUGGESTION: DISTRACTION]
Kaelan mengambil kerikil kecil, melemparkannya ke kiri. Kelinci itu melompat, memutar—memberikan punggungnya padanya. Itu kesempatan.
Dia melompat.
Bukan gerakan yang anggun. Dia tersandung akar, hampir jatuh, tapi berhasil mendarat di dekat kelinci. Hewan itu berusaha kabur, tapi Kaelan sudah menangkapnya. Bulu halus, tubuh hangat berdenyut ketakutan di tangannya.
“Maaf,” bisiknya, lalu menusukkan pisau.
Dia menutup mata, tapi tidak bisa menutup telinga dari erangan kecil, dari getaran terakhir kehidupan yang keluar dari tubuh kecil di tangannya. Ketika dia membuka mata lagi, kelinci itu sudah tidak bergerak. Darah menghangatkan tangannya.
[TARGET ELIMINATED]
[SYSTEM DETECTED: RAPID DIGESTION (COMMON)]
[INITIATE ABSORPTION? Y/N]
Kaelan melihat prompt itu, berkedip. Bagaimana caranya? Hanya dengan menyentuh?
Dia meletakkan tangan di tubuh kelinci yang masih hangat, mencoba mengingat sensasi saat Sistemnya pertama kali aktif. Konsentrasi. Membuka diri.
Tidak terjadi apa-apa.
[GUIDANCE: PHYSICAL CONTACT + MENTAL INTENT]
Dia mencoba lagi, kali ini tidak hanya menyentuh tapi membayangkan… menarik. Seperti menarik benang dari kain.
Lalu datanglah sensasi aneh.
Pertama, kehangatan—tapi bukan dari darah. Kehangatan dari dalam, mengalir dari kelinci ke tangannya, naik melalui lengan, masuk ke dadanya. Kedua, suara—bukan suara sebenarnya, tapi… ingatan. Gambar-gambar cepat: berlari melalui hutan, mengunyah akar manis, bersembunyi dari elang, kenyamanan sarang yang gelap.
Ketiga, pengetahuan. Dia tiba-tiba tahu cara mengunyah kembali makanan untuk ekstrak nutrisi lebih. Tahu tanaman mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun. Tahu cara mendeteksi predator dari bau mereka.
[ABSORPTION SUCCESSFUL]
[SYSTEM ACQUIRED: RAPID DIGESTION – LEVEL 1]
[EFFECT: DIGESTIVE EFFICIENCY +50%]
[WARNING: ECHO DETECTED]
“Echo?” gumam Kaelan.
Lalu itu menyerang.
Bukan sakit fisik, tapi… kehadiran. Seperti ada orang lain di dalam kepalanya. Dia merasakan ketakutan kelinci itu—ketakutan akan cakar, gigi, kematian. Merasakan naluri dasarnya: makan, bereproduksi, bertahan hidup. Dan yang paling aneh, dia merasakan persepsi dunia yang berbeda: warna lebih redup, bau lebih kuat, setiap suara potensi ancaman.
Lari. Sembunyi. Makan. Takut.
Kaelan menjatuhkan pisau, memegang kepalanya. “Keluar,” geramnya. “Keluar dari kepalaku!”
Tapi echo itu tidak keluar. Itu menetap, menjadi latar belakang konstan dalam pikirannya. Seperti radio yang disetel ke stasiun lain, volumenya rendah tapi selalu ada.
[ECHO INTEGRATION: 15%]
[ADVICE: MEDITATION MAY REDUCE DISCOMFORT]
Meditasi. Di tengah hutan, dengan mayat kelinci di sampingnya, dan suara binatang buat di kejauhan.
Kaelan tertawa, suaranya pecah di tengah kesunyian. Ini gila. Semuanya gila.
Tapi dia harus terus berjalan. Malam semakin dalam, suhu turun. Dia membersihkan pisau di tanah, lalu memandang kelinci. Makanan. Tapi dia tidak punya api untuk memasak.
[SYSTEM SUGGESTION: CONSUME RAW]
[RAPID DIGESTION ACTIVE – FOODBORNE ILLNESS RISK: LOW]
Dia menggeleng. Tidak. Belum. Mungkin besok.
Dia mengubur kelinci itu di bawah daun, membuat tanda kecil dengan batu. Mungkin penghormatan terakhir. Atau mungkin hanya penundaan yang tidak berguna.
Dia melanjutkan, mencari tempat berlindung. Interface Sistemnya sekarang menunjukkan dua baris:
[ACTIVE SYSTEM: DESTINY ABSORBER – LEVEL 1]
[STORED SYSTEM: RAPID DIGESTION – LEVEL 1]
Dia belajar bahwa dengan berkonsentrasi, dia bisa “melihat” detail Sistem yang disimpan:
[RAPID DIGESTION - COMMON TIER]
Level: 1/20
Effect: Digest food 50% faster, extract 30% more nutrients
Passive: Immune to mild food poisoning
Active Skill: None
Echo: Forest Hare's survival instincts (fading)
Echo yang memudar. Itu berita baik. Mungkin tidak akan selamanya.
Dia menemukan tempat yang cocok untuk malam: celah di antara dua batu besar, terlindung dari angin, dengan kanopi daun di atasnya. Dia mengumpulkan daun kering untuk alas, lalu duduk, membungkus diri dengan selimut tipis pemberian desa.
Lapar mulai menggerogoti. Tiga hari makanan. Dia harus berhemat.
Dia mengambil sepotong roti keras dari kantong, menggigitnya. Biasanya butuh waktu lama untuk mengunyah roti seperti ini, tapi sekarang… berbeda. Rahangnya bergerak lebih efisien, air liur mengalir lebih banyak, dan saat dia menelan, dia bisa merasakan perutnya langsung mulai bekerja.
[RAPID DIGESTION ACTIVE]
[NUTRIENT ABSORPTION: OPTIMAL]
Setidaknya ada satu manfaat dari kutukannya.
Malam semakin dalam. Suara hutan berubah: serangga malam mulai bernyanyi, burung hantu memanggil, sesuatu yang besar bergerak di kejauhan. Kaelan menarik selimut lebih erat, pisau terhunus di pangkuannya.
Dia tidak bisa tidur. Setiap suara membuatnya terjaga. Dan echo kelinci itu tidak membantu—setiap gemerisik daun diinterpretasikan sebagai predator yang mendekat.
[STRESS LEVEL: HIGH]
[RECOMMENDATION: SLEEP CYCLE INITIATION]
“Bagaimana?” tanyanya pada interface.
Tidak ada jawaban. Sistemnya tampaknya hanya memberi saran, bukan kendali penuh.
Jam-jam berlalu. Kaelan akhirnya tertidur, tapi tidurnya gelisah, penuh mimpi aneh. Dia bermimpi menjadi kelinci, berlari dari sesuatu yang besar dan gelap. Bermimpi berdiri di lingkaran batu lagi, tapi kali ini seluruh desa memiliki interface biru di mata mereka, dan mereka semua menunjuk padanya, berteriak satu kata: “Pencuri!”
Dia terbangun terengah-engah, keringat dingin membasahi bajunya. Matahari belum terbit, tapi langit mulai terang di timur. Hari kedua.
Dia memeriksa interface:
[SURVIVAL DAY 2]
[FOOD SUPPLY: 2.8 DAYS REMAINING]
[WATER: NEED SOURCE]
[OBJECTIVE: FIND WATER + SHELTER PERMANENT]
Air. Dia belum memikirkannya. Dia memiliki sedikit dalam kantong kulit, tapi itu tidak akan bertahan lama.
Dia berdiri, meregangkan tubuh yang kaku. Setiap otot sakit, tapi ada sesuatu yang berbeda. Penglihatannya… lebih tajam? Atau mungkin dia hanya lebih waspada.
[PASSIVE EFFECT: PREDATOR INSTINCT (ECHO RESIDUE)]
[DESCRIPTION: ENHANCED AWARENESS OF SURROUNDINGS]
Jadi echo tidak sepenuhnya hilang. Itu meninggalkan residu. Kaelan tidak yakin apakah itu bagus atau buruk.
Dia mengemas barang-barangnya, memutuskan untuk mengikuti aliran kecil yang dia dengar semalam. Air berarti kehidupan, dan mungkin ikan, atau setidaknya tempat hewan lain minum.
Perjalanan pagi itu lebih mudah. Dia mulai memahami ritme hutan: di mana matahari menembus kanopi, di mana tanah lunak, di mana bahaya mungkin bersembunyi. Echo kelinci memberinya naluri menghindar yang alami—dia secara otomatis menghindari area terbuka, tetap dekat dengan penutup.
[SKILL UNLOCKED: BASIC WOODLAND NAVIGATION]
[LEVEL: 1]
[EFFECT: MOVEMENT SPEED +10% IN FOREST TERRAIN]
Setidaknya ada kemajuan.
Dia menemukan sungai kecil sekitar sejam kemudian. Air jernih mengalir di atas batu, dan di tepiannya, jejak kaki berbagai hewan. Tempat yang bagus untuk berburu—tapi juga tempat yang bagus untuk diburu.
Dia mengisi kantong airnya, lalu minum langsung dari sungai. Airnya dingin dan segar.
[WATER REQUIREMENT MET]
[RAPID DIGESTION NOTE: HYDRATION OPTIMAL]
Dia duduk di batu besar, mengamati sekeliling. Ini mungkin tempat yang baik untuk tinggal sementara. Dekat air, batu untuk perlindungan, banyak tanda kehidupan.
Tapi kemudian dia melihat sesuatu yang membuat darahnya membeku.
Di lumpur di tepi sungai, bukan jejak hewan.
Jejak kaki manusia.
Besar. Baru. Mungkin dari pagi ini.
Dan di sebelahnya, sesuatu yang lebih mengkhawatirkan: tanda drag, seperti sesuatu—atau seseorang—diseret.
[DANGER DETECTED]
[RECOMMENDATION: LEAVE IMMEDIATELY]
Kaelan sudah berdiri, pisau terhunus. Dia melihat ke sekeliling, tapi tidak melihat siapa-siapa. Hutan tiba-tiba terasa lebih sunyi, lebih mengancam.
Dia mengambil langkah mundur, lalu mendengar suara di belakangnya.
Gemersik daun. Lalu suara rendah, serak: “Jangan bergerak.”
Kaelan membeku. Dia perlahan menoleh.
Dari balik pohon, muncul seorang pria. Tinggi, kurus, pakaian compang-camping seperti dia. Tapi yang membuat Kaelan terkesiap adalah mata pria itu—kosong. Tidak ada cahaya kecerdasan, hanya kekosongan.
Dan di dahinya, simbol aneh: lingkaran dengan garis dicoret di tengah.
[SCANNING…]
[TARGET: HUMAN MALE]
[STATUS: BLANK]
[DEFINITION: SYSTEM REMOVAL – VOIDLING VICTIM]
[THREAT LEVEL: UNKNOWN]
Pria itu mengangkat tangan, dan di tangannya bukan senjata, tapi… cahaya? Energi gelap berputar-putar, mengisap cahaya di sekitarnya.
“Kau punya Sistem,” kata pria itu, suaranya datar. “Berikan padaku. Atau aku akan mengambilnya.”
Kaelan mundur lagi, tapi kakinya menyentuh air. Tidak ada jalan mundur.
Pria Blank itu melangkah maju, energi gelap di tangannya tumbuh.
Dan interface Kaelan berkedip dengan pesan baru:
[NEW QUEST: SURVIVE BLANK ENCOUNTER]
[OBJECTIVE: DEFEND OR ESCAPE]
[REWARD: COMBAT EXPERIENCE]
[FAILURE: SYSTEM LOSS OR DEATH]
Pilihan pertama Kaelan sebagai Destiny Absorber bukan lagi tentang bertahan hidup dari alam.
Ini tentang bertahan hidup dari manusia seperti dirinya—atau apa yang tersisa dari manusia.
[END OF CHAPTER 2]
[WORD COUNT: 1,920]
[NEXT: BAB 3 – PERTARUNGAN PERTAMA]