BAB 5: PERJALANAN KE IBU KOTA
Matahari terbit menyinari kelompok yang compang-camping itu saat mereka keluar dari gua. Sepuluh mantan korban Voidling, plus Kaelan dan Elara. Beberapa bisa berjalan sendiri, yang lain perlu ditopang. Semua memiliki bekas luka fisik dan psikologis dari pengalaman mereka.
Elara mengambil peran pemimpin alami. Meski masih lemah, dia mengatur kelompok dengan efisiensi yang membuat Kaelan terkesan. “Kita butuh air dan tempat istirahat sebelum melanjutkan ke ibu kota. Siapa yang paling mengenal area ini?”
Seorang pria dengan janggut kusut mengangkat tangan. “Aku… pemburu. Tahu sungai dekat sini.”
“Baik. Bawa kita ke sana.”
Perjalanan ke sungai singkat tapi melelahkan. Ketika mereka akhirnya tiba, beberapa korban langsung terjun ke air, minum dengan rakus. Yang lain hanya duduk, masih shock.
Kaelan duduk di batu, memeriksa interface-nya. Perubahan sejak level up:
[DESTINY ABSORBER - LEVEL 2]
[EXP: 350/500]
[ACTIVE SYSTEMS: 1/2]
[STORED SYSTEMS: RAPID DIGESTION (LEVEL 1)]
[SKILLS: PURIFICATION (LEVEL 1), ENERGY SENSE (PASSIVE)]
[STATUS: FATIGUED BUT STABLE]
Dua slot aktif sekarang. Itu berarti dia bisa menggunakan dua Sistem sekaligus. Tapi dia hanya punya satu yang disimpan—Rapid Digestion. Dan itu tidak terlalu berguna dalam pertempuran.
Elara duduk di sebelahnya, menawarkan sepotong daging kering. “Makan. Kau butuh energi.”
Kaelan menerimanya, mengunyah. Rapid Digestion langsung aktif, membuatnya merasa lebih kenyang dari seharusnya. “Terima kasih.”
“Tidak, terima kasih padamu.” Elara memandangnya, matanya analitis. “Kau tidak seperti yang lain. Sistemmu… bagaimana cara kerjanya?”
Kaelan ragu. Haruskah dia mengatakan yang sebenarnya? Tapi Elara sudah menyelamatkan nyawanya, dan dia menyelamatkan nyawanya. “Aku bisa menyerap Sistem orang lain.”
Elara mengangguk, tidak terkejut. “Aku duga begitu. Saat kau memurnikan Voidlings… aku merasakan sesuatu. Seperti… penarikan.”
“Kau merasakannya?”
“Sistemku.” Elara menunjukkan interface biru di penglihatannya—hanya Kaelan yang bisa melihatnya karena dia juga pemilik Sistem. “[HEART READER – LEGENDARY TIER]. Aku bisa merasakan emosi, niat, kadang-kadang pikiran permukaan.”
Itu menjelaskan mengapa dia begitu percaya padanya. “Jadi kau tahu aku tidak berniat jahat.”
“Ya. Tapi ada lebih dari itu.” Elara menatapnya. “Aku merasakan… kesedihanmu. Kesepian. Dan… tekad. Kau punya alasan untuk bertarung.”
Kaelan melihat ke bawah. “Desaku mengusirku. Karena Sistemku.”
“Bodoh.” Elara berkata dengan tegas. “Mereka takut pada apa yang tidak mereka pahami. Tapi di ibu kota, ada yang akan mengerti. Royal Archmage, peneliti Sistem… mereka akan melihat nilaimu.”
“Nilai?” Kaelan tertawa pahit. “Aku pencuri Sistem.”
“Penyelamat Sistem,” koreksi Elara. “Kau memurnikan korupsi. Itu berbeda.”
Mungkin. Tapi Kaelan masih tidak yakin.
Pemburu yang memimpin mereka mendekat. “Kita harus terus bergerak. Area ini tidak aman di malam hari.”
Elara berdiri. “Dengar, semua! Kita akan beristirahat di sini selama dua jam, lalu melanjutkan perjalanan. Ibu kota tiga hari perjalanan dari sini dengan kecepatan kita.”
Kelompok itu mengangguk, terlalu lelah untuk protes.
Selama istirahat, Kaelan berbicara dengan beberapa mantan korban. Cerita mereka serupa: diserang di malam hari, ditarik ke gua, Sistem mereka “dimakan” oleh Voidlings. Beberapa ingat Overseer berbicara tentang “Master” dan “dunia baru tanpa Sistem.”
Satu wanita, mungkin usia empat puluhan, menangis saat bercerita. “Aku… aku petani. Sistemku [QUICK GROWTH]. Tidak berbahaya. Tapi mereka tetap mengambilnya. Katanya… semua Sistem harus pergi. Agar setara.”
Itu yang dikatakan Overseer juga. Kesetaraan melalui penghapusan. Tapi itu bukan kesetaraan—itu penyeragaman paksa.
[QUEST UPDATE: INVESTIGATE VOIDLING CAVES]
[COMPLETION: 70%]
[REWARD PENDING: DELIVER SURVIVORS TO SAFETY]
Setelah dua jam, mereka melanjutkan. Perjalanan hari itu lambat. Beberapa korban sering berhenti, kelelahan atau sakit. Kaelan menggunakan Energy Sense barunya—dia bisa merasakan “denyut” Sistem orang-orang di sekitarnya. Sebagian besar lemah, hampir tidak terdeteksi. Tapi Elara… Sistemnya bersinar terang. Legendary Tier.
Malam pertama di jalan, mereka berkemah di clearing kecil. Elara mengatur jaga—dia dan Kaelan akan berjaga pertama.
Saat yang lain tidur, Elara duduk di dekat api kecil (dibuat oleh salah satu korban dengan Sistem [FIRE STARTER]), memandang Kaelan. “Kau punya pertanyaan. Tanyakan.”
“Kenapa kau di sini? Di Wildlands?”
“Misinya.” Elara menghela napas. “Laporan tentang aktivitas anomali. Sistem menghilang, orang menjadi… kosong. Aku dan timku dikirim untuk menyelidiki.”
“Timmu?”
Elara menatap api. “Empat orang. Dua tewas di serangan pertama. Dua ditangkap. Aku… lolos, tapi mereka mengejarku ke gua.” Dia berhenti. “Aku seharusnya menyelamatkan mereka.”
“Kau tidak bisa.”
“Tapi aku pemimpin.” Elara mengepalkan tangan. “Dan sekarang… aku satu-satunya yang kembali.”
Kaelan mengerti perasaan itu. Tanggung jawab. Rasa bersalah. “Kita akan kembali dengan bantuan. Menyelamatkan yang lain.”
Elara melihatnya. “Kau benar.” Dia diam sejenak. “Kau… berencana tinggal di ibu kota?”
“Tidak tahu. Mungkin mereka akan mengusirku juga.”
“Tidak akan.” Elara tersenyum kecil. “Aku putri kerajaan, ingat? Aku punya pengaruh.”
Kaelan terkejut. “Putri? Kau—”
“Elara von Aethelgard. Putri kedua.” Dia mengangguk. “Tapi tolong, jangan perlakukan aku berbeda. Di lapangan, aku hanya scout.”
Tapi itu menjelaskan banyak hal. Cara dia memimpin. Pengetahuannya. Bahkan Sistemnya—Legendary Tier cocok untuk keluarga kerajaan.
“Mengapa kau menjadi scout? Bukankah putri seharusnya… di istana?”
“Karena aku ingin membantu.” Elara menatapnya. “Sama seperti kau. Kita tidak memilih Sistem kita, tapi kita memilih bagaimana menggunakannya.”
Percakapan mereka terganggu oleh suara di hutan. Kaelan berdiri, pedang terhunus. Energy Sense-nya mendeteksi sesuatu—beberapa sesuatu—mendekat.
[ENERGY SIGNATURES DETECTED: 4]
[TYPE: HUMAN, ARMED]
[INTENT: NEUTRAL]
Bukan Voidlings. Manusia.
Dari pepohonan muncul empat orang: tiga pria, satu wanita, semuanya bersenjata dan berpakaian seragam kerajaan. Di depan, seorang pria besar dengan baju besi dan pedang besar.
“Putri Elara!” pria itu berseru, lalu berlutut. “Kami menemukanmu!”
Elara menghela napas lega. “Sir Garrick. Bangun. Tidak perlu formalitas.”
Garrick berdiri, tapi tetap membungkuk. “Kami mencarimu selama tiga hari. Ketika kami menemukan gua hancur…” Dia melihat Kaelan, lalu korban di belakangnya. “Apa yang terjadi?”
“Cerita panjang.” Elara berdiri. “Tapi singkatnya: Voidlings menangkap kami, dia menyelamatkan kami.” Dia menunjuk Kaelan.
Garrick memandang Kaelan, matanya menyelidiki. “Dan kau adalah?”
“Kaelan.”
“Desa?”
“Oakhaven.”
Garrick mengangguk, lalu melihat interface di mata Kaelan—dia juga pemilik Sistem. “[DESTINY ABSORBER]. Tidak biasa.”
“Sir Garrick memiliki [LIVING FORTRESS – RARE TIER],” jelas Elara. “Dia kepala pengawal kerajaan.”
Garrick mengabaikan pengenalan itu. “Kita harus bergerak. Area ini masih berbahaya. Kami memiliki kereta beberapa kilometer dari sini.”
Kelompok itu dibangunkan, dan dengan bantuan pengawal baru, mereka bergerak lebih cepat. Dalam satu jam, mereka mencapai jalan kecil di mana dua kereta kuda menunggu.
Perjalanan dengan kereta jauh lebih nyaman. Kaelan duduk di kereta pertama dengan Elara dan Garrick, sementara korban lainnya di kereta kedua.
Garrick terus mengamati Kaelan. “Kau melawan Voidlings sendirian?”
“Tidak sepenuhnya sendirian. Ada… bantuan.”
“Tetap mengesankan.” Garrick bersandar. “Sistemmu. Bisa kau demonstrasi?”
Kaelan ragu, lalu mengangguk. Dia mengaktifkan Rapid Digestion, mengambil sepotong daging kering, dan memakannya. Dalam beberapa detik, dia merasa kenyang.
“[RAPID DIGESTION – COMMON TIER],” kata Garrick, mengangguk. “Tapi itu bukan Sistemmu. Itu disimpan.”
“Ya. Aku bisa menyimpan hingga dua Sistem sekarang.”
“Dan menggunakan keduanya bersamaan?”
“Belum mencoba.”
Garrick mengangguk lagi, seperti guru yang menilai murid. “Di ibu kota, kau akan diuji. Royal Institute ingin tahu segalanya tentang kemampuan barumu.”
“Diuji?” Kaelan merasa cemas.
“Jangan khawatir,” kata Elara. “Aku akan bersamamu.”
Perjalanan berlanjut sepanjang malam. Kaelan akhirnya tertidur, kepalanya bersandar di jendela. Dia bermimpi tentang desanya, tentang ayahnya, tentang lingkaran batu.
Dia terbangun saat kereta berhenti. Matahari sudah tinggi—siang hari.
Dan di depan mereka, terbentang sesuatu yang membuatnya terkesiap.
Kota. Tapi bukan kota seperti Oakhaven. Ini… besar. Sangat besar. Tembok batu tinggi mengelilingi bangunan yang menjulang, menara dengan bendera berkibar, jalan-jalan lebar dengan kerumunan orang. Dan di tengah, di bukit, istana dengan menara menjulang ke langit.
[LOCATION: AETHELGARD CAPITAL]
[POPULATION: ~200,000]
[STATUS: ROYAL SEAT, SAFE ZONE]
“Ini rumahku,” kata Elara, tersenyum melihat ekspresi Kaelan. “Selamat datang.”
Kereta melewati gerbang, penjaga memberi hormat saat mereka lewat. Orang-orang di jalan melihat—beberapa membungkuk pada Elara, yang lain melihat penumpang compang-camping dengan penasaran.
Mereka berhenti di depan bangunan besar dengan simbol kerajaan di atas pintu: Royal Institute.
“Kita akan menempatkan korban di rumah sakit kerajaan,” kata Garrick. “Kau, Kaelan, akan ikut dengan kami.”
Kaelan turun dari kereta, kakinya terasa seperti jelly. Dia berada di ibu kota. Tempat yang bahkan tidak pernah dia bayangkan akan dikunjungi.
Dan dia akan bertemu dengan orang-orang yang mungkin mengerti Sistemnya. Atau mungkin menganggapnya monster.
Elara meletakkan tangan di bahunya. “Tenang. Aku janji, semuanya akan baik-baik saja.”
Tapi Kaelan tidak yakin. Karena ketika dia melihat ke sekeliling, dia melihat banyak interface biru—ratusan, ribuan Sistem berbeda. Dan Energy Sense-nya memberitahunya satu hal:
Di kota ini, dia adalah yang paling aneh dari semuanya.
[END OF CHAPTER 5]
[WORD COUNT: 1,820]
[NEXT: BAB 6 – ROYAL INSTITUTE]