BAB 20: ERA BARU
Dua bulan setelah insiden Icepeak Citadel, dunia mulai berubah. Perlahan, tapi pasti.
Di Royal Institute, sebuah sayap baru dibangun: Primordial Archives. Di sinilah Kaelan sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya, belajar mengakses pengetahuan First Seed, mengatur echo, dan memahami sepenuhnya perannya sebagai Penjaga.
Ruangan itu besar, dengan rak-rak yang tampaknya tak berujung—tapi tidak berisi buku fisik. Itu proyeksi mental, terwujud melalui kemampuan Kaelan. Setiap “buku” adalah Sistem, echo, atau memori yang dia serap.
Lyra Junior, sekarang asisten resminya, membantu mengatur. “[ELEMENTAL APPRENTICE] ku berguna untuk menstabilkan energi,” katanya, mengatur kristal di meja. “Tapi aku masih tidak mengerti bagaimana kau menyimpan semua ini di kepalamu.”
“Bukan di kepala,” koreksi Kaelan. “Di… antara. Seperti dimensi saku. Guardian Key adalah aksesnya.”
Dia menunjukkan—dengan mengangkat tangan, sebuah buku muncul dari udara, terbuka di halaman tentang [HEART READER]. “Lihat. Semua tentang Sistem Elara. Kelebihan, kelemahan, sejarah perkembangannya.”
“Menakjubkan.” Lyra Junior melihat lebih dekat. “Dan kau bisa lakukan ini untuk semua Sistem?”
“Semua yang ada dalam First Seed. Yang berarti… hampir semua.”
Pintu terbuka, Elara masuk. Dia sekarang memiliki peran baru juga: Liaison antara Kerajaan dan Primordial Archives. Pekerjaan yang membuatnya sibuk, tapi dia selalu menyempatkan waktu untuk Kaelan.
“Laporan dari lapangan,” katanya, meletakkan gulungan di meja. “Kasus Voidlings turun 80% sejak Malakar mulai bekerja dengan kita. Korban yang tersisa sembuh perlahan.”
“Dan Malakar sendiri?” tanya Kaelan.
“Masih di bawah pengawasan ketat. Tapi… berubah. Dia benar-benar menyesal. Dan Liora—dia sekarang magang di Institute. [RESILIENT CORE] bekerja dengan baik.”
Itu kabar baik. Tapi ada juga kabar kurang baik.
“Ada… insiden,” lanjut Elara, ragu. “Di perbatasan timur. Sistem aneh muncul. Tidak dalam catatan First Seed.”
Kaelan mengerutkan kening. “Tidak mungkin. First Seed berisi semua blueprint.”
“Kecuali… jika itu baru. Dibuat, bukan diturunkan.”
Sistem baru? Itu berarti seseorang—atau sesuatu—masih menciptakan Sistem. Atau memodifikasi yang ada.
“Kita harus selidiki,” kata Kaelan.
“Sudah. Thorne pergi kemarin. Dia akan melapor besok.”
Thorne. Setelah Icepeak, dia menjadi Head of Intelligence untuk Archives. Pekerjaan sempurna untuk [SHADOW STEP].
“Ada lagi,” kata Elara. “Ayahku—raja—ingin bertemu. Tentang… proposal.”
“Proposal apa?”
Elara tersipu. “Bukan proposal bisnis. Proposal… pribadi.”
Oh. Kaelan mengerti. Selama dua bulan ini, hubungannya dengan Elara berkembang. Perlahan, karena dia sibuk dengan peran barunya, dan dia dengan tanggung jawab kerajaan. Tapi ada perasaan. Keduanya tahu.
“Kau pikir ayahmu akan setuju?” tanya Kaelan.
“Dia menghormatimu. Tapi… kau bukan bangsawan. Dan sekarang kau lebih dari bangsawan—kau adalah entitas unik. Itu komplikasi.”
“Selalu komplikasi dengan kita,” kata Kaelan, tersenyum.
Elara tersenyum kembali. “Tapi worth it.”
Mereka menghabiskan sore bersama, membahas laporan, merencanakan masa depan Archives. Kemudian, Garrick bergabung—dia sekarang Head of Security.
“Masalah,” katanya, langsung ke inti. “Beberapa bangsawan tidak suka Archives. Mereka bilang kau terlalu banyak kekuasaan. Mereka ingin ‘pengawasan’.”
“Pengawasan seperti apa?” tanya Elara.
“Dewan. Untuk memantau keputusan Kaelan. Untuk memastikan dia tidak… menyalahgunakan kekuasaan.”
Kaelan mengerti kekhawatiran mereka. Dia memiliki kemampuan untuk mengubah Sistem orang. Itu kekuatan yang menakutkan.
“Bisa kita buat kompromi?” tanyanya. “Dewan penasihat? Dengan perwakilan dari kerajaan, Institute, dan… rakyat biasa?”
“Bisa dicoba,” kata Garrick. “Tapi siapkan untuk pertempuran politik.”
Kaelan tidak suka politik. Tapi sebagai Penjaga, dia harus belajar.
Malam itu, dia sendirian di Archives. Dia duduk di tengah ruangan, menutup mata, memasuki “perpustakaan” mentalnya.
Ruang tanpa batas, dengan rak-rak yang menjulang tinggi. Di sini, dia bisa mengakses semua pengetahuan First Seed. Tapi juga… echo. Jutaan echo.
Dia belajar sesuatu yang menarik: echo bukan hanya memori—mereka kesadaran terfragmentasi. Dan dengan kemampuan barunya, dia bisa… berkomunikasi dengan mereka.
Dia mendekati “rak” berisi echo Malakar. Tidak semua—hanya yang terkait dengan penyesalan, pembelajaran, keinginan untuk menebus.
“Malakar?” dia bertanya, dalam pikirannya.
Sebuah bayangan muncul. Bukan Malakar sebenarnya—hanya echo. “Kaelan. Kau datang.”
“Aku ingin bertanya. Tentang Sistem baru di perbatasan timur.”
Echo itu berpikir. “Aku tidak tahu. Tapi… ada kemungkinan. Jika seseorang menemukan artefak kuno lain. Atau… jika Ancient Ones kembali aktif.”
“Kau pikir mereka kembali?”
“Mereka bilang mereka akan mengawasi. Tapi ‘mengawasi’ bisa berarti banyak hal.”
Benar. Kaelan ingat mata emas itu. Ancient Ones masih di luar sana, mengamati.
Dia meninggalkan echo Malakar, berjalan ke bagian lain perpustakaan. Di sini, echo Ancient Ones. Tua, hampir tidak bisa dipahami. Tapi dia mencoba.
“Siapa kalian?” tanyanya.
Jawabannya bukan kata-kata—itu perasaan. Kesepian. Tanggung jawab. Dan… harapan. Harapan bahwa Penjaga baru akan berhasil di mana mereka gagal.
Dia memahami: Ancient Ones bukan dewa. Mereka pencipta yang membuat kesalahan. Dan sekarang mereka berharap Kaelan bisa memperbaikinya.
Tanggung jawab yang besar.
Keesokan harinya, Thorne kembali dari misi intel. Dia langsung ke Archives.
“Perbatasan timur,” lapornya. “Sistem baru itu… buatan. Dibuat oleh seseorang. Atau sesuatu.”
“Bisa kau jelaskan?” tanya Kaelan.
“Seorang petani. Sistemnya biasanya [PLANT GROWTH – COMMON]. Tapi sekarang… [ACCELERATED BIOGENESIS – RARE]. Dia bisa menumbuhkan tanaman dalam hitungan detik. Tapi ada side effect—tanaman itu… aneh. Beracun. Bermutasi.”
Sistem yang dimodifikasi. Dengan konsekuensi tidak terduga.
“Ada tanda-tanda siapa yang melakukannya?” tanya Elara.
“Tidak. Tapi ada rumor. Tentang ‘Alchemist’. Seseorang yang menjual ‘System upgrades’.”
System upgrades? Itu berbahaya. Sistem dirancang dengan keseimbangan tertentu. Mengupgrade tanpa memahami konsekuensi…
“Kita harus menemukan Alchemist ini,” kata Kaelan.
“Sudah dicari,” kata Thorne. “Tapi dia menghilang seperti asap.”
Masalah baru. Tapi juga peluang: ini persis jenis ketidakseimbangan yang harus dia jaga.
Minggu berikutnya, Kaelan mengadakan pertemuan pertama Guardian Council. Anggotanya: Elara (kerajaan), Archmage Lyra (Institute), Garrick (keamanan), Thorne (intel), Lyra Junior (research), dan dua perwakilan rakyat—seorang petani dan seorang pengrajin.
Pertemuan tegang. Beberapa anggota skeptis. Tapi Kaelan menunjukkan nilai Archives: dia bisa menganalisis Sistem, memprediksi masalah, bahkan mencegah bencana seperti Malakar.
“Contoh,” katanya, memproyeksikan data. “Analisis menunjukkan 5% populasi memiliki Sistem dengan ‘design flaws’ yang bisa menjadi berbahaya. Dengan Archives, kita bisa identifikasi dan perbaiki sebelum menjadi masalah.”
Petani, seorang wanita tua bernama Mara, mengangguk. “Anakku. Sistemnya [PYROKINESIS MINOR]. Tapi kadang tidak terkontrol. Bisa kita perbaiki?”
“Bisa,” jawab Kaelan. “Dengan izinmu, dan dengan pengawasan.”
Itu prinsipnya: tidak ada intervensi tanpa izin. Tidak ada perubahan tanpa persetujuan.
Pertemuan berakhir dengan kesepakatan: Guardian Council akan mengawasi Archives, tapi tidak mengontrol. Kaelan tetap Penjaga, tapi dengan akuntabilitas.
Setelah pertemuan, Elara dan Kaelan berjalan di taman Institute.
“Kau melakukannya dengan baik,” kata Elara.
“Masih belajar.”
“Kita semua.” Elara berhenti, melihatnya. “Ayahku setuju. Untuk… proposal kita.”
Kaelan terkejut. “Benarkah?”
“Ya. Dengan syarat: kau tetap Penjaga. Dan aku tetap Liaison. Dan kita… mengambil waktu. Tidak terburu-buru.”
Itu bijaksana. Mereka berdua memiliki tanggung jawab besar. Tapi setidaknya, ada masa depan bersama.
“Setuju,” kata Kaelan, memegang tangannya.
Mereka berdiri di sana, di taman, memandang matahari terbenam. Dunia masih penuh masalah. Masih ada ancaman: Alchemist, Sistem baru, Ancient Ones, politik.
Tapi ada juga harapan. Dengan Archives, dengan tim, dengan cinta.
Kaelan mengingat perjalanannya: dari anak desa yang diusir, ke pahlawan, ke Penjaga. Itu panjang. Sulit. Tapi worth it.
Dia melihat interface-nya:
[PRIMORDIAL ARCHIVIST - LEVEL 2]
[GUARDIAN OF SYSTEMS]
[ALLIES: ELARA, GARRICK, THORNE, LYRA JUNIOR, ARCHMAGE LYRA]
[OBJECTIVE: MAINTAIN BALANCE, PREVENT CORRUPTION]
[NEXT MISSION: INVESTIGATE THE ALCHEMIST]
Level 2. Masih banyak yang harus dipelajari. Tapi dia siap.
Karena dia tidak sendirian.
Dan era baru telah dimulai. Era Penjagaan.
Era di mana Sistem diawasi, diperbaiki, dilindungi.
Era di mana tidak ada anak seperti Liora yang harus menderita karena Sistem cacat.
Era di mana Kaelan akhirnya menemukan tujuan sejatinya.
Dia adalah Destiny Absorber. Primordial Archivist. Penjaga Sistem.
Dan ini hanya awal.
[END OF CHAPTER 20]
[WORD COUNT: 1,900]
[NEXT: BAB 21 – THE ALCHEMIST]
[ARC 2: ASCENSION COMPLETE (BAB 11-20)]
[TOTAL WORDS: BAB 1-20 = 36,000+ KATA]
[PROGRESS: 20/300 BAB (6.67%)]