BAB 21: THE ALCHEMIST
Tiga minggu setelah pembentukan Guardian Council, laporan tentang “System upgrades” ilegal semakin banyak. Tidak hanya di perbatasan timur—sekarang di selatan, barat, bahkan di pinggiran ibu kota.
Kaelan duduk di ruang rapat Archives, memandang peta yang dipenuhi pin merah. Setiap pin mewakili kasus Sistem yang dimodifikasi.
“Semuanya mengarah ke satu pola,” kata Thorne, menunjuk. “Korban selalu orang dengan Sistem [COMMON] tier yang frustasi. Mereka membayar mahal untuk ‘upgrade’. Hasilnya… tidak konsisten.”
Lyra Junior mengangguk, memegang laporan medis. “Beberapa berhasil—Sistem naik tier tanpa side effect. Tapi kebanyakan… cacat. Mutasi. Bahkan kematian.”
“Berapa korban?” tanya Elara, wajah serius.
“Tiga puluh tujuh kasus dikonfirmasi. Dua belas kematian. Sisanya butuh perawatan intensif.”
Kaelan merasa sakit hati. Ini persis yang dia coba cegah—penyalahgunaan Sistem. “Kita harus menemukan Alchemist ini. Cepat.”
“Masalahnya,” kata Thorne, “dia seperti hantu. Tidak ada yang pernah melihat wajahnya. Transaksi melalui perantara. Pembayaran dalam bentuk artefak atau informasi, bukan uang.”
“Informasi?” tanya Garrick.
“Ya. Dia minta informasi tentang… Ancient Ones. Atau artefak kuno.”
Itu mengkhawatirkan. Alchemist tidak hanya mencari keuntungan—dia mencari pengetahuan kuno.
“Ada petunjuk lain?” tanya Kaelan.
“Ada.” Thorne meletakkan beberapa benda di meja: botol kaca kecil dengan cairan ungu, selembar kertas dengan simbol aneh, dan sebuah medali logam. “Ini ditemukan di lokasi transaksi.”
Kaelan mengambil botol. Dia merasakan energi darinya—mirip dengan void energy, tapi… dimurnikan. Seperti void energy yang telah “dibersihkan” dari corruption.
[ITEM: REFINED VOID ESSENCE]
[EFFECT: TEMPORARY SYSTEM BOOST]
[SIDE EFFECTS: UNKNOWN]
“Refined void essence,” katanya. “Seseorang tahu cara memurnikan void energy.”
“Malakar?” tebak Elara.
“Mungkin. Tapi dia di bawah pengawasan ketat.”
“Bisa kita tanyakan padanya?” tanya Lyra Junior.
Kaelan mengangguk. “Aku akan pergi ke penjara khususnya.”
Penjara khusus Institute bukan seperti penjara biasa. Lebih seperti laboratorium dengan pengawasan. Malakar di sini, bekerja dengan tim peneliti untuk membalikkan efek eksperimennya.
Ketika Kaelan masuk, Malakar sedang memeriksa sampel darah di bawah mikroskop. Dia terlihat lebih tua, lebih tenang.
“Kaelan,” katanya, tanpa menoleh. “Aku duga kau akan datang.”
“Kau tahu tentang Alchemist?”
Malakar berbalik. “Hanya rumor. Tapi jika itu benar… dia menggunakan teknik yang aku kembangkan. Tapi lebih maju.”
“Teknik apa?”
“Void refinement. Mengambil void energy, menghilangkan corruption, menyisakan energi murni yang bisa digunakan untuk… modifikasi Sistem.”
“Dan kau ajarkan ini pada seseorang?”
“Tidak sengaja.” Malakar wajahnya suram. “Sebelum Icepeak, aku punya asisten. Seorang jenius muda. Dia… terlalu antusias. Ketika aku ditangkap, dia menghilang.”
“Nama?”
“Vex. Tapi dia pasti ganti nama.”
Kaelan mengingat Commander Vex di pos perbatasan. Tapi bukan itu. “Deskripsi?”
“Remaja. Rambut merah. Mata hijau. [ALCHEMY APPRENTICE]—Sistem langka yang memungkinkan manipulasi zat pada tingkat molekuler.”
Alchemy Apprentice. Itu cocok.
“Kau punya ide di mana dia sekarang?” tanya Kaelan.
Malakar menggeleng. “Tapi ada cara untuk melacaknya. Void refinement meninggalkan… signature energi. Unik untuk setiap praktisi. Seperti sidik jari.”
“Dan kau bisa mengajarku mendeteksinya?”
“Bisa. Tapi butuh waktu. Dan… risiko.”
“Risiko apa?”
“Kau harus menyerap sedikit void energy murni. Untuk mengenali signature-nya.”
Kaelan ragu. Void corruption masih ada di dirinya, meski kecil (3.2%). Menambah lagi…
“Ada cara lain?” tanyanya.
“Tidak yang cepat.”
Kaelan mempertimbangkan. Jika Alchemist terus bekerja, lebih banyak orang akan terluka. Dia harus mengambil risiko.
“Lakukan.”
Malakar mengangguk, mengambil alat dari rak. Sebuah alat seperti syringe, tapi dengan crystal di ujungnya. “Ini ekstraktor. Aku akan ambil sedikit void energy murni dari sampelku sendiri. Lalu kau serap.”
Prosedurnya cepat. Malakar mengekstrak energi—cahaya ungu pucat, tidak gelap seperti void corruption. Kaelan menyentuhnya.
[CONTACT: REFINED VOID ENERGY]
[PURITY: 98%]
[ABSORPTION INITIATED…]
Energi masuk. Dingin, tapi tidak menyakitkan. Dan… informasi. Signature energi. Pola unik.
[SIGNATURE ACQUIRED: “VEX” PATTERN]
[TRACKING ENABLED: 500M RANGE]
Berhasil! Sekarang Kaelan bisa melacak signature ini.
“Terima kasih,” katanya pada Malakar.
“Jangan berterima kasih. Ini kesalahanku juga. Hentikan dia, Kaelan. Sebelum dia melakukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki.”
Kaelan mengangguk, lalu pergi.
Kembali di Archives, dia berkonsentrasi, mencari signature Vex. Dan dia merasakannya—lemah, jauh. Di… selatan. Dekat kota pelabuhan.
“Kita punya lokasi,” katanya pada tim. “Selatan. Kota pelabuhan.”
“Port Haven,” kata Thorne. “Kota perdagangan. Sempurna untuk bersembunyi.”
“Kita berangkat besok,” kata Elara. “Tim kecil. Kaelan, aku, Thorne. Garrick dan Lyra Junior tetap di sini untuk jaga Archives.”
“Kenapa aku tidak ikut?” protes Garrick.
“Karena jika ini jebakan, Archives tidak boleh tanpa perlindungan.”
Garrick mengangguk, meski tidak senang. “Baik. Tapi hati-hati.”
Malam itu, Kaelan mempersiapkan. Dia memeriksa corruption-nya—masih 3.2%. Penyerapan void energy murni tidak menambah corruption, tapi… mengubahnya sedikit. Sekarang ada dua jenis void energy dalam dirinya: corruption gelap dan energy murni.
Mungkin itu berguna.
Elara menemukannya di atap Archives, memandang bintang.
“Gugup?” tanyanya.
“Selalu,” jawab Kaelan. “Tapi kali ini… berbeda. Aku merasa seperti berburu seseorang yang seharusnya kita lindungi.”
“Vex adalah korban juga. Dia belajar dari Malakar, melihat kekuatannya, dan ingin menirunya. Tapi tanpa kebijaksanaan.”
“Seperti aku dulu,” kata Kaelan. “Ingin kekuatan, tanpa memahami konsekuensi.”
“Tapi kau belajar. Dia juga bisa.”
Mungkin. Tapi pertama, mereka harus menemukannya.
Dan menghentikannya sebelum lebih banyak orang terluka.
Besok, perjalanan ke Port Haven. Dan konfrontasi dengan Alchemist.
[END OF CHAPTER 21]
[WORD COUNT: 1,880]
[NEXT: BAB 22 – PORT HAVEN]