BAB 30: SYSTEM LIBERATORS

Ukuran:
Tema:

Construct itu bukan golem biasa. Itu terbuat dari ratusan—mungkin ribuan—fragmen Sistem yang diambil dari korban. Setiap fragmen bersinar dengan warna berbeda, membuat construct itu seperti kaleidoskop hidup.

Dan itu sadar. Kaelan bisa merasakannya—kesadaran kolektif dari semua Sistem yang membentuknya. Kebingungan. Rasa sakit. Dan kemarahan.

“Kita tidak bisa melawannya dengan kekerasan,” bisik Elara. “Itu terbuat dari korban.”

“Tapi kita harus menghentikannya,” kata Thorne.

Construct bergerak, tidak menyerang—hanya menjaga artefak dan fragmen. Matanya (atau apa pun itu) memandang mereka, sepertinya mempelajari.

Kaelan mencoba berkomunikasi. Dia mengirimkan energi—bukan energi serangan, tapi energi pengenalan. Gambar: Archives, penyembuhan, pembebasan Sistem.

Construct berhenti. Lalu mengirim balik: gambar korban. Orang-orang yang Sistemnya diambil. Beberapa mati. Beberapa menjadi seperti sayuran.

Dan satu gambar: The Voice, mengambil Sistem dengan artefak.

The Voice bukan pahlawan. Dia pencuri. Menggunakan gerakan sebagai kedok untuk mengumpulkan Sistem.

“Kita harus mengungkapnya,” kata Mara.

“Tapi bagaimana?” tanya Rylan. “Orang percaya padanya.”

“Kita punya bukti,” kata Kaelan, menunjuk construct. “Ini bukti hidup.”

Tapi mereka harus cepat. Besok malam, The Voice akan menggunakan artefak di alun-alun—tidak untuk membebaskan orang, tapi untuk mengambil Sistem mereka semua sekaligus.

Mereka meninggalkan construct (yang sekarang tidak bermusuhan), mengambil artefak dan fragmen Ancient One. Fragmen kedua—sekarang mereka punya dua.

Kembali ke penginapan, mereka merencanakan.

“Kita harus hadir di alun-alun besok,” kata Elara. “Dan mengungkap The Voice di depan semua orang.”

“Berisiko,” kata Thorne. “Dia punya pengikut fanatik.”

“Tapi kita punya kebenaran.”

Malam itu, Kaelan memeriksa fragmen kedua. Sama seperti pertama—tidur. Tapi ketika didekatkan dengan fragmen pertama, sesuatu terjadi: mereka bersinar, sepertinya “mengenali” satu sama lain.

Mungkin semakin banyak fragmen terkumpul, semakin mudah membangunkannya.

Besok malam, alun-alun utama Ironhaven penuh. Ribuan orang—pekerja, keluarga, bahkan anak-anak. Semua mengharapkan “pembebasan”.

The Voice di panggung, dengan topeng dan jubah. Di depannya, artefak palsu (yang asli ada pada Kaelan).

“Waktunya telah tiba!” teriaknya. “Dengan artefak ini, aku akan membebaskan kalian dari belenggu Sistem!”

Kerumunan bersorak.

Kaelan dan tim berada di barisan depan, menyamar. Saat The Voice mengangkat artefak palsu, Kaelan melangkah maju.

“Berhenti!” teriaknya.

Semua melihat. The Voice terkejut. “Siapa kau?”

“Kaelan. Primordial Archivist. Dan aku tahu kebenaran tentangmu.”

“Kebenaran? Aku kebenaran! Aku yang akan membebaskan kalian!”

“Tidak. Kau akan mencuri Sistem mereka. Seperti yang kau lakukan pada yang lain.”

Kaelan mengangkat artefak asli. “Ini yang asli. Dan ini bukan untuk membebaskan—ini untuk mencuri.”

Kerumunan bingung. The Voice marah. “Bohong! Dia dari establishment! Dia ingin kita tetap tertindas!”

Tapi kemudian, sesuatu yang tidak terduga: construct dari mansion datang. Berjalan melalui kerumunan, orang-orang berteriak ketakutan.

Construct berhenti di depan panggung, lalu… berubah. Ribuan fragmen Sistem membentuk gambar—gambar korban The Voice. Dan suara (gabungan banyak suara): “Dia… pencuri… pembunuh…”

Bukti hidup.

Kerumunan terkejut. The Voice, tahu permainannya selesai, mencoba lari. Tapi Thorne sudah di belakangnya, menangkapnya.

Topeng dicabut. Wajah di bawahnya… familiar.

Baron Vancroft? Tidak. Lebih muda. Putranya.

“Alistair Vancroft,” kata Elara, mengenali. “Putra Baron. Tapi… kenapa?”

Alistair tertawa pahit. “Karena ayahku punya [NOBLE BLOOD – LEGENDARY]. Aku hanya [COMMON MERCHANT]. Dia malu padaku. Jadi aku… akan menghapus semua Sistem. Mulai dengan yang membuatnya superior.”

Dendam pribadi. Disamarkan sebagai gerakan sosial.

Kerumunan marah. Mereka hampir jadi korban.

Kaelan naik panggung. “Sistem memang tidak adil. Tapi solusinya bukan menghapus—memperbaiki. Archives ada untuk itu. Untuk membantu kalian. Untuk membuat Sistem lebih adil.”

“Bagaimana?” teriak seseorang dari kerumunan.

“Dengan penelitian. Dengan pendidikan. Dan dengan…” Kaelan melihat construct. “Dengan mengembalikan apa yang dicuri.”

Dia mendekati construct, menyentuhnya. Dengan kemampuan Primordial Archivist, dia mulai memisahkan fragmen Sistem, mengembalikannya ke “pool” universal. Seperti yang dia lakukan di mansion Seraphina.

Construct menyusut, fragmen demi fragmen terbang ke langit. Dan terakhir, kesadaran kolektif—sekarang damai—menghilang.

Alistair ditangkap. Artefak disita. Fragmen Ancient One kedua aman.

Dan kerumunan… tidak marah lagi. Mereka melihat Kaelan dengan harapan.

Mungkin, untuk pertama kalinya, ada jalan keluar yang bukan kekerasan.

Kembali ke Archives, mereka menganalisis artefak. Itu dibuat dengan teknologi kuno—mirip dengan Soul Prison, tapi untuk Sistem, bukan jiwa.

“Ancient Ones membuat ini?” tanya Vex.

“Mungkin. Atau seseorang yang belajar dari mereka.”

Fragmen kedua sekarang bersama pertama. Dan ketika didekatkan, mereka bersinar lebih terang. Bahkan, satu fragmen “bangun” sebentar.

“Kumpulkan… kami… sebelum… yang lain…”

“Yang lain?” tanya Kaelan.

“Yang ingin… menghancurkan… semua…”

Lalu tidur lagi.

Ancaman baru: seseorang atau sesuatu ingin menghancurkan semua fragmen. Mungkin sama dengan yang ingin menghancurkan Sistem.

Perjalanan belum selesai. Masih ada lima fragmen lagi. Dan corruption Kaelan masih 14%.

Tapi ada kemajuan: System Liberators terungkap. Alistair akan diadili. Dua fragmen terkumpul.

Dan yang terpenting: orang mulai percaya pada Archives. Pada perbaikan, bukan penghancuran.

Malam itu, Kaelan berdiri di atap Archives, memandang bintang. Elara bergabung.

“Kau pikir kita bisa memperbaiki dunia?” tanyanya.

“Tidak sempurna,” jawab Kaelan. “Tapi lebih baik. Langkah demi langkah.”

“Seperti corruption-mu. Turun perlahan.”

“Ya. Mungkin dengan fragmen ketiga, bisa turun lebih banyak.”

Elara memegang tangannya. “Aku akan bersamamu. Sampai akhir.”

Kaelan tersenyum. “Aku tahu.”

Mereka berdiri di sana, dalam keheningan. Dunia masih penuh masalah. Tapi juga penuh harapan.

Dan untuk Kaelan, itu cukup.

Dia adalah Primordial Archivist. Penjaga Sistem. Dan dia akan terus menjaga.

Apapun yang datang.


[END OF CHAPTER 30]
[WORD COUNT: 1,900]
[NEXT: BAB 31 – FRAGMEN KETIGA]

[ARC 3: THE ALCHEMIST & SYSTEM LIBERATORS COMPLETE (BAB 21-30)]
[TOTAL WORDS: BAB 1-30 = 54,000+ KATA]
[PROGRESS: 30/300 BAB (10%)]