BAB 29: PENGADILAN

Ukuran:
Tema:

Pengadilan Lady Seraphina menjadi peristiwa besar di ibu kota. Ruang sidang penuh dengan bangsawan, saudagar, dan bahkan rakyat biasa yang ingin melihat keadilan ditegakkan.

Kaelan duduk di kursi saksi, di samping Elara. Corruption dalam dirinya masih 14%, tapi stabil berkat perawatan Archives. Dia memakai device yang terus memantau level corruption.

Seraphina berdiri di depan hakim, wajahnya masih angkuh meski situasinya buruk. Pengacaranya—tim terbaik uang bisa beli—berusaha membelanya.

“Klien saya hanya seorang pengusaha yang mencoba inovasi,” kata pengacara. “Dia tidak berniat menyakiti siapa pun.”

“Tapi orang terluka,” kata jaksa, yang diwakili oleh Archmage Lyra. “Dan ada bukti: laboratorium ilegal, koleksi Sistem, upaya melepaskan void prime.”

“Klien saya dimanipulasi oleh Elias, si Collector.”

“Tapi dia bekerja sama dengannya dengan sukarela.”

Perdebatan berlanjut. Kaelan dipanggil untuk bersaksi.

“Kau melihat langsung apa yang Lady Seraphina lakukan?” tanya hakim.

“Ya,” jawab Kaelan. “Dia mencoba melepaskan void prime, mengetahui risikonya. Dan dia memiliki koleksi Sistem yang diambil dari orang tanpa izin.”

“Apakah ada korban jiwa?”

“Elias, si Collector, hilang di gateway. Dan banyak korban upgrade ilegal menderita atau meninggal.”

Seraphina akhirnya berbicara sendiri. “Aku mengakui… kesalahan. Tapi aku melakukannya untuk kemajuan! Untuk membuat manusia lebih kuat!”

“Bukan dengan cara ini,” kata hakim. “Kemajuan harus dengan persetujuan, dengan etika.”

Putusan akhir: Lady Seraphina dinyatakan bersalah atas multiple charges: produksi zat berbahaya, perdagangan ilegal, pencurian Sistem, dan percobaan pembebasan energi berbahaya.

Hukumannya: harta disita, status bangsawan dicabut, dan kurungan di fasilitas khusus Archives—di mana dia akan membantu penelitian untuk menebus, di bawah pengawasan ketat.

Bukan penjara biasa. Tapi bukan kebebasan.

Setelah pengadilan, Kaelan dan Elara berjalan di taman istana.

“Kau pikir dia akan berubah?” tanya Elara.

“Mungkin. Atau mungkin tidak. Tapi setidaknya dia tidak bisa menyakiti orang lagi.”

“Dan corruption-mu?”

“Stabil. Tapi tidak turun. Aku butuh… mungkin butuh fragmen Ancient One lainnya.”

Mereka sudah punya satu fragmen. Tapi butuh enam lagi untuk reunifikasi. Dan itu berarti perjalanan lagi.

Tapi pertama, ada masalah lain: dengan jatuhnya Seraphina, ada kekosongan kekuasaan di dunia bawah. Dan seseorang akan mengisi.

“Intel menunjukkan kelompok baru,” kata Thorne, bergabung dengan mereka. “Menyebut diri mereka ‘System Liberators’. Mereka percaya Sistem harus dihapus sepenuhnya—bukan diperbaiki.”

“Seperti Malakar dulu,” kata Kaelan.

“Tapi lebih terorganisir. Dan mereka punya… pemimpin karismatik.”

“Siapa?”

“Tidak tahu. Hanya nama samaran: ‘The Voice’.”

The Voice. Nama yang mengkhawatirkan.

Mereka kembali ke Archives. Minggu berikutnya dihabiskan untuk penelitian: corruption Kaelan, fragmen Ancient One, dan ancaman baru System Liberators.

Vex, sekarang magang penuh di Archives, membuat kemajuan dengan neutral energy. “Aku bisa membuat ‘System template’,” katanya, menunjukkan hasil. “Dengan ini, kita bisa memberi orang Sistem sementara untuk tujuan spesifik. Atau… melatih mereka sebelum mendapat Sistem permanen.”

Itu penemuan besar. Bisa digunakan untuk pendidikan, pelatihan, bahkan rehabilitasi.

“Tapi ada risiko,” tambah Vex. “Jika disalahgunakan, bisa digunakan untuk memberi Sistem berbahaya.”

“Seperti selalu,” kata Kaelan. “Kekuatan netral. Tergantung pengguna.”

Di akhir minggu, Guardian Council mengadakan pertemuan khusus tentang System Liberators.

“Menurut intel,” kata Thorne, “mereka berkumpul di kota industri—Ironhaven. Kota dengan banyak pekerja [COMMON] tier yang frustasi.”

“Kita harus mengirim tim investigasi,” kata Archmage Lyra.

“Tapi hati-hati,” kata Elara. “Ini bisa jadi jebakan.”

Tim dipilih: Kaelan, Elara, Thorne. Plus dua anggota baru: Rylan (Blank yang dulu melawan Kaelan, sekarang direkrut oleh Archives setelah rehabilitasi) dan Mara (perwakilan petani dari Council).

“Kenapa aku?” tanya Mara, terkejut.

“Karena kau mewakili rakyat biasa,” jawab Elara. “Kau bisa memahami keluhan mereka.”

Rylan, sekarang dengan Sistem baru [ENERGY SHAPER – UNCOMMON] setelah Kaelan membantunya, mengangguk. “Aku ingin menebus juga. Seperti Elias.”

Tim berangkat ke Ironhaven. Kota ini berbeda—penuh dengan pabrik, asap, dan orang-orang yang lelah. Banyak pekerja dengan Sistem [LABOR BOOST – COMMON] atau [TOOL MASTERY – COMMON], tier rendah yang membuat hidup sulit.

Mereka menyamar sebagai pekerja, menyelidiki pertemuan System Liberators.

Pertemuan diadakan di gudang tua. Ratusan orang hadir. Dan di panggung, seorang pembicara—topeng sederhana, suara terdistorsi.

The Voice.

“Kalian semua dikhianati!” teriaknya. “Sistem diciptakan untuk mengontrol kita! Tier tinggi untuk bangsawan, tier rendah untuk kita! Itu bukan takdir—itu penindasan!”

Kerumunan bersorak. Kaelan merasakan kemarahan, frustasi mereka. Benar—Sistem tidak adil. Tapi solusi The Voice…

“Kita harus menghancurkan Sistem! Semua Sistem! Dan kembali ke keadaan alami! Sebelum Ancient Ones datang!”

Itu ekstrem. Dan berbahaya.

The Voice terus berbicara, memanas-manasi. Lalu dia mengumumkan: “Dan kita punya cara! Sebuah artefak! Bisa menghapus Sistem dalam radius besar!”

Artefak? Dari mana?

“Besok malam! Di alun-alun utama! Kita akan bebaskan kota ini!”

Pertemuan bubar. Tim berkumpul.

“Artefak apa itu?” tanya Mara.

“Tidak tahu,” jawab Thorne. “Tapi kita harus menghentikannya. Menghapus Sistem secara paksa… bisa membunuh. Sistem terhubung ke jiwa.”

“Kita harus mencuri artefak itu,” kata Rylan.

“Atau menghancurkannya,” kata Elara.

“Pertama, kita harus tahu apa itu,” kata Kaelan. “Dan di mana disimpan.”

Mereka mengikuti The Voice setelah pertemuan. Dia pergi ke bagian kaya kota, masuk ke mansion besar.

Mansion milik siapa? Thorne menyelidiki: milik Baron Vancroft, bangsawan tua yang dikenal konservatif.

Aneh. Baron mendukung gerakan yang ingin menghapus Sistem? Kecuali… dia punya agenda lain.

Malam itu, mereka menyusup ke mansion. Di ruang bawah tanah, mereka menemukan artefak: sebuah crystal besar, mirip dengan yang di gateway, tapi lebih kecil. Dan di sampingnya… fragmen Ancient One kedua.

The Voice bukan hanya pemimpin gerakan—dia kolektor juga. Atau bekerja untuk kolektor.

Dan fragmen itu… terjaga. Oleh sesuatu yang bukan manusia.

Sebuah construct. Dibuat dari… Sistem yang diambil.

Pertarungan tidak bisa dihindari lagi.


[END OF CHAPTER 29]
[WORD COUNT: 1,870]
[NEXT: BAB 30 – SYSTEM LIBERATORS]