BAB 28: GATEWAY

Ukuran:
Tema:

Crystal berisi Source void prime retak, dan cahaya ungu gelap keluar—tidak seperti void energy biasa. Ini lebih padat, lebih… hidup. Seperti memiliki kesadaran sendiri.

Seraphina tertawa. “Lihat! Kekuatan sejati!”

Tapi kemudian, sesuatu yang tidak dia harapkan terjadi: void prime tidak mengalir ke device-nya. Itu mengalir ke… Kaelan.

Karena corruption dalam dirinya menarik void prime seperti magnet.

“Tidak!” teriak Seraphina, tapi terlambat.

Void prime membanjiri Kaelan. Corruption melonjak: 11% → 15% → 20%!

Device di dadanya berbunyi—peringatan 15%—dan menyuntik penenang. Tapi tidak bekerja. Void prime terlalu kuat.

[WARNING: CRITICAL CORRUPTION]
[LEVEL: 25% AND RISING]
[EFFECT: PERSONALITY OVERRIDE IMMINENT]

Kaelan jatuh ke lututnya, berteriak kesakitan. Dunia berubah—warna memudar, suara terdistorsi. Dan suara bisikan sekarang berteriak.

“AKU! AKU! AKU!”

Elara berlari ke arahnya, tapi Thorne menahannya. “Jangan! Itu berbahaya!”

“Tapi Kaelan—”

“Bukan Kaelan lagi. Lihat!”

Kaelan berdiri. Tapi posturnya berbeda—lebih tegap, lebih… angkuh. Dan matanya—ungu gelap, bersinar.

“Kaelan?” tanya Elara, takut.

“Kaelan tidak di sini,” jawab suara yang bukan suara Kaelan. “Hanya kami. Void.”

Void telah mengambil alih? Atau corruption telah menjadi dominan?

Elias mendekat, meski lemah. “Aku… bisa membantu. Soul binding. Aku bisa mengikat void prime dalam dirinya.”

“Tapi kau sakit!” kata Vex.

“Justru karena aku sakit. Aku tahu cara mengikat jiwa—bahkan jiwa void.”

Elias mengangkat tangan, mengaktifkan [SOUL BINDER]. Cahaya putih keluar, membentuk rantai energi yang mencoba mengikat void prime dalam Kaelan.

Tapi void prime melawan. Rantai putus.

“Lemah!” teriak suara void. “Kami lebih kuat!”

Seraphina, yang melihat ini, mulai panik. “Ini bukan yang aku inginkan! Aku hanya ingin kekuatan, bukan… ini!”

Dia mencoba lari, tapi guardians batu menghalangi jalan. Mereka tidak bermusuhan—hanya mencegah siapa pun keluar.

Thorne punya ide. “Gateway! Ancient Ones datang melalui sini. Mungkin mereka tahu cara mengatasi void prime!”

“Tapi gateway tertutup!” kata Vex.

“Kita buka.”

“Berbahaya! Kita tidak tahu apa di sisi lain!”

Tapi tidak ada pilihan. Kaelan—atau void—mulai menyerang. Energi hitam menyerang mereka, memaksa mereka mundur ke gateway.

Elias mencoba lagi, kali ini dengan bantuan Vex. “Neutral energy! Berikan padaku!”

Vex memberikan botol neutral energy. Elias mencampurnya dengan kemampuan binding-nya, membuat rantai yang lebih kuat.

Rantai itu mengenai Kaelan, dan untuk sesaat, void prime tertekan. Kaelan asli muncul kembali.

“Elara…” suaranya lemah. “Tolong…”

“Kaelan! Lawan!”

“Aku… mencoba. Tapi… kuat.”

Corruption 30%. Hampir sepertiga jiwanya.

Thorne bekerja pada panel kontrol gateway. “Aku butuh waktu! Jauhkan dia!”

Elara dan Vex mencoba mengalihkan perhatian void. Tapi sulit—void prime memberi Kaelan kekuatan besar. Dia bisa melemparkan energi yang menghancurkan batu.

Guardians batu ikut membantu. Mereka membentuk perisai, melindungi tim.

Elias, dengan sisa kekuatannya, melakukan binding terakhir. “Aku akan mengikat void prime ke diriku sendiri. Mentransfer corruption.”

“Tapi kau akan mati!” teriak Vex.

“Sudah waktunya.” Elias tersenyum lemah. “Untuk menebus.”

Dia mengaktifkan binding maksimal. Rantai energi putih mengikat dia dan Kaelan.

[SOUL BINDING: VOID PRIME TRANSFER]
[SOURCE: KAELAN → ELIAS]
[SUCCESS: PARTIAL]

Corruption dalam Kaelan turun: 30% → 20%. Tapi dalam Elias, naik cepat. Wajahnya berubah—ungu, kesakitan.

“Terima kasih,” bisik Elias. “Sekarang… hancurkan aku.”

“Tidak!” kata Kaelan, sekarang lebih sadar. “Kita bisa menyembuhkanmu!”

“Tidak ada waktu. Dan… aku sudah siap.”

Elias mengarahkan tangan ke dirinya sendiri, mengumpulkan semua corruption. Lalu… ke gateway.

“Thorne! Buka gateway sekarang!”

Thorne menekan tombol terakhir. Gateway menyala—cahaya biru, berputar. Portal terbuka.

Elias melompat ke dalam portal, membawa semua corruption void prime.

“Tidak!” teriak Kaelan, mencoba menahannya, tapi terlambat.

Elias menghilang dalam portal. Dan portal… tertutup.

Gateway mati kembali.

Sunyi.

Kaelan jatuh, corruption sekarang 15%—stabil, tapi masih berbahaya. Elias… hilang. Mungkin mati. Mungkin terperangkap di sisi lain.

Seraphina, yang melihat semua ini, menangis. “Aku… aku tidak tahu akan seperti ini.”

“Kau tahu,” kata Elara, marah. “Kau hanya tidak peduli.”

Guardians batu mendekat, tidak bermusuhan lagi. Salah satu menyentuh Kaelan, dan energi penyembuhan mengalir—mengurangi corruption sedikit: 15% → 14%.

“Terima kasih,” kata Kaelan.

Guardian memberikan sesuatu: sebuah crystal kecil, berisi… memori. Memori Ancient Ones tentang void prime.

Dengan memori itu, Kaelan memahami: void prime adalah energi yang ditinggalkan Ancient Ones ketika mereka memurnikan dunia. Seperti limbah. Dan itu harus tetap tersegel.

Tapi sekarang, sebagian ada dalam dirinya. Dan sebagian… di sisi lain gateway, dengan Elias.

“Kita harus menutup gateway selamanya,” kata Kaelan.

“Tapi Elias…” kata Vex.

“Kita tidak bisa menyelamatkannya. Gateway terlalu berbahaya untuk dibiarkan terbuka.”

Mereka menggunakan panel kontrol untuk mengunci gateway. Tapi ada masalah: mengunci dari sini hanya sementara. Untuk mengunci permanen, harus dari kedua sisi.

“Jadi kita butuh seseorang di sisi lain,” kata Thorne.

“Atau… kita kirim sesuatu,” usul Elara. “Device pengunci.”

Vex melihat equipment mereka. “Kita punya neutral energy. Bisa dijadikan seal sementara. Tapi butuh waktu untuk membuat permanen.”

Mereka bekerja cepat. Vex dan Kaelan membuat seal dari neutral energy, diprogram untuk menguatkan diri dari waktu ke waktu, akhirnya menjadi permanen.

Seal ditempatkan di gateway. Gateway mulai tertutup, perlahan.

Tapi sebelum tertutup sepenuhnya, sesuatu datang dari sisi lain: sebuah pesan. Dalam bentuk energi.

Dari Elias.

“Kaelan… aku hidup. Di sisi lain. Tapi… berbeda. Void prime di sini… banyak. Tapi aku belajar mengontrol. Jangan buka gateway lagi. Selamanya.”

Dan sebuah gambar: Elias, sekarang dengan mata ungu, tapi sadar. Mengontrol corruption. Belajar.

Mungkin ada harapan untuknya.

Gateway tertutup. Seal bekerja.

Misi selesai. Tapi dengan harga: Elias hilang. Corruption Kaelan masih 14%. Dan Seraphina… harus diadili.

Mereka kembali ke Archives. Perjalanan pulang sunyi. Masing-masing memikirkan Elias, pengorbanannya.

Kaelan berjanji: dia akan menemukan cara menyembuhkan corruption sepenuhnya. Dan mungkin, suatu hari, membuka gateway lagi—dengan aman—untuk menyelamatkan Elias.

Tapi itu untuk masa depan.

Sekarang, ada pekerjaan lain: menangani Seraphina. Dan melanjutkan peran sebagai Penjaga.

Dengan corruption dalam dirinya sebagai pengingat konstan: kekuatan selalu datang dengan harga.

Dan kadang, harga itu dibayar oleh orang lain.


[END OF CHAPTER 28]
[WORD COUNT: 1,890]
[NEXT: BAB 29 – PENGADILAN]