BAB 34: INVASI
Kata: 1,880
Tanggal: 13 Maret 2026
Status: Draft 1
Pasukan hitam mendekat dengan cepat. Bukan berjalan—meluncur, seperti tidak menyentuh tanah. Dan ketika lebih dekat, Kaelan melihat: mereka bukan makhluk organik. Mereka construct, seperti yang di mansion, tapi lebih canggih, lebih seragam.
Dan di depan mereka, seorang komandan: manusia, tapi dengan modifikasi. Separuh wajahnya mekanik, mata merah.
“Serahkan fragmen,” katanya, suara robotik. “Atau hancur.”
Solarius berdiri tegak. “Kau siapa?”
“Kami The Reclaimers. Kami mengambil kembali apa yang milik pencipta kami.”
“Pencipta? Ancient Ones?”
“Bukan. Pencipta kami lebih tua. Lebih kuat.”
Lebih tua dari Ancient Ones? Itu tidak mungkin—atau mungkin mungkin.
Kaelan melangkah maju. “Fragmen adalah memori Ancient Ones. Untuk dipelajari, bukan untuk diambil.”
“Memori adalah kelemahan. Pencipta kami ingin menghapus semua kelemahan.”
Jadi mereka ingin menghancurkan fragmen. Tapi bukan seperti The Purifiers—mereka ingin menghancurkan untuk “menyempurnakan” sejarah.
“Kami tidak akan menyerahkannya,” kata Kaelan.
“Maka kami akan ambil.”
Pasukan menyerang. The Purifiers, meski tanpa Sistem, bertarung dengan teknologi kuno—sinar energi dari monolit, perisai force field.
Tapi The Reclaimers kuat. Construct mereka menyerap energi, menjadi lebih kuat. Dan komandan itu… punya kemampuan aneh: bisa “mematikan” teknologi dengan sentuhan.
Kaelan menggunakan kemampuan barunya dari tiga fragmen: [ANCIENT ENERGY SENSE]. Dia bisa melihat pola energi musuh—dan menemukan kelemahan: titik pusat di dada setiap construct.
“Serang titik di dada!” teriaknya.
Thorne, dengan kecepatan [SHADOW STEP], menghilang dan muncul di belakang construct, menyerang titik itu. Construct runtuh.
Tapi ada banyak. Ratusan.
Elara menggunakan [HEART READER] pada komandan. “Dia… tidak punya hati. Hanya mesin. Tapi ada… sisa manusia. Terperangkap.”
Jadi komandan itu manusia yang dimodifikasi? Atau manusia dalam tubuh mesin?
Kaelan mendekati komandan. “Kau siapa sebenarnya?”
“Unit Alpha-7. Tidak lebih.”
“Tapi kau pernah manusia.”
“Manusia adalah kelemahan. Sekarang aku sempurna.”
Tidak ada empati. Tidak ada keraguan.
Pertempuran sengit. The Purifiers kewalahan. Beberapa tewas. Solarius terluka, tapi masih memegang fragmen.
Kaelan tahu mereka tidak bisa menang dengan kekuatan. Dia butuh strategi lain.
Dia ingat monolit—mungkin bisa digunakan. “Solarius! Monolit punya pertahanan?”
“Ya! Tapi butuh waktu untuk mengaktifkan!”
“Kau aktifkan! Kami tahan mereka!”
Solarius lari ke monolit. Kaelan dan tim membentuk barisan, melindungi.
The Reclaimers fokus pada Solarius. Construct menyerbu.
Kaelan menggunakan semua kemampuannya: [BLADE DANCER] untuk menghindar, [ENERGY ABSORPTION] untuk menyerap serangan, bahkan reality editing kecil untuk mengubah tanah menjadi pasir hisap.
Tapi jumlah terlalu banyak. Satu construct menerobos, hampir mencapai Solarius.
Tiba-tiba, sesuatu dari langit: sinar energi, menghancurkan construct.
Mereka melihat ke atas: kapal. Bukan kapal biasa—kapal Archives.
Dan dari kapal, turun: Archmage Lyra, Garrick, dan pasukan Archives.
“Kami mendapat sinyal darurat dari device-mu,” kata Lyra melalui komunikator.
Tepat waktu.
Pasukan Archives bergabung pertempuran. Mereka punya equipment khusus—senjata energi yang efektif melawan construct.
Komandan The Reclaimers melihat, lalu… mundur. “Retreat. Mission belum selesai.”
Construct menarik diri, melarikan diri ke cakrawala.
Pertempuran berakhir. Tapi dengan korban: beberapa The Purifiers tewas, termasuk yang Kaelan kenal.
Solarius, terluka parah, memberikan fragmen keempat pada Kaelan. “Kau… benar. Kekerasan bukan jawaban.”
“Kau akan baik-baik saja,” kata Kaelan, mencoba menyembuhkannya.
“Tidak. Aku… sudah terlalu jauh.” Solarius melihat pengikutnya yang selamat. “Jaga mereka. Bantu mereka… menemukan jalan tengah.”
Dia meninggal.
Kaelan sedih. Solarius bukan musuh—dia orang yang percaya pada sesuatu, meski salah.
The Purifiers yang selamat sekarang tanpa pemimpin. Mereka bingung, takut.
Archmage Lyra mendekati. “Kami bisa bawa mereka ke Archives. Beri mereka pilihan: tetap tanpa Sistem, atau dapatkan Sistem yang aman.”
Itu solusi terbaik.
Mereka mengumpulkan yang selamat, membawa ke kapal. Monolit diamankan—akan diteliti.
Di kapal, Kaelan memeriksa fragmen keempat. Sekarang ada empat. Dan ketika didekatkan dengan tiga lainnya, mereka mulai menyatu lebih lanjut. Crystal sekarang seukuran bola basket.
Dan suara lebih jelas: “Musuh… Reclaimers… pelayan… dari Beyond…”
“Beyond?” tanya Kaelan.
“Tempat… sebelum Ancient Ones… pencipta pertama…”
Jadi ada pencipta sebelum Ancient Ones? Dan mereka mengirim The Reclaimers untuk “membersihkan” kegagalan Ancient Ones?
“Kenapa sekarang?” tanya Elara.
“Karena… kami hampir bangun… dan mereka takut…”
Takut Ancient Ones bangun dan… apa? Mengoreksi kesalahan mereka? Atau menghadapi kenyataan bahwa mereka ditinggalkan?
“Fragmen kelima,” kata suara. “Di… tempat terlupakan… di antara dunia…”
“Di mana tepatnya?”
“Tidak tahu… tersembunyi… oleh kami… dengan baik…”
Jadi bahkan Ancient Ones tidak tahu persis? Atau tidak ingat?
Kapal kembali ke Archives. The Purifiers dirawat, diberi pilihan. Sebagian memilih tinggal di Archives, belajar. Sebagian ingin kembali ke oasis, dengan perlindungan.
Fragmen keempat disimpan. Corruption Kaelan turun lagi: 12% → 10%. Empat fragmen bekerja.
Tapi ancaman baru: The Reclaimers. Mereka pasti akan kembali. Dan mungkin dengan kekuatan lebih besar.
Archmage Lyra mengadakan pertemuan darurat. “Kita butuh informasi tentang The Reclaimers. Dan tentang ‘Beyond’.”
“Ada tempat,” kata Garrick. “The Forgotten Library. Perpustakaan kuno yang menyimpan pengetahuan dari sebelum Ancient Ones. Tapi… sulit dijangkau. Dan berbahaya.”
“Kenapa berbahaya?” tanya Thorne.
“Karena dijaga oleh… sesuatu yang bukan makhluk. Sesuatu yang memakan pengetahuan.”
Kaelan memutuskan: “Kita harus pergi ke sana. Untuk fragmen kelima, dan untuk informasi.”
Tim dipersiapkan: Kaelan, Elara, Thorne, Vex (untuk teknologi kuno), dan Garrick (karena dia tahu tentang perpustakaan).
Perjalanan ke The Forgotten Library akan panjang. Dan mungkin lebih berbahaya dari apapun yang mereka hadapi sebelumnya.
Karena ini bukan lagi tentang menyelamatkan dunia dari kesalahan Ancient Ones.
Ini tentang memahami bahwa ada sesuatu yang lebih tua, lebih kuat.
Dan bahwa mereka mungkin bukan pencipta pertama.
Mungkin hanya salah satu dari banyak.
[END OF CHAPTER 34]
[WORD COUNT: 1,880]
[NEXT: BAB 35 – THE FORGOTTEN LIBRARY]