Bab 14: Echoes of a Future Past
Hembusan angin sepoi-sepoi membelai wajah Lin Feng, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang baru saja diguyur hujan. Matahari pagi menyelinap melalui celah-celah kanopi hutan, menciptakan pola cahaya yang menari-nari di atas tanah berumput. Untuk sesaat, segala sesuatu terasa begitu normal—terlalu normal bagi seseorang yang baru saja mengalami perjalanan melintasi dua abad waktu.
“Lin Feng?” Suara Xue Ling terdengar serak di sampingnya. “Kita… berhasil?”
Lin Feng mengangguk perlahan, matanya masih memindai sekeliling dengan waspada. Sistem duplikasi jiwanya telah aktif sepenuhnya, memindai lingkungan dengan frekuensi rendah yang hampir tak terdeteksi. “Sepertinya iya. Tapi ada yang berbeda.”
“Berbeda bagaimana?” Xue Ling bangkit berdiri, tangannya masih memegang erat Soul Harmonizer yang baru mereka temukan.
“Getaran energi spiritual di sini… lebih murni. Lebih sedikit polusi.” Lin Feng menutup matanya, membiarkan persepsi jiwanya merambah keluar. “Seperti mendengarkan musik klasik setelah bertahun-tahun hanya mendengar noise elektronik.”
Xue Ling mengerutkan kening. “Aku tidak merasakan perbedaan yang signifikan.”
“Itu karena kamu terbiasa dengan getaran zaman kita.” Lin Feng membuka matanya kembali, sorotannya tajam. “Sistemku mendeteksi perbedaan frekuensi dasar sebesar 0,003 hertz. Kecil, tapi signifikan bagi yang memahami fisika getaran.”
Mereka berjalan perlahan menuju tepi hutan. Di kejauhan, bentuk bangunan-bangunan Sword Dragon Sect terlihat samar-samar. Tapi bukan Sword Dragon Sect yang mereka kenal. Tempat ini lebih kecil, lebih sederhana. Dindingnya belum setinggi dan sekuat yang mereka ingat, dan jumlah paviliunnya jauh lebih sedikit.
“Dua ratus tahun…” bisik Xue Ling, matanya berkaca-kaca. “Ini seperti melihat foto lama kakek buyutmu saat dia masih muda.”
Lin Feng mengaktifkan modul analisis temporal sistemnya. “Berdasarkan tingkat perkembangan arsitektur dan kepadatan energi spiritual, perkiraanku tentang pergeseran waktu tampaknya akurat. Kita benar-benar berada sekitar 200 tahun sebelum zaman kita.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Xue Ling, suaranya penuh kekhawatiran. “Jika kita bertemu dengan diri kita sendiri di masa depan—atau lebih tepatnya, dengan leluhur kita—apakah itu akan menciptakan paradoks?”
Lin Feng tersenyum tipis. “Itu pertanyaan yang bagus. Tapi berdasarkan teori multiverse yang kupelajari di dunia sebelumnya, kemungkinan besar kita tidak akan ‘mengubah’ masa lalu kita sendiri. Kita mungkin telah memasuki cabang timeline yang berbeda.”
“Multiverse?” Xue Ling mengernyit. “Kamu dan kata-kata anehmu lagi.”
“Bayangkan ada banyak dunia paralel,” jelas Lin Feng sambil terus berjalan. “Setiap keputusan menciptakan cabang baru. Dengan datang ke sini, kita mungkin telah melompat ke salah satu cabang itu.”
Sistem duplikasi jiwa Lin Feng tiba-tiba memberikan peringatan. [Deteksi: Sinyal jiwa familiar dalam jarak 500 meter. Frekuensi cocok dengan catatan: Sage Ming Yue – versi muda]
Lin Feng menghentikan langkahnya secara tiba-tiba. “Xue Ling, bersiap-siap. Ada seseorang yang datang.”
Dari balik pepohonan, muncul seorang pemuda dengan pakaian sederhana namun bermartabat. Wajahnya masih muda—mungkin baru berusia awal dua puluhan—tapi matanya memiliki kedalaman yang tidak sesuai dengan usianya. Itu adalah Sage Ming Yue, tapi versi yang jauh lebih muda dari guru yang Xue Ling kenal.
“Para pengembara,” sapa pemuda itu dengan suara yang tenang namun berwibawa. “Dari mana asalmu? Aku tidak mengenali pakaianmu.”
Xue Ling hampir saja memanggilnya “Guru”, tapi Lin Feng dengan cepat memegang lengannya sebagai isyarat untuk diam.
“Kami dari negeri jauh,” jawab Lin Feng dengan hati-hati. “Sedang dalam perjalanan ziarah spiritual.”
Pemuda itu mengamati mereka dengan cermat. Matanya berhenti pada Soul Harmonizer yang masih dipegang Xue Ling. “Alat itu… ada getaran yang aneh. Seperti sesuatu yang seharusnya belum ada di zaman ini.”
Lin Feng merasakan detak jantungnya semakin kencang. Sage Ming Yue muda ternyata sudah memiliki persepsi yang sangat tajam. “Ini adalah pusaka keluarga kami. Turun-temurun.”
“Bolehkah aku melihatnya?” tanya pemuda itu dengan sopan tapi penuh rasa ingin tahu.
Xue Ling ragu-ragu, tapi Lin Feng mengangguk halus. Saat Sage Ming Yue muda mengambil Soul Harmonizer, sesuatu yang aneh terjadi. Alat itu tiba-tiba bersinar dengan cahaya lembut, dan wajah pemuda itu berubah.
“Getaran jiwamu…” bisiknya, matanya terbuka lebar. “Kalian berdua… kalian bukan dari zaman ini, bukan?”
Lin Feng dan Xue Ling saling memandang. Kebenaran telah terungkap lebih cepat dari yang mereka perkirakan.
“Bagaimana kamu tahu?” tanya Lin Feng, sambil bersiap untuk segala kemungkinan.
Sage Ming Yue muda mengembalikan Soul Harmonizer. “Aku telah mempelajari seni jiwa sejak kecil. Getaran jiwamu memiliki… resonansi temporal yang tidak selaras dengan zaman ini. Seperti dua nada yang dimainkan dalam kunci yang berbeda.”
Dia duduk di atas batu besar, mengisyaratkan mereka untuk melakukan hal yang sama. “Ceritakan padaku. Dari masa depan yang seperti apa kalian datang?”
Lin Feng mempertimbangkan situasinya. Mengungkapkan terlalu banyak bisa berbahaya, tapi menyembunyikan kebenaran dari Sage Ming Yue—bahkan yang muda—tampaknya tidak mungkin. “Kami dari sekitar 200 tahun di masa depan. Kami terdampar di sini karena kecelakaan dengan formasi teleportasi.”
Sage Ming Yue muda mengangguk, seperti menerima informasi yang masuk akal. “Dan di masa depan… apa yang terjadi padaku? Pada dunia seni jiwa?”
Xue Ling tidak bisa menahan diri lagi. “Guru… maksudku, Sage Ming Yue… di masa kami, kamu adalah guru terhebat dalam seni jiwa. Tapi ada organisasi bernama Balance Keepers—atau Soul Severers, seperti yang mungkin kamu kenal—yang memburu para praktisi seni jiwa.”
Wajah Sage Ming Yue menjadi serius. “Soul Severers… aku pernah mendengar nama itu. Kelompok fanatik yang percaya bahwa penguasaan jiwa yang terlalu dalam akan mengganggu keseimbangan dunia.”
“Di masa kami, mereka hampir membunuh kami,” kata Lin Feng. “Kami melarikan diri ke sini sebagai upaya terakhir.”
Sage Ming Yue muda berdiri dan berjalan mondar-mandir, tampak sedang memproses informasi. “Ini… menarik. Kalian membawa pengetahuan dari masa depan. Tapi juga bahaya.”
“Danger?” tanya Xue Ling. “Apa maksudmu?”
“Jika Soul Severers mengetahui tentang kalian,” jelas Sage Ming Yue, “mereka tidak hanya akan memburu kalian, tapi mungkin juga mengubah pendekatan mereka berdasarkan pengetahuan tentang masa depan yang kalian bawa.”
Lin Feng mengerti. “Kami bisa menjadi katalis untuk perubahan yang bahkan lebih besar dari yang kami perkirakan.”
“Tepat,” kata Sage Ming Yue. “Kalian perlu integrasi yang hati-hati. Dan aku mungkin bisa membantu.”
“Mengapa kamu mau membantu kami?” tanya Lin Feng dengan curiga.
Karena di matamu,” jawab Sage Ming Yue dengan jujur, “aku melihat potensi yang belum pernah kulihat sebelumnya. Dan alat itu—Soul Harmonizer—memiliki getaran yang sangat mirip dengan teori yang sedang kukembangkan tentang penyelarasan jiwa universal.”
Dia mengulurkan tangannya. “Bersamaku, kalian akan aman. Aku bisa mengajarkan kalian dasar-dasar seni jiwa zaman ini, dan kalian… kalian bisa memberitahuku tentang masa depan. Pertukaran yang adil, bukan?”
Lin Feng memandang Xue Ling, yang mengangguk pelan. Mereka memang membutuhkan sekutu, dan siapa yang lebih baik dari Sage Ming Yue muda sendiri?
“Kami setuju,” kata Lin Feng, menjabat tangan yang diulurkan. “Tapi ada satu kondisi. Kami tidak boleh mengungkapkan terlalu banyak tentang masa depan yang spesifik. Risiko paradoks terlalu besar.”
“Bijaksana,” puji Sage Ming Yue. “Sekarang, ikutlah denganku. Aku akan membawamu ke tempat yang aman.”
Saat mereka berjalan menyusuri jalan setapak menuju Sword Dragon Sect yang masih muda, Lin Feng merasakan getaran aneh dari sistem duplikasi jiwanya. Seperti ada sesuatu—atau seseorang—yang mengamati mereka dari kejauhan. Tapi ketika dia memindai area tersebut, tidak ada yang terdeteksi.
“Ada masalah?” tanya Sage Ming Yue, memperhatikan ekspresi Lin Feng.
“Mungkin hanya bayangan,” jawab Lin Feng, tapi dalam hatinya, dia tahu: petualangan mereka di masa lalu baru saja dimulai, dan bahaya mungkin sudah mengintai di balik bayang-bayang zaman ini.
Sementara itu, jauh di dalam hutan, sepasang mata yang tak terlihat mengamati mereka pergi. Mata itu milik seseorang yang getaran jiwanya begitu halus sehingga hampir menyatu dengan alam sekitar. Seseorang yang telah mengawasi Sage Ming Yue muda untuk waktu yang lama… dan sekarang memiliki minat baru pada para pendatang dari masa depan.