Bab 6: Reruntuhan Tersembunyi dan Warisan yang Terkunci

Ukuran:
Tema:

Beberapa hari berlalu setelah misi pengawalan. Alfayd melanjutkan rutinitasnya: berlatih dengan kelompok di pagi hari (di mana ia dengan sengaja menahan diri untuk tampak biasa saja), kemudian menyelinap ke Hutan Bayangan untuk berburu dan latihan intensif di sore hari. Namun, seperti yang ia duga, monster-monster biasa di hutan itu mulai memberikan hasil yang semakin mengecewakan. Seekor Serigala Batu yang dulu memberinya 8 poin, sekarang hanya memberi 2 atau 3 poin. Tubuhnya telah beradaptasi, dan ia membutuhkan sumber energi yang lebih padat.

Suatu sore, saat ia sedang mengikuti jejak sekelompok Babi Hutan Berduri yang lebih besar, sistem tiba-tiba berbunyi dengan nada yang berbeda—lebih mendesak.

[Peringatan Tinggi: Mendeteksi anomali spasial dan konsentrasi energi alam yang sangat tinggi. 800 meter barat daya dari posisi host. Sumber energi tidak stabil, berfluktuasi antara tingkat rendah dan menengah. Kemungkinan: Segel yang melemah, formasi energi alami, atau reruntuhan kuno.]

Reruntuhan kuno? Jantung Alfayd berdebar kencang. Dalam cerita-cerita yang ia dengar, reruntuhan kuno sering menyimpan harta, teknik yang hilang, atau sumber energi murni. Tapi juga penuh dengan jebakan dan bahaya.

“Tunjukkan jalannya,” perintahnya dalam hati.

Mini-map di sudut pandangnya menampilkan jalur berkelok-kelok menuju sebuah area yang sebelumnya selalu ia hindari—Lembah Kabut, daerah yang dianggap angker oleh penduduk klan karena kabut tebal yang selalu menyelimutinya dan cerita tentang orang yang hilang di dalamnya.

Dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan, Alfayd menyusuri jalur itu. Semakin mendekati Lembah Kabut, udara menjadi lebih dingin dan lembap. Pepohonan menjadi lebih jarang, digantikan oleh batu-batu besar berlumut dan tumbuhan paku yang aneh. Kabut putih tipis mulai melayang di antara pepohonan, membatasi pandangan.

[Energi alam meningkat 300%. Kondisi lingkungan: Kelembapan ekstrem, visibilitas rendah. Ada sisa-sisa formasi ilusi dasar.]

Formasi ilusi? Jadi, kabut ini bukan sepenuhnya alami. Seseorang atau sesuatu di masa lalu menempatkan perlindungan di sini.

Alfayd melangkah lebih pelan, mengaktifkan semua indranya. Sistem pemindaiannya menjadi tidak stabil di dalam kabut, jangkauannya menyusut menjadi hanya 20 meter.

Tiba-tiba, di depan matanya, kabut seolah membentuk sebuah jalan batu yang jelas, mengarah ke sebuah gerbang batu yang megah. Tapi sesuatu terasa salah. Instingnya, yang diperkuat oleh naluri berburu dari Macan Tutul Bayangan, berteriak bahwa itu jebakan.

“Sistem, analisis visual di depan.”

[Menganalisis… Deteksi ilusi visual tingkat rendah. Jalan dan gerbang itu tidak nyata. Jalur sebenarnya ada 5 meter di sebelah kiri, berupa celah sempit di antara batu.]

Alfayd mengikuti petunjuk sistem. Ia mengabaikan ilusi yang menarik itu dan meraba-raba di sebelah kiri. Benar, ada celah sempit yang hampir tertutup tumbuhan merambat. Ia menyibaknya dan menyusup masuk.

Di balik celah itu, pemandangan berubah drastis. Kabut menghilang. Ia berada di sebuah lembah kecil yang tertutup, dikelilingi tebing curam. Di tengah lembah, terdapat struktur batu yang runtuh sebagian—sebuah paviliun atau kuil kecil yang telah hancur dimakan waktu. Dinding-dindingnya ditutupi lumut dan akar, tetapi di bagian tengahnya, terdapat sebuah altar batu yang masih utuh. Di atas altar itu, sebuah batu kristal berwarna biru kehijauan sebesar kepalan tangan tertanam, memancarkan cahaya redup yang berdenyut-denyut seperti jantung.

[Target: Inti Energi Bumi Hijau (Terkunci)]
[Kelas: Sumber Energi Alam Tingkat 2 (Terdegradasi)]
[Status: Terkunci oleh segel sisa. Energi terperangkap dan tidak stabil.]
[Nilai Penyerapan Potensial: 150-200 Poin Energi Langit (jika segel dibuka).]
[Peringatan: Segel yang rusak dapat meledak jika disentuh tanpa hati-hati. Ada mekanisme pertahanan sisa.]

150 hingga 200 poin! Itu setara dengan puluhan monster kelas rendah atau belasan bandit! Tapi terkunci dan berbahaya.

Alfayd mendekati altar dengan hati-hati. Di sekeliling altar, ia melihat pola-pola ukiran yang sudah kabur di lantai batu—sebuah formasi segel. Beberapa bagian formasi itu retak, menyebabkan energi dari batu kristal bocor keluar, menciptakan kabut ilusi di luar dan fluktuasi energi yang dideteksi sistem.

“Bagaimana cara membuka segel ini, Sistem?”

[Menganalisis pola segel… Segel Penahan Energi Sederhana (Tingkat Pemula). Prinsip: Mengunci energi dalam wadah dengan pola aliran tertutup. Retakan pada pola telah menciptakan kebocoran.]
[Rekomendasi 1: Memperbaiki retakan dengan energi host untuk menstabilkan, lalu menyerap energi secara terkontrol. Risiko: Memerlukan kendali energi yang presisi. Kegagalan dapat memicu ledakan kecil.]
[Rekomendasi 2: Memaksa membuka dengan menghancurkan titik pusat segel. Risiko: Ledakan energi tidak terkendali, kemungkinan besar menghancurkan sumber energi dan melukai host.]
[Rekomendasi 3: Meninggalkan area. Energi akan terus bocor dan habis dalam beberapa bulan/tahun.]

Alfayd mengamati formasi itu. Rekomendasi 1 adalah yang paling masuk akal, tapi berisiko. Ia belum pernah mencoba memanipulasi energi eksternal seperti ini. Tapi 200 poin adalah godaan yang terlalu besar.

“Aku coba Rekomendasi 1. Bimbing aku, Sistem.”

[Mengaktifkan Mode Bimbingan Presisi. Host diminta mengalirkan Qi ke ujung jari telunjuk kanan.]

Alfayd duduk bersila di depan altar, menenangkan pikiran. Ia mengalirkan Qi melalui kelima meridiannya, memusatkannya di ujung jari telunjuknya. Di pandangannya, sistem memproyeksikan gambar formasi segel dengan titik-titik retak yang menyala merah.

[Titik retak pertama: 2 cm di kiri atas pusat. Sentuh dengan Qi dan isi dengan energi host secara perlahan, stabil.]

Dengan tangan yang sedikit gemetar (lebih karena antisipasi daripada takut), Alfayd menyentuh titik retak pertama. Saat ujung jarinya menyentuh batu dingin, ia merasakan tarikan yang kuat dari formasi itu. Qi-nya mulai mengalir keluar. Ia berusaha mengendalikan alirannya, membuatnya stabil dan halus.

Prosesnya lambat dan melelahkan secara mental. Butuh konsentrasi penuh. Setelah sepuluh menit, retakan pertama terisi, menyala sebentar lalu padam, menyatu dengan formasi.

[Titik retak kedua: 5 cm di kanan bawah…]

Satu per satu, Alfayd memperbaiki retakan. Keringat membasahi pelipisnya. Pengendalian Qi seperti ini jauh lebih sulit daripada menggunakannya untuk menyerang. Tapi ia merasakan pemahamannya tentang energi semakin dalam. Setelah hampir satu jam, semua retakan kecil terisi. Tinggal satu retakan besar, berbentuk seperti pecahan, di dekat pusat formasi.

[Retakan utama. Peringatan: Retakan ini terhubung langsung ke Inti Energi. Aliran energi tidak stabil. Prosedur khusus diperlukan: Isi retakan dengan Qi, lalu secara bersamaan tarik sedikit energi dari inti untuk menyeimbangkan sebelum menutup sepenuhnya. Waktu kritis: 3 detik setelah mulai menarik.]

Ini bagian tersulit. Alfayd menarik napas dalam-dalam. “Ayo.”

Ia menempatkan jarinya di ujung retakan besar, mulai mengalirkan Qi. Saat retakan terisi separuh, sistem memberi tanda. [“Sekarang! Tarik!”]

Alfayd, dengan mental yang tegang, membalik aliran Qi-nya sejenak, menarik sedikit energi dari batu kristal biru kehijauan itu.

Zzzzt!

Sebuah aliran energi hijau yang terang menyambar dari inti ke jarinya. Rasanya seperti tersengat listrik yang sangat kuat, tapi juga penuh dengan vitalitas murni. Ia berusaha menahannya, tidak membiarkannya membanjiri tubuhnya. Sesuai instruksi, tepat setelah menarik, ia kembali mengalirkan Qi-nya untuk menyelesaikan pengisian retakan.

Dengung…

Formasi segel di lantai menyala dengan cahaya hijau redup sejenak, lalu padam. Pola-pola ukiran yang sebelumnya retak kini terlihat utuh, meski masih tua. Energi liar yang sebelumnya bocor ke udara tiba-tiba menghilang. Kabut di luar lembah, meski tidak bisa ia lihat, sepertinya mulai menyusut.

Batu kristal di atas altar sekarang bersinar dengan cahaya yang stabil dan tenang, tidak lagi berdenyut-denyut tak menentu.

[Segel berhasil distabilkan. Inti Energi Bumi Hijau sekarang dalam keadaan terkunci aman. Energi dapat diserap dengan aman.]
[Apakah host ingin menyerap sekarang?]

“Ya,” jawab Alfayd, hampir tidak sabar.

[Memulai penyerapan dari sumber energi alam murni…]

Kali ini, prosesnya berbeda. Tidak ada akar energi yang kasar. Sebaliknya, batu kristal itu seolah meleleh menjadi kabut hijau bercahaya yang halus, mengalir ke arah Alfayd dan diserap melalui pori-porinya. Energinya terasa segar, bersih, dan penuh kehidupan—sangat kontras dengan energi gelap monster atau energi kacau manusia.

Ia merasakan setiap sel tubuhnya bersorak. Meridian-meridiannya yang terbuka melebar, menyerap energi ini dengan lahap. Bahkan meridian-meridian yang masih tertutup terasa berdenyut, seolah siap untuk pecah.

Proses penyerapan berlangsung hampir lima belas menit. Saat cahaya hijau terakhir terserap, batu kristal itu berubah menjadi batu biasa berwarna abu-abu dan retak, lalu hancur menjadi debu.

[Penyerapan selesai.]
[+188 Poin Energi Langit.]
[Berhasil menyerap: Energi Bumi Murni (Tingkat 2).]
[Efek Utama: Memperkuat fondasi tubuh secara signifikan, membersihkan semua ketidakmurnian dalam meridian, mempercepat regenerasi sel, meningkatkan afinitas dengan energi alam.]
[Efek Sekunder: Membuka potensi meridian tersembunyi.]
[Energi dimurnikan dan diedarkan…]
[Meridian Terbuka: 5 → 8!]
[Realm: Tubuh Baja Lapis 7 → Tubuh Baja Lapis 9 (Puncak)!]
[Peringatan: Energi berlebih terdeteksi. Host mendekati batas bottleneck menuju Realm Qi Murni. Disarankan untuk mengkonsolidasi sebelum mencoba terobosan.]

Alfayd membuka mata. Dunia terlihat… berbeda. Warna-warna lebih hidup, detail lebih tajam. Ia bisa mendengar detak jantung serangga kecil di tanah, merasakan aliran angin yang paling lembut di kulitnya. Tubuhnya terasa ringan namun padat berisi, penuh dengan kekuatan yang terkendali.

Delapan meridian! Dan Tubuh Baja Lapis 9, puncak dari realm pertama! Hanya satu langkah lagi menuju Qi Murni, realm yang benar-benar berbeda di mana Qi dapat dikeluarkan dari tubuh dan digunakan untuk jurus-jurus yang lebih kuat.

Dan poin energinya… 188 ditambah sisa 85 adalah 273 Poin Energi Langit! Kekayaan yang luar biasa.

Dia berdiri, dan tanpa sengaja, ia melompat. Tubuhnya melayang ke atas, mencapai ketinggian yang sebelumnya mustahil—hampir menyentuh dahan pohon setinggi lima meter di tepi lembah. Ia mendarat dengan lembut, hampir tidak bersuara.

“Ini… ini luar biasa,” gumamnya.

Tapi kegembiraannya dibayangi oleh peringatan sistem. Bottleneck. Untuk melangkah dari Tubuh Baja ke Qi Murni, bukan sekadar masalah mengumpulkan energi. Diperlukan pemahaman, pencerahan, dan konsolidasi yang kuat. Banyak praktisi terjebak di sini seumur hidup.

Ia memeriksa reruntuhan kuil kecil itu sekali lagi. Mungkin ada sesuatu yang lain. Dengan penglihatannya yang lebih tajam, ia melihat ada tulisan kecil yang nyaris terhapus di sisi altar. Bahasa kuno, tapi sistem menerjemahkannya.

[“Tempat Meditasi Jing Wei. Yang mencari kedamaian, silakan. Yang mencari kekuatan, ingatlah bahwa fondasi adalah segalanya.”]

Jing Wei? Itu nama yang tidak asing. Dalam legenda setempat, Jing Wei adalah seorang pertapa bijak yang hidup ratusan tahun yang lalu, dikenal karena pengendalian diri dan pengetahuannya yang dalam tentang fondasi tubuh.

Mungkin ini bukan tempat harta, tapi tempat latihan. Dan pesannya jelas: fondasi adalah segalanya. Itu sejalan dengan peringatan sistem untuk mengkonsolidasi.

Alfayd memutuskan untuk tidak langsung kembali. Ia duduk lagi di depan altar, kali ini untuk bermeditasi, merasakan dan mengkonsolidasi energi baru yang membanjiri tubuhnya. Ia mengedarkan Qi melalui delapan meridiannya, merasakan alirannya yang sekarang lebih lancar dan kuat. Ia membersihkan setiap saluran, memadatkan Qi di pusat tubuhnya (calon Lautan Qi).

Beberapa jam berlalu. Saat ia membuka mata lagi, matahari sudah mulai turun, menerangi lembah dengan cahaya keemasan. Ia merasa lebih stabil, lebih terkendali.

Sebelum pergi, ia menjelajahi sisa reruntuhan. Di balik puing-puing, ia menemukan sebuah kotak batu kecil yang tersembunyi. Di dalamnya, bukan harta atau teknik, tetapi sebuah jimat batu sederhana berbentuk lingkaran dengan ukiran pola yang mirip dengan formasi segel tadi.

[Item: Jimat Penstabil Energi (Tingkat Rendah)]
[Efek: Dapat membantu menstabilkan Qi saat meditasi, sedikit meningkatkan kecepatan pemulihan energi. Dapat digunakan sebagai kunci untuk formasi sederhana.]

Alfayd menyimpannya. Mungkin berguna.

Dia meninggalkan Lembah Kabut. Kabut di luar telah menghilang sepenuhnya, menyisakan hutan yang biasa. Tempat ini telah kehilangan sumber energinya, dan mungkin tidak akan “angker” lagi.

Perjalanan pulang terasa sangat cepat dengan tubuh barunya. Saat ia mendekati kompleks klan, ia melihat kerumunan di halaman depan. Ada kereta yang lebih mewah, dengan lambang yang tidak ia kenal—sebuah bunga teratai dengan pedang melintang.

Orang asing.

Alfayd menyelinap melalui pintu belakang menuju gubuknya. Ia perlu menyembunyikan peningkatan drastisnya ini. Dengan kendali barunya, ia bisa menekan aura energinya untuk terlihat seperti masih di sekitar Lapis 5-6. Tapi delapan meridian terbuka akan sulit disembunyikan jika ada yang memeriksa secara langsung.

Malam itu, saat ia sedang mempraktikkan kendali energi dengan Jimat Penstabil, seseorang mengetuk pintunya dengan gentar.

“Kak Alfayd?” suara Lira.

Alfayd membuka pintu. Lira terlihat sangat gugup. “Ada… ada tamu penting. Dari Sekte Bunga Teratai Berduri. Mereka sedang mengunjungi sekte-sekte dan klan kecil di wilayah ini. Katanya… katanya mereka mencari murid baru yang berbakat!”

Sekte Bunga Teratai Berduri. Itu adalah sekte menengah yang cukup terkenal di wilayah ini, lebih kuat dari Klan Al-Farid. Jika mereka merekrut, itu adalah kesempatan besar untuk meninggalkan lingkungan klan yang sempit ini, mendapatkan sumber daya dan teknik yang lebih baik.

Tapi itu juga berarti lebih banyak mata yang mengawasi, lebih banyak orang yang mungkin menemukan rahasianya.

“Kapan?” tanya Alfayd.

“Besok! Akan ada tes bakat untuk semua muda-mudi di bawah 18 tahun! Kak Alfayd, kau harus ikut! Dengan kemajuanmu, kau mungkin punya kesempatan