BAB 11: KEMBALI KE IBU KOTA

Ukuran:
Tema:

Perjalanan kembali ke ibu kota terasa berbeda dari pergi. Kaelan tidak lagi anak desa yang gugup—dia sekarang Royal System Specialist, pahlawan Oakhaven, dan anggota Primordial Task Force. Tapi yang lebih penting, dia merasa… milik.

Timnya berkuda di sampingnya: Elara dengan senyum lega, Garrick dengan lengan masih di sling tapi wajah tegar, Lyra Junior dengan ekspresi penuh semangat, dan Thorne yang seperti biasa, diam dan waspada.

“Kau berbeda,” kata Elara saat mereka beristirahat di siang hari. “Lebih… tenang.”

“Atau lebih lelah,” bercanda Kaelan, tapi dia tahu Elara benar. Pertempuran di Oakhaven mengubahnya. Dia telah melihat kematian, menyelamatkan hidup, dan hampir kehilangan nyawanya sendiri. Itu membuat perspektif berubah.

“Echo-nya bagaimana?” tanya Lyra Junior, penasaran. “Setelah pertempuran besar seperti itu…”

Kaelan berpikir. Echo dari pertempuran itu kuat: ketakutan warga desa, kemarahan Golem, bahkan… keputusasaan Voidlings? Ya, ada rasa itu—keputusasaan. Seperti mereka tidak punya pilihan.

“Banyak,” jawabnya akhirnya. “Tapi aku belajar mengelolanya.”

“Bagus.” Lyra Junior mengangguk. “Aku baca teori bahwa echo kuat bisa jadi… gateway. Untuk memahami musuh lebih dalam.”

Gateway? Mungkin. Tapi untuk sekarang, echo hanya beban yang harus ditanggung.

Malam kedua perjalanan, mereka berkemah di dekat sungai. Thorne mengambil jaga pertama, dan Kaelan bergabung dengannya.

“Kau kenal Malakar,” kata Kaelan, bukan pertanyaan.

Thorne mengangguk. “Dulu. Dia… seperti ayah bagi ku. Sebelum semuanya berubah.”

“Kenapa berubah?”

Thorne diam lama. “Dia punya anak. Putri. Sistemnya… cacat. [FRAGILE CONSTRUCT – COMMON TIER]. Sistem yang membuatnya sakit sepanjang waktu. Dia mencoba segalanya untuk menyembuhkannya, tapi tidak bisa.”

Kaelan mengerti. “Jadi dia mulai membenci Sistem.”

“Tepat. Dia lihat Sistem sebagai… lotre kejam. Beberapa dapat yang kuat, sehat. Yang lain dapat yang lemah, menyakitkan. Dan tidak ada yang bisa mengubahnya.” Thorne melihat api. “Jadi dia putuskan: jika tidak bisa diperbaiki, lebih baik dihapus.”

“Tapi dia tidak menghapus—dia mengorupsi.”

“Karena dia tidak bisa menghapus. Sistem Primordial terlalu kuat. Jadi dia ciptakan Voidlings—makhluk yang bisa mengorupsi, mengubah Sistem menjadi energi gelap. Dan mungkin… suatu hari nanti, energi itu bisa digunakan untuk ‘memperbaiki’ Sistem yang cacat.”

Itu masuk akal. Tapi masih salah. “Dia menyakiti banyak orang untuk mencoba menyelamatkan satu orang.”

“Ya.” Thorne melihat Kaelan. “Tapi kau harus pahami: dia tidak lihat mereka sebagai orang. Dia lihat mereka sebagai… korban yang diperlukan. Untuk tujuan yang lebih besar.”

Kaelan mengerti. Itu membuat Malakar lebih berbahaya—dia percaya dia benar.

“Kau pikir kita bisa selamatkan dia?” tanya Kaelan.

“Kau bisa coba. Tapi… siap untuk kemungkinan lain.”

Kemungkinan lain: membunuhnya. Kaelan tidak yakin bisa melakukan itu.

Mereka tiba di ibu kota keesokan harinya. Kota terasa sama, tapi Kaelan melihatnya dengan mata baru. Dia bukan pengunjung lagi—dia bagian dari ini.

Mereka langsung ke Royal Institute. Archmage Lyra menunggu di pintu.

“Selamat kembali,” katanya, memeriksa mereka. “Oakhaven?”

“Selamat,” jawab Elara. “Berkat Kaelan.”

Lyra mengangguk, lalu melihat Kaelan. “Level 4. Cepat. Tapi echo-ku lihat… banyak trauma.”

“Kau bisa lihat echo?” tanya Kaelan terkejut.

“[SYSTEM ANALYST] level tinggi. Aku bisa lihat residu energi.” Lyra menunjuk ke dalam. “Masuk. Kita perlu bicara.”

Di ruangannya, Lyra menunjukkan mereka ke kursi. “Selama kalian pergi, ada perkembangan. Scout kami di Frozen North melaporkan aktivitas meningkat di Icepeak Citadel. Malakar mempersiapkan sesuatu besar.”

“Seperti apa?” tanya Garrick.

“Ritual. Untuk… ‘memperbaiki’ Sistem Primordial. Tapi menurut perhitungan kami, ritual itu akan menghancurkan semua Sistem yang ada, bukan memperbaikinya.”

Kaelan membeku. “Semua Sistem?”

“Ya. Setiap manusia dengan Sistem akan menjadi Blank. Atau lebih buruk.”

Itu bencana. Ratusan ribu, mungkin jutaan orang.

“Kapan?” tanya Elara.

“Bulan purnama berikutnya. Dua minggu dari sekarang.”

Dua minggu. Sangat sedikit waktu.

“Kita harus pergi sekarang,” kata Garrick.

“Tidak.” Lyra menggeleng. “Kita tidak siap. Icepeak Citadel dijaga oleh pasukan Voidlings, trap, dan cuaca ekstrem. Kita butuh persiapan.”

“Persiapan apa?” tanya Kaelan.

“Pertama, pelatihan intensif untukmu, Kaelan. Kau harus mencapai minimal Level 10 sebelum konfrontasi. Kedua, equipment—kita butuh artifact anti-void. Ketiga, informasi—kita butuh peta citadel, jebakan, pertahanan.”

Itu banyak. Tapi dua minggu…

“Kita bisa lakukan,” kata Elara, tegas. “Kita harus.”

Lyra mengangguk. “Aku sudah atur jadwal. Besok, Kaelan mulai pelatihan dengan battle mages. Garrick, kau dengan blacksmith untuk equipment. Elara, kau dengan intel division. Lyra Junior dan Thorne, kalian dengan preparation team.”

Semua mengangguk. Tidak ada waktu untuk istirahat.

Kaelan kembali ke kamarnya di Institute. Dia lelah, tapi tidak bisa tidur. Dua minggu. Level 4 ke Level 10. Itu besar.

Dia duduk, meditasi. Mencoba mengelola echo dari Oakhaven. Ada banyak: ketakutan, rasa sakit, tapi juga… harapan. Warga desa yang diselamatkan mengirim echo harapan padanya. Itu aneh—echo positif.

Mungkin itu kuncinya. Tidak semua echo buruk. Beberapa bisa jadi kekuatan.

Dia mencoba sesuatu: fokus pada echo harapan, bukan mencoba menekannya. Membiarkannya mengalir, tapi mengarahkannya.

[ECHO MANAGEMENT IMPROVED]
[SKILL: ECHO CHANNELING UNLOCKED]
[EFFECT: USE POSITIVE ECHO FOR TEMPORARY BUFFS]
[DURATION: 5 MINUTES]
[COOLDOWN: 1 HOUR]

Baru! Dia bisa menggunakan echo untuk buff. Itu… berguna.

Ada ketukan di pintu. Elara.

“Tidak bisa tidur?” tanyanya, masuk.

“Terlalu banyak pikiran.”

Elara duduk di sampingnya. “Aku juga.” Dia diam sejenak. “Ayahku… raja… dia bilang sesuatu padaku. Tentang misi ini.”

“Apa?”

“Dia bilang… jika kita gagal, kerajaan akan jatuh. Bukan secara fisik, tapi… secara spiritual. Tanpa Sistem, apa kita masih manusia?”

Pertanyaan berat. Tapi Kaelan punya jawaban. “Kita lebih dari Sistem kita.”

“Kau yakin?”

“Ya. Lihat Blank—mereka masih manusia. Tersiksa, tapi manusia.”

Elara mengangguk. “Aku harap kau benar.” Dia melihat Kaelan. “Ada lagi. Ayahku tawarkan… hadiah. Untukmu. Jika misi sukses.”

“Hadiah apa?”

“Gelar bangsawan. Tanah. Apa pun yang kau mau.”

Kaelan tertawa. “Aku tidak butuh itu.”

“Tapi kau pantas.”

“Mungkin. Tapi pertama, kita harus sukses.”

Elara tersenyum. “Kau selalu praktis.” Dia berdiri. “Istirahatlah. Besok hari panjang.”

Dia pergi, dan Kaelan akhirnya tidur. Tapi mimpinya aneh: tentang Icepeak Citadel, tentang Malakar, tentang ritual. Dan tentang sesuatu yang lain—suara. Suara kuno, berbicara dalam bahasa yang tidak dia pahami.

[DREAM SEQUENCE DETECTED]
[CONTENT: PRIMORDIAL MEMORY FRAGMENT]
[TRANSLATION ATTEMPT… FAILED]
[REQUIRED: ANCIENT LANGUAGE KNOWLEDGE]

Dia terbangun dengan kepala pusing. Primordial memory? Apa artinya?

Tidak ada waktu untuk memikirkannya. Hari sudah pagi, dan pelatihan menunggu.

Di training ground Institute, tiga battle mages menunggu: seorang wanita dengan [BLADE DANCER – RARE], pria dengan [EARTH SHAPER – UNCOMMON], dan wanita lain dengan [LIGHTNING CALLER – RARE].

“Kaelan,” kata Blade Dancer. “Kami di sini untuk bantu kau mencapai Level 10 dalam dua minggu. Siap?”

Kaelan mengangguk. “Siap.”

“Bagus. Hari ini: combat absorption. Kau akan belajar menyerap Sistem saat bertarung.”

Itu… menantang. Tapi Kaelan siap.

Pertarungan dimulai. Dan untuk pertama kalinya, Kaelan tidak hanya bertahan—dia menyerang, dengan tujuan belajar, bukan hanya menang.

Perjalanan ke Level 10 dimulai. Dan waktu terus berjalan.

Dua minggu sampai kiamat Sistem.


[END OF CHAPTER 11]
[WORD COUNT: 1,820]
[NEXT: BAB 12 – PELATIHAN INTENSIF]