BAB 12: PELATIHAN INTENSIF

Ukuran:
Tema:

Hari pertama pelatihan hampir menghancurkan Kaelan.

Blade Dancer—yang memperkenalkan dirinya sebagai Sera—bergerak terlalu cepat untuk diikuti. Setiap kali Kaelan berpikir dia memiliki posisi, dia sudah di belakangnya, pisau kayu (untuk latihan) menepuk punggungnya.

“[BLADE DANCER] memberiku kecepatan dan presisi,” kata Sera setelah Kaelan jatuh untuk kesepuluh kalinya. “Tapi kau punya keuntungan: kau bisa menyerap kecepatanku.”

“Bagaimana?” tanya Kaelan, terengah-engah.

“Dengan sentuhan. Atau… dengan proximity.” Sera berhenti. “[DESTINY ABSORBER] bisa menyerap dari jarak dekat, bukan? Coba rasakan energiku. Tarik sedikit.”

Kaelan mencoba. Dia mengaktifkan Energy Sense, merasakan denyut energi Sera—cepat, tajam, seperti pisau. Dia membayangkan menarik benang dari itu.

[PARTIAL ABSORPTION ATTEMPT…]
[TARGET: MINOR SPEED BOOST (FROM BLADE DANCER)]
[SUCCESS: 20%]

Sedikit kecepatan masuk ke dirinya. Dia merasa lebih ringan, lebih cepat. Tapi juga… echo. Sera memiliki disiplin militer, fokus tajam, sedikit kesombongan.

“Bagus!” kata Sera. “Sekarang, gunakan itu.”

Kaelan mencoba bergerak. Dan dia lebih cepat! Tidak secepat Sera, tapi cukup untuk hampir menghindari serangan berikutnya.

“Lagi!” perintah Sera.

Kaelan menarik lebih banyak. 40%. 60%. Kecepatannya meningkat, tapi echo juga—sekarang dia merasakan ambisi Sera, keinginan untuk menjadi yang terbaik, bahkan dengan mengorbankan yang lain.

[WARNING: ECHO OVERLOAD]
[SERA’S AMBITION MIXING WITH HOST PERSONALITY]

Kaelan berhenti, goyah. “Terlalu… banyak.”

“Kontrol!” teriak Sera. “Kau harus belajar mengambil tanpa tenggelam!”

Tapi sulit. Echo Sera kuat, dominan. Kaelan merasa seperti ingin bersaing, ingin menang dengan cara apa pun—perasaan yang bukan miliknya.

Dia mematikan absorption, mengembalikan kecepatan. Echo memudar perlahan.

“Bagus untuk pertama kali,” kata Earth Shaper—pria itu, namanya Borin. “Sekarang, coba dengan ku. [EARTH SHAPER] lebih… stabil.”

Borin mengangkat tangan, dan tanah di bawah mereka bergetar. Lalu dinding batu kecil muncul dari tanah.

“Serap ketahanan,” kata Borin. “Kekuatan bumi.”

Kaelan mencoba. Energi Borin berbeda—lambat, stabil, kuat. Seperti gunung. Dia menarik.

[PARTIAL ABSORPTION: EARTH ENDURANCE]
[SUCCESS: 50%]
[ECHO: BORIN’S PATIENCE, STUBBORNNESS]

Kaelan merasa lebih berat, lebih kokoh. Tapi juga… lebih keras kepala. Borin tidak mudah berubah pikiran. Itu echo yang lebih mudah dikelola—kurang invasif.

“Gunakan untuk bertahan,” kata Borin, dan menyerang dengan pukulan batu.

Kaelan mengangkat lengan, dan pukulan itu terasa seperti tepukan, bukan pukulan. Dia hampir tidak bergerak.

“Hebat!” kata Lightning Caller—wanita itu, Aria. “Sekarang coba milikku. Tapi hati-hati—[LIGHTNING CALLER] punya echo… intens.”

Aria mengangkat tangan, dan kilat kecil melompat di antara jarinya. Energinya berbeda lagi—spontan, tidak terduga, berbahaya.

Kaelan menarik sedikit.

[PARTIAL ABSORPTION: MINOR LIGHTNING ASPECT]
[SUCCESS: 30%]
[ECHO: ARIA’S IMPULSIVENESS, CREATIVE CHAOS]

Dia merasa… spontan. Ingin melakukan sesuatu tanpa berpikir. Jari-jarinya kesemutan dengan energi listrik.

“Coba lepaskan,” kata Aria.

Kaelan mengarahkan tangan, membayangkan kilat. Dan kilat kecil—sangat kecil—melompat ke target kayu, membuatnya hangus.

[SKILL UNLOCKED: ELEMENTAL ASPECT ABSORPTION]
[EFFECT: TEMPORARILY GAIN ELEMENTAL PROPERTIES]
[DURATION: BASED ON ABSORPTION PERCENTAGE]

Itu baru. Dia bisa menyerap aspek elemental.

Tapi tiga echo sekaligus—Sera’s ambition, Borin’s stubbornness, Aria’s impulsiveness—itu terlalu banyak. Kaelan pusing, jatuh ke lututnya.

“Cukup untuk hari ini,” kata Sera. “Kau belajar cepat, tapi butuh kontrol lebih.”

Kaelan mengangguk, terlalu lelah untuk bicara.


Minggu pertama pelatihan brutal. Setiap hari, Kaelan berlatih dengan tiga battle mages, belajar menyerap aspek berbeda: kecepatan, ketahanan, elemental, bahkan persepsi (dari mage lain dengan [ENHANCED SENSES]).

Setiap malam, dia meditasi, belajar mengelola echo. Dia menemukan trik: echo bukan musuh. Mereka data. Informasi. Dan dia bisa… mengarsipkannya.

[SKILL IMPROVED: ECHO MANAGEMENT LEVEL 2]
[EFFECT: CREATE MENTAL ARCHIVES FOR ECHO]
[CAPACITY: 10 ECHO FRAGMENTS]

Dengan mental archives, dia bisa menyimpan echo tanpa membiarkannya mempengaruhinya. Seperti memindahkan file ke folder terpisah.

Di akhir minggu pertama, dia mencapai Level 5.

[DESTINY ABSORBER – LEVEL 5]
[NEW CAPABILITY: SIMULTANEOUS SYSTEM USE (2 ACTIVE)]
[NEW SKILL: ECHO FILTERING]

Simultaneous system use! Itu berarti dia bisa menggunakan dua Sistem aktif sekaligus. Dan echo filtering membantunya memblokir echo yang tidak diinginkan.

Di minggu kedua, pelatihan berubah. Sekarang bukan hanya absorption, tapi combat application.

“Kau akan bertarung melawan kami,” kata Sera. “Dan kau harus menyerap kemampuan kami saat bertarung.”

Itu jauh lebih sulit. Menyerap saat diam satu hal. Menyerap saat menghindar, menyerang, bertahan—itu lain.

Pertarungan pertama, Kaelan kalah dalam tiga puluh detik.

Kedua, satu menit.

Ketiga, dua menit.

Dia belajar. Cepat.

Di hari kesepuluh, sesuatu terjadi. Saat menyerap dari Aria, dia tidak sengaja menarik terlalu banyak—bukan hanya aspek lightning, tapi… core dari [LIGHTNING CALLER].

[ACCIDENTAL CORE ABSORPTION DETECTED]
[TARGET: LIGHTNING CALLER SYSTEM]
[ABSORPTION: 15%]
[WARNING: PERMANENT SYSTEM FRAGMENT ACQUIRED]

Permanent? Itu berarti dia sekarang memiliki sebagian kecil [LIGHTNING CALLER] selamanya. Tidak perlu menyerap lagi—itu bagian dari dirinya.

Aria terkejut. “Aku… kehilangan sebagian Sistemku.”

“Maaf!” kata Kaelan, panik.

“Tidak, tidak apa-apa.” Aria memeriksa interface-nya. “Hilang 15% efisiensi. Tapi… itu bisa tumbuh kembali.” Dia melihat Kaelan. “Kau bisa menyerap Sistem secara permanen.”

Itu… menakutkan. Jika dia tidak hati-hati, dia bisa mengambil Sistem orang sepenuhnya.

“Kau harus belajar kontrol lebih baik,” kata Sera, serius. “Atau kau akan menjadi monster yang ditakuti semua orang.”

Kaelan tahu itu benar. Tapi dia juga melihat potensi: jika dia bisa mengambil sebagian kecil dari banyak Sistem, dia bisa menjadi… lengkap. Memiliki banyak kemampuan.

Tapi dengan risiko kehilangan dirinya dalam echo.

Di hari kedua belas, Archmage Lyra mengunjungi training ground.

“Progress?” tanyanya.

“Level 6,” jawab Kaelan. “Tapi aku khawatir tentang permanent absorption.”

Lyra mengangguk. “Itu risiko. Tapi juga kekuatan. Kau bisa menjadi… kolektor Sistem. Tapi kau harus pilih dengan bijak. Sistem apa yang pantas menjadi bagian permanen darimu?”

Itu pertanyaan filosofis. Apa yang mendefinisikan dirinya? Sistem apa yang selaras dengan jiwanya?

Kaelan tidak tahu. Tapi dia punya dua hari lagi sebelum berangkat.

Malam terakhir sebelum keberangkatan, Elara menemukannya di atap Institute, memandang bintang.

“Gugup?” tanyanya.

“Takut,” jawab Kaelan jujur. “Takut menjadi seperti Malakar. Takut mengambil terlalu banyak, kehilangan diriku.”

“Kau tidak akan.”

“Bagaimana kau tahu?”

“Karena kau peduli. Malakar tidak peduli pada orang yang dia sakiti. Kau peduli. Itu membuat semua perbedaan.”

Mungkin. Tapi Kaelan masih ragu.

“Ada sesuatu,” kata Elara. “Aku dapat informasi dari intel. Tentang ritual Malakar.”

“Apa?”

“Dia tidak hanya ingin menghapus Sistem. Dia ingin… menggantinya. Dengan sesuatu yang lain.”

“Seperti apa?”

“Tidak tahu. Tapi intel bilang dia temukan sesuatu di Icepeak Citadel. Artefak kuno. Dari sebelum Sistem.”

Sebelum Sistem? Itu mustahil. Sistem ada sejak manusia ada.

Atau… mungkin tidak.

Kaelan mengingat mimpinya—suara kuno, bahasa tidak dikenal. Primordial memory.

Mungkin ada sesuatu sebelum Sistem. Dan Malakar menemukannya.

“Kita harus berhenti dia,” kata Kaelan.

“Kita akan.” Elara menepuk bahunya. “Istirahatlah. Besok kita berangkat.”

Kaelan melihat bintang lagi. Dua minggu pelatihan. Level 6. Banyak kemampuan baru.

Tapi apakah cukup?

Dia tidak tahu. Tapi dia harus mencoba.

Karena jika tidak dia, siapa lagi?


[END OF CHAPTER 12]
[WORD COUNT: 1,890]
[NEXT: BAB 13 – INTEL TENTANG ICEPEAK CITADEL]