BAB 24: KEMBALI KE ARCHIVES

Ukuran:
Tema:

Kembali ke Primordial Archives terasa seperti pulang ke rumah—tapi rumah yang sekarang penuh dengan tanggung jawab baru. Korban dari Port Haven dibawa melalui portal, dirawat oleh tim medis Archives. Vex, sekarang dengan status “magang terbatas”, membantu dengan pengetahuan alchemy-nya.

Pertemuan Guardian Council diadakan segera setelah kedatangan mereka. Semua anggota hadir, termasuk dua perwakilan rakyat yang tampak khawatir.

“Lady Seraphina,” kata Archmage Lyra, setelah mendengar laporan. “Dia selalu ambisius. Tapi ini… ekstrem bahkan untuk standarnya.”

“Kami punya bukti,” kata Thorne, menaruh dokumen di meja. “Catatan keuangan, surat, bahkan blueprint untuk laboratorium lain.”

“Berapa banyak?” tanya Garrick.

“Tiga kapal lain yang dikonfirmasi. Mungkin lebih.”

Elara menggeleng. “Ayahku—raja—tidak akan senang mendengar ini. Seraphina adalah donor besar untuk kerajaan.”

“Dan itu membuatnya sulit disentuh,” tambah perwakilan petani, Mara. “Orang kaya selalu punya perlindungan.”

“Tapi tidak dari Archives,” kata Kaelan. “Kami tidak tunduk pada politik uang.”

“Benar,” kata Archmage Lyra. “Tapi kita harus hati-hati. Seraphina punya pengaruh. Jika kita bergerak terlalu cepat, dia bisa memutar narasi—membuat kita terlihat seperti penindas.”

Itu masalah politik yang Kaelan tidak siap hadapi. Dia lebih suka menghadapi monster daripada politisi.

“Ada cara lain,” usul Lyra Junior. “Daripada konfrontasi langsung, kita bisa… sabotase diam-diam. Hancurkan operasinya tanpa menyebut namanya.”

“Spionase?” tanya Thorne, tertarik.

“Lebih seperti… intervensi preventif. Kita tahu lokasi kapalnya. Kita bisa kirim tim, hancurkan laboratorium, tapi buat seperti kecelakaan.”

Kaelan tidak nyaman dengan ide itu. “Itu tidak transparan.”

“Tapi efektif,” kata Garrick. “Dan kadang, dalam perang, kita harus menggunakan cara tidak konvensional.”

Perdebatan berlanjut. Akhirnya, mereka memutuskan pendekatan ganda: secara resmi, Archives akan mengeluarkan peringatan tentang “upgrade Sistem ilegal” dan menawarkan amnesti bagi yang melapor. Secara tidak resmi, tim khusus akan menyabotase operasi Seraphina.

“Tim khusus,” kata Elara, melihat Kaelan. “Kau, aku, Thorne. Plus… Vex.”

“Vex?” protes Garrick. “Dia masih tersangka!”

“Tapi dia tahu paling banyak tentang operasi Seraphina,” kata Kaelan. “Dan dia ingin menebus.”

Setelah pertemuan, Kaelan menemui Vex di laboratorium sementara Archives. Remaja itu sedang menganalisis sampel neutral primordial energy yang dibawa dari The Crimson Tide.

“Ini menarik,” kata Vex tanpa menoleh. “Energi ini… seperti canvas kosong. Bisa dijadikan apa saja.”

“Kau pikir bisa digunakan untuk memperbaiki Sistem?” tanya Kaelan.

“Lebih dari itu. Bisa digunakan untuk… enhancement aman. Tapi butuh penelitian.”

“Dan kau ingin memimpin penelitian itu?”

Vex berbalik. “Aku… layakkah? Setelah yang aku lakukan?”

“Kesalahan adalah pelajaran. Yang penting apa yang kau lakukan setelahnya.”

Vex diam sebentar. “Malakar bilang hal yang sama. Tapi lihat bagaimana dia berakhir.”

“Malakar tidak punya pengawasan. Kau punya. Aku akan mengawasimu. Archives akan mengawasimu. Itu bedanya.”

Vex mengangguk. “Baik. Aku akan membantu. Tapi… ada sesuatu yang harus kuberitahu.”

“Apa?”

“Seraphina… dia tidak hanya jual upgrade Sistem. Dia juga… koleksi Sistem.”

“Koleksi?”

“Ya. Sistem langka. Dia membeli—atau mencuri—Sistem dari orang, menyimpannya dalam artefak, lalu… menjual ke kolektor.”

Kaelan merasa mual. “Itu seperti perbudakan.”

“Lebih buruk. Sistem adalah bagian dari jiwa. Mengambilnya… itu menyiksa.”

Itu harus dihentikan. Sekarang.

“Kau tahu di mana dia simpan koleksinya?” tanya Kaelan.

“Di mansionnya. Tapi dijaga ketat. Dan… ada rumor. Dia punya bodyguard dengan Sistem unik. [SYSTEM NULLIFIER].”

System Nullifier? Sistem yang bisa menonaktifkan Sistem lain? Itu berbahaya—terutama untuk Kaelan yang bergantung pada Sistemnya.

“Kita butuh persiapan ekstra,” kata Kaelan.

Malam itu, dia berlatih. Tidak dengan battle mages, tapi dengan kemampuan barunya. Reality editing masih terbatas—hanya bisa mengubah benda kecil, untuk waktu singkat. Tapi mungkin cukup.

Dia juga bereksperimen dengan neutral primordial energy. Seperti kata Vex, itu seperti canvas kosong. Dia mencoba “menggambar” Sistem sederhana di atasnya—[MINOR HEALING]. Dan berhasil! Tapi hanya sementara.

[NEUTRAL ENERGY IMPRINTING SUCCESSFUL]
[TEMPORARY SYSTEM: MINOR HEALING]
[DURATION: 1 HOUR]

Itu penemuan besar! Dengan ini, dia bisa memberi orang Sistem sementara, untuk tujuan spesifik. Atau… meminjamkan kemampuan.

Tapi ada risiko: jika digunakan berlebihan, neutral energy bisa habis. Dan dia tidak tahu cara memproduksinya lagi—hanya dapat dari menetralisir void essence.

Keesokan harinya, tim khusus berkumpul: Kaelan, Elara, Thorne, dan Vex (dengan pengawasan ketat).

“Target: mansion Seraphina di bukit utara kota,” kata Thorne, menunjukkan peta. “Menurut intel, koleksi Sistem di ruang bawah tanah khusus.”

“Pertahanan?” tanya Elara.

“Lapisan. Pertama, penjaga biasa. Kedua, trap magic. Ketiga, automated defense. Keempat, System Nullifier.”

“Kita punya rencana untuk System Nullifier?” tanya Vex.

“Kaelan akan tangani,” kata Elara. “Dengan kemampuan barunya.”

Kaelan mengangguk, meski tidak yakin. System Nullifier bisa menonaktifkan [PRIMORDIAL ARCHIVIST]. Tapi mungkin tidak bisa menonaktifkan reality editing—karena itu bukan Sistem biasa, tapi kemampuan bawaan dari First Seed.

Mereka berangkat malam itu. Mansion Seraphina besar, megah, dengan taman luas dan dinding tinggi. Tapi bagi Thorne, itu bukan halangan.

Dia menghilang, muncul di dalam, membuka gerbang samping untuk yang lain.

Lapisan pertama: penjaga. Thorne melumpuhkan mereka dengan cepat, diam-diam.

Lapisan kedua: trap magic. Vex, dengan pengetahuan alchemy, mengenali pola energi. “Ini trap elemental. Api, es, listrik. Tapi ada pola—kita bisa lewati dengan tidak menyentuh lantai tertentu.”

Mereka mengikuti instruksi Vex, melewati trap dengan selamat.

Lapisan ketiga: automated defense—golem batu yang aktif saat mereka mendekat. Tapi Kaelan punya ide: menggunakan reality editing untuk mengubah batu menjadi… pasir.

[REALITY EDITING: STONE → SAND]
[DURATION: 30 SECONDS]

Golem runtuh menjadi tumpukan pasir.

“Hebat,” bisik Vex, terkesan.

Dan akhirnya, lapisan keempat: ruang bawah tanah. Pintu besi besar. Dan di depannya, seorang pria. Besar, diam, dengan mata kosong.

System Nullifier.

Pria itu melihat mereka. “Pulang. Atau kehilangan Sistem kalian.”

Kaelan melangkah maju. “Kami di sini untuk koleksi ilegal.”

“Peringatan terakhir.”

Kaelan merasakan sesuatu—gelombang energi yang mencoba “mematikan” Sistemnya. Tapi [PRIMORDIAL ARCHIVIST] tidak mati—hanya… tertekan. Seperti suara yang diredam.

Tapi reality editing masih bekerja. Dia fokus pada pria itu, mencoba mengedit… Sistemnya sendiri? Tidak, itu terlalu berisiko. Sebagai gantinya, dia mengedit lingkungan—membuat lantai menjadi licin.

[REALITY EDITING: FLOOR → ICE]

Pria itu terpeleset, jatuh. Gelombang nullification terputus.

Thorne menggunakan kesempatan, melumpuhkannya dengan cepat.

“Bagus,” kata Elara. “Tapi cepat—dia mungkin punya backup.”

Mereka membuka pintu besi. Dan di dalam…

Ruang besar. Rak-rak dengan bola crystal, masing-masing berisi cahaya warna berbeda—Sistem yang disimpan. Puluhan. Mungkin ratusan.

Dan di tengah, sebuah altar. Dengan sesuatu yang lebih besar: sebuah crystal raksasa, berisi… bukan Sistem. Sesuatu yang lain.

Kaelan mendekat. Crystal itu berisi… bayangan. Seperti manusia, tapi tidak utuh. Dan dia merasakan energi darinya—energi kuno.

[ARTIFACT DETECTED: SOUL PRISON]
[CONTENTS: ANCIENT ONE FRAGMENT]
[WARNING: EXTREME DANGER]

Ancient One? Terperangkap?

Lalu suara. Dari crystal. “Akhirnya… seseorang datang.”

Dan crystal mulai retak.


[END OF CHAPTER 24]
[WORD COUNT: 1,870]
[NEXT: BAB 25 – SOUL PRISON]