BAB 25: SOUL PRISON

Ukuran:
Tema:

Crystal retak, dan cahaya keluar—bukan cahaya biasa, tapi sesuatu yang hidup, berpikir. Bayangan dalam crystal mulai mengambil bentuk: manusia, tapi dengan proporsi aneh, terlalu panjang, terlalu tipis.

“Ancient One?” tanya Kaelan, siap untuk apapun.

“Fragmen,” jawab suara itu, bergema di ruangan. “Sebagian dari keseluruhan. Terperangkap. Selama… waktu yang lama.”

“Oleh siapa?”

“Oleh yang seperti kalian. Manusia. Yang ingin kekuatan kami.”

Seraphina. Atau mungkin leluhurnya.

“Kau terluka?” tanya Elara.

“Tidak terluka. Terfragmentasi. Sebagianku di sini. Sebagian… di tempat lain.”

Kaelan memahami. Ancient One ini terpecah, dan fragmen ini adalah salah satu bagiannya.

“Bisa kami bebaskan kau?” tanya Thorne.

“Bisa. Tapi risiko. Jika fragmen dibebaskan tanpa reunifikasi… akan hilang.”

“Hilang bagaimana?”

“Berhenti ada. Seperti api yang dipadamkan.”

Itu tidak bisa diterima. Mereka harus menemukan fragmen lain.

“Di mana yang lain?” tanya Kaelan.

“Tersebar. Dalam artefak seperti ini. Dipegang oleh yang serakah.”

Jadi ada lebih banyak Soul Prison di luar sana. Dan masing-masing berisi fragmen Ancient One.

“Kau tahu berapa banyak?” tanya Vex, penasaran.

“Tujuh. Selalu tujuh.”

Tujuh fragmen. Satu di sini. Enam lainnya.

“Kita harus mengumpulkan mereka,” kata Kaelan. “Menyatukan kembali Ancient One ini.”

“Tapi mengapa?” tanya Elara. “Apa tujuannya?”

“Untuk bertanya. Ancient Ones tahu banyak tentang Sistem, tentang First Seed. Mereka bisa membantu.”

“Atau mereka bisa menjadi ancaman,” kata Thorne. “Kita tidak tahu niat mereka.”

Fragmen itu terdengar. “Kami tidak bermusuhan. Kami pencipta. Dan kami… menyesal.”

“Menyesal?” tanya Kaelan.

“Karena meninggalkan. Karena tidak mengawasi. Karena membiarkan ciptaan kami digunakan untuk kejahatan.”

Itu tulus. Kaelan bisa merasakannya melalui energy sense.

“Kami akan membantu,” katanya. “Tapi pertama, kami harus amankan fragmen ini. Dan koleksi Sistem lainnya.”

Mereka bekerja cepat. Koleksi Sistem dalam bola crystal—mereka harus dibebaskan. Tapi bagaimana? Sistem terpisah dari pemilik aslinya, mungkin sudah lama.

Kaelan mencoba sesuatu: menyentuh satu bola crystal, berisi Sistem [WIND CALLER – RARE]. Dia merasakan echo—pemilik aslinya sudah meninggal. Tapi Sistemnya masih… hidup, dalam arti tertentu.

Dengan pengetahuan dari First Seed, dia tahu cara: mengembalikan Sistem ke “pool” universal. Dari sana, bisa diberikan pada orang baru yang layak.

[SYSTEM RELEASE PROTOCOL]
[SOURCE: FIRST SEED KNOWLEDGE]
[PROCESS: RETURN TO UNIVERSAL POOL]

Dia memusatkan energi, dan bola crystal pecah, melepaskan cahaya biru yang melayang ke atas, lalu menghilang melalui langit-langit.

“Ke mana?” tanya Vex.

“Ke tempat semua Sistem berasal. Akan ditemukan oleh yang membutuhkan.”

Mereka melanjutkan, melepaskan satu per satu. Setiap Sistem memiliki cerita, echo. Beberapa bahagia, beberapa sedih. Semua sekarang bebas.

Terakhir, fragmen Ancient One. Crystal besar masih retak, tapi belum pecah sepenuhnya.

“Bagaimana membebaskanmu tanpa kehilanganmu?” tanya Kaelan.

“Bawa crystal. Jaga utuh. Cari fragmen lain. Ketika semua terkumpul… reunifikasi akan terjadi sendiri.”

“Tapi crystal besar. Sulit dibawa.”

“Kecilkan.”

Kaelan melihat crystal. Reality editing? Mungkin. Tapi mengubah artefak kuno…

Dia mencoba. Fokus pada crystal, membayangkannya lebih kecil.

[REALITY EDITING: LARGE CRYSTAL → SMALL ORB]
[SUCCESS: PARTIAL]

Crystal menyusut, tapi tidak sepenuhnya—seukuran bola. Cukup untuk dibawa.

“Terima kasih,” kata fragmen. “Sekarang… aku akan tidur. Bangunkan ketika kau temukan yang lain.”

Cahaya dalam crystal meredup. Fragmen tidur.

Mereka mengambil crystal, plus bukti lain dari ruangan—dokumen, catatan, yang menunjukkan jaringan Seraphina lebih luas dari yang mereka kira.

Tapi saat mereka akan pergi, alarm berbunyi. Keras.

“Kita ketahuan,” kata Thorne.

“Jalan keluar?” tanya Elara.

“Melalui atap. Ada jendela.”

Mereka naik tangga, menuju atap. Tapi di sana, sudah menunggu: Lady Seraphina, dengan lebih banyak penjaga. Dan seseorang yang lain—seorang pria dengan jubah hitam, wajah tertutup topeng.

“Kau pikir bisa mencuri dari aku?” kata Seraphina, marah.

“Kau yang mencuri,” balas Kaelan. “Sistem orang. Bahkan fragmen Ancient One.”

“Semua untuk kemajuan! Dan untuk… klien spesialku.” Dia menunjuk pria bertopeng. “Dia yang benar-benar ingin fragmen itu.”

Pria bertopeng melangkah maju. Suaranya aneh, terdistorsi. “Berikan crystal. Atau mati.”

“Kau siapa?” tanya Kaelan.

“Pencari kebenaran. Seperti Malakar. Tapi lebih… praktis.”

Dia mengangkat tangan, dan energi hitam keluar—bukan void energy. Sesuatu yang lain. Lebih tua. Lebih gelap.

[ENERGY TYPE: VOID PRIME]
[EFFECT: CORRUPTION INSTANT]
[WARNING: EXTREME DANGER]

Void prime? Lebih kuat dari void energy biasa?

Kaelan mengangkat perisai energi, tapi energi hitam menembus, menyentuh kulitnya. Rasa sakit—seperti dibakar dari dalam.

[VOID PRIME CORRUPTION: 1%]
[EFFECT: SYSTEM INSTABILITY]

Hanya sentuhan, dan corruption! Ini berbahaya.

“Lari!” teriak Thorne, melemparkan smoke bomb.

Asap menyebar. Mereka lari, melompat dari atap ke pohon terdekat, lalu ke jalan.

Penjaga mengejar, tapi Thorne tahu jalan kecil, lorong tersembunyi. Mereka hilang dalam labirin kota.

Aman untuk sementara. Tapi corruption dalam Kaelan tumbuh—1% menjadi 2%, lalu 3%.

“Kau baik-baik saja?” tanya Elara, khawatir.

“Tidak,” jawab Kaelan, gemetar. “Ini… berbeda. Lebih dalam.”

Vex memeriksa. “Void prime. Legenda. Dikatakan sebagai void energy asli, sebelum dimurnikan oleh Ancient Ones. Lebih korosif.”

“Bagaimana menyembuhkannya?”

“Tidak tahu. Mungkin… dengan fragmen Ancient One? Mereka yang memurnikan void pertama kali.”

Mungkin. Tapi fragmen tidur.

Mereka kembali ke Archives. Corruption Kaelan sekarang 5%—menggabungkan dengan yang lama, total 8.2%. Berbahaya.

Archmage Lyra segera memeriksanya. “Ini parah. Corruption ini makan jiwa, bukan hanya Sistem.”

“Ada obat?” tanya Elara.

“Penelitian. Tapi pertama… kita harus menemukan pria bertopeng itu. Dia kunci.”

Dan Seraphina. Dan fragmen Ancient One lainnya.

Dan corruption yang tumbuh dalam Kaelan.

Perjalanan menjadi lebih berbahaya. Dan waktu semakin sedikit.


[END OF CHAPTER 25]
[WORD COUNT: 1,900]
[NEXT: BAB 26 – CORRUPTION]