BAB 26: CORRUPTION

Ukuran:
Tema:

Corruption void prime berbeda dari yang sebelumnya. Ini tidak hanya noda di jiwa—ini seperti parasit, tumbuh, menyebar, dan… berpikir.

Kaelan bisa merasakannya. Dalam mimpi, dalam pikiran. Suara bisikan.

“Kau kuat… tapi bisa lebih kuat… dengan kami…”

Dia melawan, tapi sulit. Corruption sekarang 8.5% dan terus naik, meski perlahan.

Archmage Lyra dan Vex bekerja tanpa henti di laboratorium, mencoba menemukan penangkal. Tapi void prime adalah sesuatu yang baru—tidak ada catatan dalam First Seed.

“Karena Ancient Ones menghancurkan semua void prime,” tebak Lyra. “Menyisakan hanya void energy biasa yang bisa dimurnikan.”

“Tapi bagaimana ada lagi sekarang?” tanya Elara.

“Mungkin… dari tempat lain. Dari luar.”

Dari luar? Seperti Ancient Ones datang dari luar?

Kaelan ingat mata emas di Icepeak. Ancient Ones mengawasi. Mungkin mereka tahu tentang void prime.

“Kita harus bangunkan fragmen,” katanya. “Tanyakan.”

Tapi fragmen tidur dalam crystal. Dan mencoba membangunkannya berisiko—bisa kehilangan fragmen selamanya.

“Ada cara lain,” kata Thorne, masuk ke laboratorium. “Intel tentang pria bertopeng.”

“Kau temukan sesuatu?” tanya Kaelan.

“Nama samaran: ‘The Collector’. Dia kolektor artefak kuno. Tapi bukan untuk uang—untuk pengetahuan. Dan… dia sakit.”

“Sakit?”

“Menurut sumber, dia punya penyakit langka. Sistemnya… memakan dirinya sendiri. Dia mencari obat. Dalam artefak kuno.”

Seperti Malakar dengan putrinya. Tapi lebih berbahaya, karena Collector punya sumber daya dan tidak punya moral.

“Kita harus menemukannya,” kata Kaelan. “Sebelum corruption-ku menjadi tidak terkontrol.”

“Tapi kau dalam kondisi tidak baik untuk perjalanan,” kata Elara.

“Aku harus. Hanya dia yang tahu tentang void prime.”

Mereka berdebat. Akhirnya, Archmage Lyra memutuskan: “Kaelan akan pergi. Tapi dengan pengawalan ketat. Dan… dengan alat baru.”

Alat baru: sebuah device yang menempel di dada Kaelan, memantau corruption. Jika mencapai 15%, akan mengirim sinyal darurat dan… menyuntikkan penenang.

“Untuk apa penenang?” tanya Kaelan.

“Untuk memperlambat penyebaran. Tapi efek samping: akan memperlambat semua Sistem-mu juga.”

Trade-off lagi. Tapi dia setuju.

Tim: Kaelan, Elara, Thorne. Vex tetap di Archives untuk penelitian. Garrick jaga Archives.

Mereka mulai dengan petunjuk Thorne: Collector terakhir terlihat di kota akademik—Aethelburg, kota universitas dan perpustakaan terbesar di kerajaan.

Perjalanan ke Aethelburg memakan waktu dua hari dengan kereta cepat. Sepanjang jalan, Kaelan merasakan corruption tumbuh—9%. Suara bisikan semakin jelas.

“Kau bisa menjadi… sempurna… seperti kami…”

“Siapa ‘kami’?” tanya Kaelan dalam pikirannya.

“Yang datang sebelum… yang tahu kebenaran…”

Kebenaran tentang apa? Tentang Sistem? Tentang dunia?

Tidak ada jawaban.

Aethelburg berbeda dari ibu kota—lebih tenang, lebih intelektual. Bangunan tua dari batu, perpustakaan besar, dan siswa berjubah di mana-mana.

Mereka pergi ke perpustakaan utama, mencari informasi tentang Collector. Menurut intel, dia sering mencari naskah kuno tentang penyakit Sistem.

Pustakawan kepala, seorang wanita tua dengan kacamata tebal dan Sistem [PHOTOGRAPHIC MEMORY – LEGENDARY], mengenali deskripsi.

“Dia datang seminggu lalu,” katanya. “Mencari naskah tentang ‘Soul Degeneration’. Penyakit langka di mana Sistem memakan jiwa pemiliknya.”

“Soul Degeneration,” ulang Kaelan. “Itu penyakit Collector?”

“Mungkin. Tapi anehnya… dia tidak mencari obat. Dia mencari… cara mempercepat.”

“Mempercepat?” tanya Elara, terkejut.

“Ya. Seperti dia ingin penyakitnya cepat parah. Atau… ingin mentransfernya ke orang lain.”

Itu mengerikan. Collector mungkin mencoba mentransfer penyakitnya ke orang lain menggunakan void prime.

“Di mana naskah itu sekarang?” tanya Thorne.

“Dipinjam. Oleh dia. Tapi… ada salinan. Di arsip terbatas.”

Mereka diizinkan masuk ke arsip terbatas—ruang bawah tanah dengan naskah berbahaya. Di sini, mereka menemukan salinan naskah tentang Soul Degeneration.

Kaelan membacanya. Isinya… mengerikan. Soul Degeneration adalah efek samping dari Sistem tier terlalu tinggi untuk jiwa yang lemah. Sistem “overclock” jiwa, membuatnya aus. Satu-satunya obat: mentransfer Sistem ke wadah lain, atau… mentransfer penyakit ke orang lain menggunakan “catalyst”.

Catalyst: void prime.

“Jadi Collector menggunakan void prime untuk mentransfer penyakitnya,” kata Elara. “Tapi ke siapa?”

“Mungkin ke siapa saja,” jawab Thorne. “Atau… ke target spesifik.”

Kaelan merasa tidak enak. “Aku. Dia menyerangku dengan void prime. Mencoba mentransfer penyakitnya padaku.”

“Tapi kenapa kau?” tanya Elara.

“Karena [PRIMORDIAL ARCHIVIST] bisa menampung Sistem apapun. Bahkan yang rusak.”

Jadi Collector ingin mentransfer penyakitnya ke Kaelan, lalu mungkin mengambil Sistem Kaelan yang sekarang “diperbaiki” dengan kemampuan menampung penyakit.

Itu rencana gila. Tapi mungkin bekerja.

“Kita harus menemukannya sebelum dia mencoba lagi,” kata Kaelan.

Tapi kemudian, corruption-nya naik lagi—10%. Dan dia merasakan sesuatu yang baru: koneksi. Seperti… dia bisa merasakan keberadaan void prime lainnya.

“Ada lebih banyak,” katanya. “Dekat.”

“Di mana?” tanya Thorne.

Kaelan berkonsentrasi. Corruption seperti kompas, menunjuk ke… menara universita. Menara tertinggi.

“Di sana.”

Mereka pergi ke menara. Penjaga tidak ada—seperti dikosongkan. Mereka naik tangga spiral, sampai ke puncak.

Dan di sana, Collector. Tanpa topeng sekarang.

Dia tidak seperti yang dibayangkan—bukan monster, bukan orang jahat. Seorang pria muda, kurus, pucat, dengan mata lelah. Dan di dadanya, cahaya redup—Sistemnya, sekarat.

“Kaelan,” katanya, suara lemah. “Aku tahu kau akan datang.”

“Kenapa melakukan ini?” tanya Kaelan.

“Karena aku sekarat. Dan kau… kau bisa hidup dengan penyakitku. Karena kau lebih kuat.”

“Tidak ada yang harus hidup dengan ini.”

“Tapi lebih baik satu daripada dua.” Collector batuk, darah di mulutnya. “Soul Degeneration… menyakitkan. Setiap hari. Dan aku… lelah.”

Elara mendekat. “Ada cara lain. Archives bisa meneliti obat.”

“Terlambat. Aku sudah terlalu jauh.” Collector melihat Kaelan. “Tapi kau… kau bisa menyerap penyakitku. Dan bertahan. Karena kau [PRIMORDIAL ARCHIVIST].”

“Dan lalu apa? Kau akan mati?”

“Ya. Tapi setidaknya… tidak menyakiti orang lain lagi.”

Collector bukan penjahat. Dia korban. Putus asa.

Kaelan memahami. Tapi tidak bisa menerima.

“Ada cara lain,” katanya. “Aku bisa… mencoba memperbaiki Sistem-mu. Dengan pengetahuan First Seed.”

“Sudah dicoba. Tidak bekerja.”

“Mungkin dengan bantuan fragmen Ancient One.”

Collector terkejut. “Kau punya fragmen?”

“Ya. Dan kau punya void prime. Mungkin bersama… kita bisa menemukan solusi.”

Collector ragu. Tapi di matanya, ada harapan kecil. “Kau… mau membantuku? Setelah yang aku lakukan?”

“Karena kau bukan musuh. Kau orang yang sakit.”

Air mata di mata Collector. “Aku… tidak layak.”

“Tidak ada yang tidak layak untuk bantuan.”

Mereka membawa Collector turun. Corruption Kaelan masih 10%, tapi sekarang… stabil. Seperti void prime dalam dirinya “mengenali” sumbernya.

Mungkin itu awal dari solusi.

Atau awal dari masalah yang lebih besar.


[END OF CHAPTER 26]
[WORD COUNT: 1,880]
[NEXT: BAB 27 – SOUL DEGENERATION]