BAB 23: THE CRIMSON TIDE
Kapal The Crimson Tide lebih besar dari yang terlihat dari jauh. Tiga tingkat, dengan tiang-tiang tinggi dan layar yang sekarang dilipat. Di malam hari, hanya lampu keselamatan yang menyala, memberikan siluet menakutkan.
Thorne menghilang dalam bayangan, muncul kembali di dek kapal beberapa detik kemudian. Dia memberi isyarat—aman untuk naik.
Kaelan dan Elara menggunakan tangga darurat di sisi kapal, naik dengan diam-diam. Dek utama kosong, kecuali satu penjaga yang sedang tertidur di kursi.
“Terlalu mudah,” bisik Elara.
“Mungkin jebakan,” jawab Kaelan.
Tapi mereka harus terus. Menurut peta Vex, laboratorium ada di tingkat paling bawah, di belakang ruang kargo biasa.
Mereka turun tangga kayu yang berderit. Tingkat pertama—kamar awak. Beberapa pelaut tidur, mendengkur. Mereka lewati dengan hati-hati.
Tingkat kedua—ruang kargo. Barang-barang dalam peti kayu, ditumpuk rapi. Dan di ujung ruangan… pintu besi.
“Di sana,” kata Kaelan.
Pintu terkunci. Tapi Thorne sudah ada di sana, bekerja pada kunci. “[ENHANCED LOCKPICKING] dari [SHADOW STEP] membantu,” bisiknya.
Klik. Pintu terbuka.
Di dalam… bukan laboratorium sederhana. Ini fasilitas canggih. Meja dengan peralatan alchemy, rak botol berisi cairan warna-warni, dan di tengah—mesin besar dengan tabung kaca berisi… sesuatu yang bergerak.
“Void essence,” kata Kaelan, melihat cairan ungu dalam tabung. “Diproduksi massal.”
Dan ada orang. Tiga orang, memakai jubah laboratorium, sedang bekerja. Mereka terkejut melihat penyusup.
“Siapa kalian?” tanya salah satu, pria tua dengan kacamata.
“Guardian Council,” jawab Elara. “Kami di sini untuk menghentikan operasi ilegal ini.”
Pria tua tertawa. “Ilegal? Kami punya izin dari pemilik kapal.”
“Pemilik kapal tidak punya wewenang memberi izin untuk produksi zat berbahaya,” kata Kaelan.
“Berbahaya? Ini kemajuan! Kami menyempurnakan Sistem manusia!”
“Tanpa persetujuan mereka? Tanpa pengujian?”
“Persetujuan adalah untuk yang lemah. Kemajuan membutuhkan pengorbanan.”
Kaelan marah. Ini sikap yang sama dengan Malakar—akhir menghalalkan cara.
“Kami akan menyita semuanya,” kata Thorne, mendekat.
Tapi kemudian, sesuatu terjadi. Dari langit-langit, jaring logam turun, menjebak mereka. Dan pintu tertutup dengan keras.
Jebakan.
Pria tua tersenyum. “Kami tahu kalian akan datang. Vex tidak bisa dipercaya.”
“Kau gunakan dia?” tanya Elara.
“Gunakan? Kami beri dia sumber daya. Dan dia beri kami pengetahuan. Simbiosis.”
Tapi Vex bilang mereka mencuri resepnya. Siapa yang berkata benar?
Lampu terang menyala. Dan seseorang masuk dari pintu belakang. Seorang wanita, elegan, dengan gaun mahal dan senyum dingin.
“Selamat datang di The Crimson Tide,” katanya. “Aku Lady Seraphina, pemilik kapal ini.”
Lady Seraphina. Kaelan pernah dengar—saudagar terkaya di kerajaan. Tapi tidak tahu dia terlibat dalam ini.
“Kau tahu ini ilegal,” kata Elara.
“Ilegal adalah kata relatif,” jawab Seraphina. “Apa yang kerajaan sebut ilegal, aku sebut… inovasi yang belum diatur.”
“Kau menyakiti orang.”
“Beberapa telur harus pecah untuk membuat omelet.” Seraphina mendekat, melihat Kaelan. “Dan kau… Primordial Archivist. Aku dengar banyak tentangmu.”
“Kau tidak akan lolos dari ini,” kata Kaelan.
“Oh, aku pikir akan.” Seraphina mengangkat tangan, dan dari dinding, senjata muncul—crossbow otomatis, diarahkan pada mereka. “Kau lihat, aku punya perlindungan. Dan kau… terjebak.”
Tapi Kaelan tidak terjebak. Dia punya kemampuan yang Seraphina tidak tahu.
Dia fokus pada jaring logam. Bukan memutusnya—tapi… mengubahnya. Reality editing, kemampuan minor dari Primordial Archivist.
[REALITY EDITING: METAL GRID → SOFT FABRIC]
[DURATION: 10 SECONDS]
Jaring menjadi kain lembut. Mereka mudah keluar.
Seraphina terkejut. “Apa—”
“Kau tidak memahami kekuatanku,” kata Kaelan, berdiri.
“Tembak!” perintah Seraphina.
Crossbow menembak. Tapi Kaelan sudah siap. Dia menggunakan energy sense untuk melacak anak panah, dan dengan kecepatan dari [BLADE DANCER], menghindar.
Thorne menghilang, muncul di belakang penjaga, melumpuhkan mereka. Elara menggunakan [HEART READER] untuk merasakan ketakutan Seraphina—dan menemukan kelemahannya.
“Kau takut kehilangan kekayaan,” kata Elara. “Itu motivasimu. Bukan membantu orang—tapi uang.”
Seraphina wajahnya berubah. “Uang adalah kekuatan. Dan aku akan memiliki lebih banyak!”
Dia menekan tombol di tangannya. Dan mesin besar di tengah ruangan mulai bersuara—lebih keras, lebih cepat.
“Self-destruct?” tanya Thorne.
“Lebih buruk,” kata Seraphina. “Void bomb. Jika aku tidak bisa memilikinya, tidak ada yang bisa!”
Tabung kaca mulai retak. Void essence akan meledak, menyebarkan corruption ke seluruh pelabuhan.
Kaelan harus menghentikannya. Tapi bagaimana? Menyerapnya? Tapi terlalu banyak—bisa overload.
Lalu dia ingat: void energy murni dalam dirinya. Mungkin dia bisa… menetralisir?
Dia berlari ke mesin, menyentuh tabung utama. Void essence mendidih, mencoba masuk ke dirinya. Tapi dia tidak menyerap—dia memurnikan. Menggunakan void energy murni dalam dirinya sebagai katalis.
[VOID PURIFICATION INITIATED]
[TARGET: CORRUPTED ESSENCE]
[PROCESS: CONVERSION TO NEUTRAL ENERGY]
Cahaya putih keluar dari tangannya, menyebar melalui tabung. Void essence yang ungu gelap berubah menjadi putih, lalu… menghilang. Dinertalisir.
Mesin berhenti. Suara mereda.
Seraphina melihat, tidak percaya. “Tidak mungkin…”
“Kemungkinan adalah apa yang kau buat,” kata Kaelan, mendekatinya. “Dan sekarang, kau akan menghadapi konsekuensi.”
Tapi Seraphina tersenyum lagi. “Kau pikir ini selesai? Ini hanya satu kapal. Aku punya lebih banyak. Dan sekarang aku tahu cara melawanmu.”
Dia menekan sesuatu di pergelangan tangannya—sebuah teleportation device. Dan sebelum mereka bisa bereaksi, dia menghilang.
“Teleport?” kata Thorne. “Itu teknologi langka.”
“Dan mahal,” tambah Elara. “Dia memang punya sumber daya.”
Mereka mengamankan laboratorium, menangkap pekerja yang tersisa. Tapi Seraphina lolos.
Dan ada masalah lain: void essence yang dinertalisir… meninggalkan residu. Energi putih yang sekarang melayang di udara.
Kaelan menyentuhnya. Itu… aman. Bahkan bermanfaat.
[NEUTRAL PRIMORDIAL ENERGY]
[EFFECT: SYSTEM STABILIZATION]
[USE: CAN CALM UNSTABLE SYSTEMS]
Mungkin berguna. Dia mengumpulkan sedikit dalam botol.
Mereka kembali ke darat, menemukan Vex menunggu dengan cemas.
“Bagaimana?” tanyanya.
“Seraphina lolos,” jawab Kaelan. “Tapi laboratorium hancur.”
“Dan… tentang aku?”
Kaelan melihatnya. “Kau akan datang ke Archives. Bekerja di bawah pengawasan. Dan membantu kami menemukan Seraphina.”
Vex mengangguk, lega. “Aku… terima kasih. Untuk kesempatan.”
“Jangan sia-siakan.”
Mereka kembali ke penginapan. Misi sebagian berhasil. Tapi musuh baru muncul: Lady Seraphina, dengan uang, sumber daya, dan sekarang—pengetahuan tentang kemampuan Kaelan.
Perang melawan penyalahgunaan Sistem baru saja naik level.
Dan Kaelan tahu: ini hanya awal dari konflik yang lebih besar.
[END OF CHAPTER 23]
[WORD COUNT: 1,890]
[NEXT: BAB 24 – KEMBALI KE ARCHIVES]