Bab 6: Sirkulasi Qi dan Kilatan Pertama

Ukuran:
Tema:

Lin Ming terbaring di lantai gua selama hampir satu jam, tubuhnya masih gemetar halus dari sisa-sisa efek integrasi akar spiritual. Namun, berbeda dengan gemetar karena kelelahan atau kedinginan, gemetar kali ini terasa… hidup. Seperti setiap otot, setiap sel dalam tubuhnya dialiri oleh energi baru yang berdenyut dengan irama listrik halus.

Perlahan, ia duduk bersila, menutup mata. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ketika ia fokus ke dalam, ia tidak hanya merasakan kegelapan dan kesunyian. Ada sesuatu di sana—sebuah titik cahaya biru kehijauan di pusat perutnya, kecil tapi nyata, memancarkan kehangatan aneh yang terasa seperti percikan listrik statis yang terus-menerus.

“System, tampilkan status lengkapku sekarang,” perintahnya dalam hati.

Antarmuka biru kehijauan muncul di hadapannya, lebih detail dari sebelumnya.

[Status Host – Lin Ming] Umur: 16 Tahun Tingkat Kultivasi: Lapis 0 Qi Gathering (Baru Memulai) Akar Spiritual: Guntur Retak (Tingkat F) – Afinitas: Guntur Dantian: Terbentuk (Kapasitas: 10 unit) Energi: 2.3/10 (Pemulihan pasif: 0.1 unit/jam) Kesehatan: 88/100 (Sedang pulih) Poin Replikasi: 10 Bakat: Ketahanan Ekstrem (F), Produksi Cahaya Alami (F), Navigasi Magnetik (F), Pencernaan Asam Cepat (F), Penginderaan Panas (F+), Regenerasi Kulit Cepat (F) Teknik: Telapak Guntur Tingkat Dasar (Dikuasai: 0%), Sirkulasi Qi Guntur (Belum Dipelajari)

Lapis 0 Qi Gathering. Itu berarti ia secara teknis belum mencapai Lapis Pertama—masih perlu mengisi Dantiannya dengan energi dan memantapkan fondasi. Tapi setidaknya sekarang ia memiliki wadah untuk menampung energi, dan cara untuk menariknya.

Lin Ming fokus pada teknik “Sirkulasi Qi Guntur” yang baru ia dapatkan dari pencapaian. Begitu ia memusatkan perhatian padanya, informasi mengalir ke pikirannya—sebuah pola pernapasan spesifik, jalur meridian yang harus dilalui energi, dan ritme khusus untuk elemen guntur.

Teknik ini sederhana, dirancang khusus untuk pemula dengan afinitas guntur. Fungsinya: menarik energi langit dan bumi, memurnikannya menjadi energi guntur yang kompatibel dengan akar spiritualnya, dan mengedarkannya melalui meridian utama untuk memperkuat tubuh dan mengisi Dantian.

“Baik,” gumam Lin Ming. “Mari kita coba.”

Ia mengambil posisi duduk yang lebih nyaman, punggung lurus, tangan terbuka di atas lutut dengan telapak menghadap ke atas. Menurut tekniknya, posisi ini memungkinkan “gerbang energi” di telapak tangan terbuka untuk menyerap energi lebih efisien.

Pertama, pernapasan. Tarik napas melalui hidung dalam empat hitungan, tahan dalam tujuh hitungan, buang melalui mulut dalam delapan hitungan. Pola aneh ini diklaim bisa menyelaraskan ritme tubuh dengan frekuensi energi guntur.

Lin Ming mencoba. Tarik napas… satu, dua, tiga, empat. Tahan… lima, enam, tujuh. Buang… delapan, sembilan, sepuluh—ia tersedak, batuk kecil. Terlalu lama. Ia mengatur ulang, mencoba lagi.

Percobaan ketiga, ia mulai menemukan ritmenya. Dengan setiap siklus pernapasan, ia bisa merasakan sesuatu—seperti udara di sekitarnya menjadi lebih “padat”, lebih “terasa”. Bukan perubahan fisik, tapi persepsi energi.

Setelah dua puluh siklus pernapasan, Lin Ming merasakan tanda pertama: di telapak tangannya, muncul sensasi geli, seperti tangan tertidur tapi lebih halus. Menurut teknik, itu adalah energi langit dan bumi mulai masuk.

Sekarang, bagian sulit: mengarahkan energi itu melalui meridian.

Dengan konsentrasi penuh, Lin Ming membayangkan energi masuk melalui telapak tangan, naik melalui lengan, ke bahu, lalu turun melalui meridian utama di dada menuju Dantian di perut bagian bawah. Tapi energi itu tidak mau bergerak sesuai kemauannya—ia seperti aliran air yang lemah yang cenderung menggenang daripada mengalir.

“Tenang,” bisiknya pada dirinya sendiri. “Jangan dipaksa.”

Ia mengingat peringatan sistem tentang sifat “Guntur Retak” yang sulit dikontrol. Mungkin pendekatan yang berbeda diperlukan. Daripada membayangkan energi sebagai aliran air, mungkin sebagai… percikan listrik? Kilat kecil yang melompat dari titik ke titik?

Lin Ming mengubah pendekatan mentalnya. Alih-alih membayangkan aliran yang kontinu, ia membayangkan energi sebagai serangkaian percikan listrik biru kecil yang melompat dari satu titik meridian ke titik berikutnya, seperti kilat yang menyambar dari awan ke bumi.

Dan itu bekerja.

Sensasi geli di telapak tangan tiba-tiba berubah menjadi rasa kesemutan listrik yang jelas. Energi mulai bergerak, tidak lancar, tapi dalam lompatan-lompatan kecil yang terasa seperti sengatan listrik sangat halus di sepanjang lengan. Tidak sakit—hanya aneh, seperti tubuhnya yang baru menyadari adanya saluran yang sebelumnya tak terlihat.

Energi mencapai bahunya, lalu dengan lompatan lain, turun ke dada. Di sini, ia mengalami hambatan. Sebuah titik di dekat jantung terasa tersumbat, seperti energi mencoba menembus dinding. Lin Ming tidak panik—menurut teknik, ini normal untuk pemula. Meridian belum sepenuhnya terbuka.

Dengan sabar, ia terus menarik energi, mengumpulkannya di depan “dinding” itu. Semakin banyak energi terkumpul, tekanan semakin besar. Lin Ming merasakan detak jantungnya meningkat, keringat membasahi pelipisnya. Ini bagian kritis—jika dipaksa terlalu keras, bisa melukai meridian.

Tapi tiba-tiba, tanpa peringatan, energi itu “meledak” melalui hambatan—bukan dengan cara halus, tapi dengan sengatan listrik kecil yang membuat seluruh tubuhnya bergetar. Lin Ming nyaris kehilangan konsentrasi, tapi berhasil bertahan. Energi sekarang mengalir lebih lancar, turun ke perut, dan akhirnya memasuki Dantian.

Sensasinya sulit digambarkan. Seperti setetes air dingin jatuh ke dalam kolam hangat, tapi dengan tambahan percikan listrik. Dantiannya, yang sebelumnya hanya berisi 2.3 unit energi pasif, sekarang merespons. Lin Ming bisa merasakan energi baru itu bercampur, berputar perlahan, memancarkan kehangatan listrik yang aneh.

Ia membuka mata, melihat statusnya.

[Energi: 3.1/10] [Sirkulasi Qi Guntur: Kemajuan 2%]

Hanya meningkat 0.8 unit dari satu siklus. Tapi ini adalah energi yang ia tarik secara aktif, berbeda dengan energi pasif yang terkumpul dari lingkungan. Dan yang lebih penting: ia berhasil! Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia berhasil menyelesaikan siklus sirkulasi Qi!

Lin Ming hampir ingin bersorak kegirangan. Tapi ia menahan diri—masih banyak yang harus dilakukan. Ia menghabiskan sisa hari itu berlatih sirkulasi Qi. Setiap siklus menjadi sedikit lebih mudah, sedikit lebih lancar. Hambatan di dekat jantung masih ada, tapi semakin lemah. Menjelang malam, energinya telah mencapai 5.7/10, dan kemajuan teknik Sirkulasi Qi Guntur meningkat menjadi 7%.

Tapi ada efek samping yang ia perhatikan: setelah beberapa siklus, ujung jarinya terkadang mengeluarkan percikan listrik statis kecil yang terlihat di kegelapan. Juga, napasnya kadang terasa seperti ada listrik di paru-paru—tidak menyakitkan, tapi aneh. Mungkin ini bagian dari sifat “Guntur Retak”: energi yang tidak sepenuhnya stabil.

Malam hari, setelah makan malam, Lin Ming memutuskan untuk mencoba teknik Telapak Guntur dengan energi sungguhan. Selama ini, ia hanya berlatih gerakannya tanpa kekuatan. Sekarang, dengan energi di Dantian, ia bisa mencoba versi sebenarnya.

Ia berdiri di tengah gua, mengambil posisi dasar menurut ingatannya: kaki dibuka selebar bahu, lutut sedikit ditekuk, tangan kanan ditarik ke pinggang dengan telapak menghadap ke atas. Teknik ini memiliki tiga komponen: menarik energi dari Dantian, mengedarkannya melalui meridian lengan tertentu, dan melepaskannya melalui telapak tangan pada saat tumbukan.

Lin Ming menarik napas dalam, memusatkan perhatian pada Dantian. Dengan konsentrasi, ia menarik sebagian energi dari sana—sekitar 1 unit—dan mengarahkannya melalui meridian lengan kanan. Sensasinya aneh: seperti cairan listrik mengalir melalui pembuluh darah yang sebelumnya tidak terpakai.

Energi mencapai telapak tangannya. Lin Ming merasakan panas dan kesemutan di sana. Sekarang, komponen ketiga: melepaskan.

Dia melangkah ke depan, memutar pinggang, dan mendorong telapak tangan ke depan seperti yang telah ia latih ratusan kali tanpa energi. Tapi kali ini, ada perbedaan.

Kruuk!

Suara seperti percikan listrik statis yang diperkeras. Dari telapak tangannya, sebuah kilatan biru pendek, sepanjang jari, melesat ke udara dan menghilang setelah setengah meter. Udara di depannya berbau ozon, seperti setelah petir.

Lin Ming terkesima, menatap telapak tangannya. Itu bekerja! Ia benar-benar menghasilkan kilatan listrik! Kecil, lemah, hampir tidak berbahaya—tapi itu adalah teknik bela diri sungguhan yang menggunakan energi!

[Energi: 4.7/10] [Telapak Guntur Tingkat Dasar: Kemajuan 3%]

Tapi ada konsekuensi. Lengan kanannya terasa pegal, seperti otot yang ditarik terlalu keras. Dan ketika ia memeriksa meridian di lengan itu dengan sistem, ada laporan peringatan.

[Peringatan: Meridian lengan kanan mengalami tekanan ringan dari pelepasan energi yang tidak terkontrol dengan sempurna.] [Rekomendasi: Istirahatkan lengan, jangan gunakan teknik lagi hingga meridian pulih (perkiraan: 6-12 jam).]

Jadi, meski berhasil, tekniknya masih kasar. Ia perlu lebih banyak latihan untuk mengontrol pelepasan energinya. Tapi ini awal yang bagus.

Lin Ming duduk lagi, kali ini untuk merenung. Kini ia memiliki akar spiritual dan bisa mulai kultivasi. Tapi jalan masih panjang. Lapis 0 Qi Gathering hanya awal. Untuk mencapai Lapis 1, ia perlu mengisi Dantian hingga penuh dan memampatkan energi itu menjadi lapisan Qi yang stabil. Itu butuh waktu dan energi banyak.

“System, berapa lama perkiraan untuk mencapai Lapis 1 Qi Gathering dengan kecepatan saat ini?”

[Analisis…] [Asumsi: Host berlatih Sirkulasi Qi Guntur 8 jam sehari, dengan efisiensi saat ini.] [Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi Dantian 10 unit: 50 jam latihan aktif.] [Waktu untuk memampatkan energi menjadi Lapis 1: bervariasi, rata-rata 2-4 minggu untuk akar spiritual tingkat F.] [Total perkiraan: 3-5 minggu.]

Tiga sampai lima minggu. Itu lama, tapi bisa dipercepat jika ia menemukan sumber energi eksternal: pil, bahan alam, atau lingkungan dengan energi lebih kental. Atau jika ia meningkatkan efisiensi tekniknya.

Lin Ming melihat poin replikasinya yang tersisa: 10 poin. Mungkin bisa digunakan untuk mereplikasi teknik atau bakat yang mempercepat kultivasi. Tapi ia juga harus berhati-hati—poin sulit didapat.

“System, adakah bakat atau teknik yang bisa mempercepat kultivasi yang bisa kureplikasi dengan 10 poin atau kurang?”

[Memindai database…] [Bakat “Penyerapan Energi Efisien” (Tingkat F): Meningkatkan efisiensi penyerapan energi pasif sebesar 10-15%. Biaya: 8 Poin.] [Teknik “Pernapasan Bumi dan Langit Dasar” (Tingkat F): Teknik sirkulasi Qi universal, lebih stabil tapi lebih lambat daripada Sirkulasi Qi Guntur. Biaya: 6 Poin.] [Item: Resep “Pil Qi Gathering Dasar” (Tingkat F): Pengetahuan membuat pil Qi Gathering tingkat sangat rendah. Biaya: 12 Poin. Tidak cukup.]

Hanya bakat “Penyerapan Energi Efisien” yang terjangkau dan langsung berguna. Tapi 8 poin adalah investasi besar. Lin Ming mempertimbangkan. Dengan bakat itu, pemulihan energi pasifnya yang saat ini 0.1 unit/jam bisa meningkat menjadi 0.11-0.115 unit/jam. Tidak banyak, tapi dalam jangka panjang, akumulatif. Juga, mungkin mempengaruhi efisiensi penyerapan aktif.

“System, jika aku mereplikasi bakat Penyerapan Energi Efisien, berapa pengurangan waktu untuk mencapai Lapis 1?”

[Perkiraan baru: 2.5-4.5 minggu, pengurangan sekitar 15%.]

Wah, signifikan. Lin Ming memutuskan untuk mengambilnya. “Replikasi bakat Penyerapan Energi Efisien.”

[Melakukan replikasi…] [8 Poin Replikasi dikonsumsi.] [Menyalin data bakat…] [Mengintegrasikan ke tubuh host…]

Sensasi kali ini halus—hanya perasaan seperti pori-pori energinya “terbuka” sedikit lebih lebar. Napasnya terasa lebih dalam, seperti udara yang masuk membawa lebih banyak “sesuatu”.

[Bakat berhasil direplikasi.] [Poin Replikasi tersisa: 2 poin.] [Pemulihan energi pasif meningkat: 0.1 -> 0.115 unit/jam.]

Kini hanya tersisa 2 poin. Lin Ming menyimpan sisanya untuk keadaan darurat.

Malam itu, sebelum tidur, Lin Ming mencoba lagi sirkulasi Qi. Dengan bakat baru, ia merasakan perbedaan: energi masuk sedikit lebih mudah, dan alirannya sedikit lebih lancar. Dalam satu siklus, ia berhasil menambah 0.9 unit energi, sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.

[Energi: 6.6/10] [Sirkulasi Qi Guntur: Kemajuan 9%]

Ia berhenti ketika meridiannya mulai terasa lelah—menurut sistem, memaksakan latihan saat meridian lelah bisa menyebabkan kerusakan mikro yang justru memperlambat kemajuan jangka panjang.

Saat berbaring untuk tidur, pikiran Lin Ming berkelana. Tiga sampai lima minggu untuk mencapai Lapis 1. Setelah itu, Lapis 2, Lapis 3… jalan masih sangat panjang. Tapi setidaknya sekarang ia berada di jalan itu.

Dan ada hal lain yang mengganggu pikirannya: pintu kuno di balik air terjun bawah tanah. Warisan Dewa Bela Diri. Jika ia bisa melewati ujiannya, mungkin itu akan mempercepat kemajuannya secara dramatis. Tapi surat peringatan jelas: penjaga pintu jauh lebih kuat dari apa pun di jurang. Lin Ming bahkan belum bisa mengalahkan makhluk tingkat E (tingkat di atas F), apalagi sesuatu yang dijuluki “penjaga pintu”.

Ia perlu menjadi lebih kuat sebelum mencoba. Mungkin setelah mencapai Lapis 1, atau bahkan Lapis 2. Dan itu butuh waktu.

Tapi ada cara lain? Mungkin dengan kecerdikan, perangkap, atau memanfaatkan lingkungan? Lin Ming tidak tahu. Untuk sekarang, fokus pada latihan.

Keesokan harinya, Lin Ming bangun dengan energi 7.2/10—pemulihan pasif selama tidur bekerja. Ia menghabiskan pagi untuk berlatih sirkulasi Qi, siang untuk berburu mencari makanan (dan sedikit poin—ia membunuh beberapa hewan kecil mendapatkan 1.2 poin, total sekarang 3.2 poin), dan sore untuk berlatih gerakan Telapak Guntur tanpa energi untuk menyempurnakan bentuk.

Pada hari ketiga setelah mendapatkan akar spiritual, sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Lin Ming sedang berlatih sirkulasi Qi di guanya ketika ia merasakan getaran halus di tanah. Awalnya ia mengira itu gempa kecil biasa—di dasar jurang, gempa kecil kadang terjadi. Tapi getaran ini berirama, seperti… langkah kaki?

Ia berdiri, mengaktifkan Penginderaan Panas. Di luar gua, melalui dinding batu, ia melihat beberapa sumber panas besar mendekati. Bukan hewan kecil—ini besar, sebesar manusia, tapi bentuknya tidak seperti manusia. Lebih seperti… berjalan dengan empat kaki?

Lin Ming segera mematikan cahaya dari tubuhnya, membuat gua gelap total. Ia merangkak ke dekat pintu masuk, mengintip keluar dengan hati-hati.

Yang ia lihat membuat darahnya membeku.

Tiga makhluk aneh sedang berjalan di dasar jurang, sekitar lima puluh meter dari guanya. Mereka sebesar anjing besar, tapi dengan kulit bersisik seperti reptil, kepala seperti kadal dengan mata kuning bercahaya, dan ekor berduri. Cakar mereka panjang dan tajam, menggaruk batu dengan mudah.

[Pemindai Replikasi diaktifkan otomatis…] [Target: Reptil Bawah Tanah “Scaled Crawler”] [Tingkat Ancaman: E- (Tingkat di atas F, pertama kali host temui)] [Bakat yang dapat direplikasi:

  1. Cakar Tajam Batu (E-) – 15 Poin
  2. Pertahanan Sisik Tebal (E-) – 18 Poin
  3. Indera Getaran Bumi (E-) – 12 Poin] [Perkiraan Poin jika dikalahkan: 8-15 per ekor.] [Peringatan: Host saat ini tidak direkomendasikan untuk bertarung dengan makhluk tingkat E. Kemungkinan bertahan hidup dalam pertarungan langsung: di bawah 30%.]

Makhluk tingkat E. Yang pertama ia lihat. Dan ada tiga ekor.

Lin Ming menahan napas, berusaha tidak membuat suara. Makhluk-makhluk itu tampaknya sedang mencari makanan, mengendus-endus tanah. Mereka bergerak perlahan, tapi Lin Ming bisa melihat kekuatan di balik gerakan mereka—otot yang bergerak di bawah sisik, cakar yang meninggalkan bekas dalam di batu.

Salah satu dari mereka berhenti, mengangkat kepala, menatap tepat ke arah guanya. Mata kuningnya menyipit, seperti merasakan sesuatu. Mungkin ia mencium bau Lin Ming, atau merasakan energi listrik halus dari akar spiritual barunya.

Lin Ming mundur perlahan ke dalam gua. Jika makhluk itu menyerang, gua dengan pintu masuk sempit mungkin menjadi keuntungan—mereka hanya bisa masuk satu per satu. Tapi jika mereka bisa menggali atau memiliki kemampuan khusus…

Scaled Crawler itu mendekat, diikuti dua lainnya. Mereka sekarang berada di luar pintu gua, mengendus-endus udara. Lin Ming bersiap, mengambil tombak kayunya. Energinya 8.9/10—hampir penuh. Mungkin cukup untuk satu atau dua serangan Telapak Guntur, tapi apakah itu cukup melukai makhluk tingkat E?

Tiba-tiba, yang terbesar di antara mereka mendesis, suara seperti desisan udara dari celah batu. Ia melangkah masuk ke gua.

Pertarungan yang tidak diinginkan akan segera dimulai.