Bab 7: Pertarungan di Gua Sempit

Ukuran:
Tema:

Scaled Crawler yang pertama memasuki gua dengan gerakan hati-hati namun penuh ancaman. Tubuhnya yang sebesar anjing besar nyaris memenuhi lebar pintu masuk gua, sisiknya yang berwarna abu-abu kecoklatan memantulkan cahaya redup dari sisa cahaya luar. Mata kuningnya yang seperti celah vertikal menatap langsung ke arah Lin Ming yang bersembunyi di kegelapan.

Lin Ming menahan napas, mencoba mengendalikan detak jantungnya yang berdebar kencang. Tangannya erat memegang tombak kayu, sementara pikiran bekerja cepat. Melawan makhluk tingkat E- secara langsung adalah bunuh diri, seperti peringatan sistem. Tapi ia terjebak—jika keluar gua, dua Scaled Crawler lain menunggu. Jika tetap di dalam, makhluk ini akan menyerangnya.

Pilihan satu-satunya: bertarung di ruang sempit di mana ukuran dan jumlah lawan tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya.

Scaled Crawler itu mendesis lagi, suaranya bergema di gua kecil. Ia melangkah lebih dalam, cakar depan yang tajam mencakar tanah batu, meninggalkan goresan dalam. Jaraknya sekarang hanya tiga meter dari Lin Ming.

Lin Ming mengambil inisiatif. Dengan gerakan cepat, ia melemparkan segenggam debu dan kerikil yang telah ia kumpulkan sebelumnya ke arah mata makhluk itu. Bukan untuk melukai, tapi untuk mengalihkan perhatian. Saat Scaled Crawler menggelengkan kepala, Lin Ming menerjang.

Tombak kayunya diayunkan dengan sekuat tenaga, bukan menusuk—sisik makhluk itu terlalu keras—tapi menyerang kaki depan. Kayu beradu dengan sisik dengan suara keras, dan Lin Ming merasakan getaran di tangannya. Tapi efeknya ada: Scaled Crawler itu terhuyung, kehilangan keseimbangan sejenak.

Lin Ming tidak memberi waktu. Ia mundur cepat, menarik makhluk itu lebih dalam ke gua, menjauh dari pintu masuk. Semakin dalam, langit-langit semakin rendah, membatasi gerakan makhluk yang lebih besar.

Scaled Crawler itu marah. Ia mendesis keras dan menyerang dengan cakar depan. Lin Ming menghindar ke samping, cakar itu mendarat di dinding gua, memercikkan serpihan batu. Kekuatannya mengerikan—jika mengenai tubuhnya, pasti akan merobek daging hingga tulang.

“System, analisis kelemahan!” perintah Lin Ming dalam hati sambil terus bergerak menghindar.

[Analisis cepat…] [Kelemahan: Mata, bagian bawah leher (area tanpa sisik tebal), sendi kaki.] [Peringatan: Senjata host saat ini tidak cukup tajam untuk menembus sisik di sebagian besar area.]

Mata dan bagian bawah leher. Tapi untuk mencapainya, ia harus sangat dekat. Berisiko.

Scaled Crawler menyerang lagi, kali ini dengan gigitan. Mulutnya terbuka lebar, menunjukkan deretan gigi seperti pisau kecil. Lin Ming menjatuhkan diri ke lantai, berguling di bawah perut makhluk itu—gerakan berisiko tapi satu-satunya cara.

Dari posisi di bawah, ia bisa melihat area bawah leher—warnanya lebih terang, sisiknya lebih kecil dan tampak lebih lunak. Dengan cepat, ia menusukkan tombak ke atas.

Tombak kayu itu mengenai sasaran, tapi tidak cukup dalam. Ujung kayu patah, hanya membuat luka kecil. Scaled Crawler itu menjerit kesakitan, melompat ke belakang. Darah hitam mengalir dari lukanya, tapi tidak fatal.

Lin Ming bangkit, sekarang tanpa senjata. Tombaknya patah, tinggal gagangnya. Di luar, dua Scaled Crawler lain mulai gelisah, mendesis-desis, tapi ruang yang sempit membuat mereka tidak bisa masuk bersamaan.

Makhluk yang terluka kini lebih berhati-hati. Ia mundur sedikit, mengamati Lin Ming. Darah terus menetes, tapi tampaknya tidak melemahkannya secara signifikan.

Lin Ming merasakan energinya: 8.9/10. Ia perlu menggunakan teknik Telapak Guntur. Tapi meridian lengan kanannya belum sepenuhnya pulih dari latihan kemarin. Tapi tidak ada pilihan.

Dia mengambil posisi, menarik energi dari Dantian—lebih banyak dari sebelumnya, sekitar 2 unit. Energi listrik mengalir melalui meridian lengan kanannya, kali ini terasa seperti aliran api karena meridian yang masih sensitif. Lin Ming menahan rasa sakit, fokus pada teknik.

Scaled Crawler itu seperti merasakan ancaman. Ia mendesis, bersiap menyerang.

Lin Ming tidak menunggu. Ia melangkah maju, memutar tubuh, dan melepaskan Telapak Guntur.

Bzzzt-KRAK!

Suaranya lebih keras dari sebelumnya. Kilatan biru sepanjang lengan melesat dari telapak tangannya, mengenai Scaled Crawler tepat di dada. Sisik di sana menghitam, terbakar, dan makhluk itu terlempar ke belakang, membentur dinding gua dengan keras.

Tapi tidak mati. Scaled Crawler itu bangkit, lebih lambat, dengan bagian dada yang mengeluarkan asap. Marah dan terluka parah, tapi masih bisa bertarung.

Lin Ming merasakan efek samping: lengan kanannya seperti terbakar dari dalam, dan energinya turun menjadi 6.5/10. Satu serangan menggunakan 2.4 unit energi—lebih dari yang ia perkirakan.

[Peringatan: Meridian lengan kanan mengalami kerusakan mikro. Tidak disarankan menggunakan teknik berbasis energi dengan lengan ini selama minimal 24 jam.] [Energi: 6.5/10.]

Sementara itu, di luar, dua Scaled Crawler lain semakin gelisah. Salah satu mulai menggaruk-garuk pintu gua, berusaha memperlebar jalan masuk.

Lin Ming dalam masalah. Satu makhluk terluka parah tapi masih bertarung, dua lainnya akan segera masuk. Dan senjatanya hancur, lengan kanannya rusak, energi tinggal setengah.

Ia perlu solusi kreatif, dan cepat.

Matanya berpindah ke Batu Inti Badai Kecil di pinggangnya. Batu itu masih memiliki sekitar 7 unit energi guntur murni. Jika dilepaskan sekaligus… tapi itu akan menghancurkan batu, dan mungkin juga gua ini. Tapi mungkin itu satu-satunya cara.

Atau… formasi. Gua ini memiliki formasi penghalang sederhana di pintu masuk yang masih aktif, tapi hanya untuk makhluk tingkat F. Untuk makhluk tingkat E, itu hanya gangguan kecil.

Tapi jika ia memperkuatnya dengan sisa energi batu inti dan energinya sendiri…

Lin Ming mundur lebih dalam ke gua, sambil menjaga jarak dengan Scaled Crawler yang terluka. Dengan tangan kiri, ia merogoh kantong di pinggang, mengambil batu inti. Lalu, dengan cepat, ia menggambar pola di tanah dengan ujung sepatunya—pola formasi sederhana “Penguat Penghalang” yang ia ingat dari pengetahuan dasar seni formasi.

Scaled Crawler yang terluka melihat kesempatan. Ia menerjang, tapi kali ini Lin Ming siap. Dengan tangan kiri (yang masih berfungsi), ia melemparkan segenggam debu batu bercampur serpihan logam dari cincin penyimpanannya—sisa-sisa dari eksplorasi sebelumnya. Debu itu mengenai mata makhluk itu, membuatnya menggelengkan kepala kesakitan.

Lin Ming menggunakan waktu itu untuk menyelesaikan pola formasi. Ia meletakkan Batu Inti Badai Kecil di pusat pola, lalu dengan konsentrasi penuh, mengalirkan 1 unit energinya sendiri ke pola itu.

“Aktif!” gumamnya.

Formasi menyala biru terang. Pola energi menyebar dari batu inti, menyatu dengan formasi penghalang yang sudah ada di pintu gua. Efeknya langsung terlihat: dua Scaled Crawler di luar tiba-tiba mundur, mendesis kesakitan, seperti menyentuh pagar listrik.

Formasi penghalang yang diperkuat sekarang bekerja! Tapi Lin Ming tahu ini sementara—energi batu inti akan habis, dan formasi ini tidak dirancang untuk tingkat E.

Scaled Crawler yang terluka di dalam gua, terputus dari teman-temannya, kini tampak panik. Ia mencoba kembali ke pintu, tapi ketika mendekati area formasi, sisiknya menyala biru dan ia menjerit, mundur lagi. Terjebak.

Ini kesempatan. Lin Ming melihat sekeliling. Gua ini memiliki beberapa batu besar di bagian belakang yang bisa digunakan. Tapi dengan lengan kanan yang sakit, bagaimana?

“System, bisakah aku menggunakan bakat Penginderaan Panas untuk menemukan titik lemah yang lebih spesifik?”

[Memindai target yang terluka…] [Analisis termal menunjukkan area cedera: dada (terbakar), leher bawah (luka tusuk), kaki kanan depan (tulang mungkin retak dari benturan).] [Rekomendasi: Fokus pada kaki yang cedera untuk membatasi mobilitas.]

Kaki kanan depan. Lin Ming mengamati: memang, makhluk itu sedikit pincang, lebih berat pada kaki kiri.

Dengan cepat, Lin Ming meraih batu sebesar kepalanya dari lantai gua. Berat, tapi bisa diangkat dengan tangan kiri. Scaled Crawler itu melihatnya, bersiap.

Lin Ming tidak melempar—akurasinya buruk dengan tangan kiri. Sebagai gantinya, ia berlari ke dinding gua, memanjat beberapa tonjolan batu kecil hingga setinggi dua meter, lalu melompat, membawa batu turun dengan seluruh berat tubuhnya.

Batu itu menghantam kaki kanan depan Scaled Crawler dengan suara patah yang memuakkan. Makhluk itu menjerit melengking, jatuh ke samping. Kaki depannya bengkok dengan sudut yang tidak wajar.

Sekarang, dengan satu kaki patah, mobilitasnya sangat terbatas. Tapi ia masih berbahaya—gigi dan cakar masih bisa digunakan.

Lin Ming mengambil risiko. Ia mendekat dari samping, menghindari kepala yang bergerak-gerak mencoba menggigit. Saat mulut makhluk itu terbuka lebar untuk menggigit, Lin Ming melakukan hal yang tidak terduga: ia memasukkan tangan kirinya yang memegang gagang tombak patah ke dalam mulut itu, menyangkirkannya di antara rahang atas dan bawah.

Scaled Crawler itu terkekang, tidak bisa menutup mulut sepenuhnya. Ia menggelengkan kepala dengan liar, tapi Lin Ming berpegangan erat. Dengan tangan kanan yang sakit, ia meraih pisau batu kecil di pinggangnya—senjata terakhirnya.

Dengan gerakan cepat, ia menusukkan pisau batu ke mata kanan Scaled Crawler.

Pisau batu itu menembus, masuk dalam. Makhluk itu menggeliat hebat, lalu perlahan melemah. Lin Ming terus menekan, memastikan. Akhirnya, tubuh Scaled Crawler itu berhenti bergerak.

[Scaled Crawler (E-) telah dikalahkan.] [Host mendapatkan: 11 Poin Replikasi.] [Pencapaian terbuka: Pembunuh Tingkat E Pertama.] [Hadiah: 10 Poin Replikasi, 1 teknik dasar “Penglihatan Malam Tingkat E”.]

[Poin Replikasi saat ini: 3.2 + 11 + 10 = 24.2 poin.]

Lin Ming terjatuh di samping bangkai makhluk itu, terengah-engah. Tangan kanannya berdenyut-denyut sakit, lengan kirinya lecet dari pegangan, dan seluruh tubuhnya penuh memar. Tapi ia hidup. Dan ia baru saja mengalahkan makhluk tingkat E- untuk pertama kalinya.

Tapi perjuangan belum selesai. Di luar, dua Scaled Crawler lain masih ada, dan formasi penghalang mulai melemah—cahaya birunya meredup. Batu Inti Badai Kecil hampir habis energinya.

Lin Ming bangkit, melihat bangkai Scaled Crawler. Ia perlu keluar dari sini, tapi bagaimana? Melawan dua makhluk tingkat E- sekaligus dalam kondisi ini mustahil.

Mungkin… memanfaatkan bangkai ini? Scaled Crawler mungkin memiliki hierarki atau naluri tertentu. Jika ia menunjukkan bangkai temannya…

Dengan susah payah, Lin Ming mendorong bangkai Scaled Crawler ke arah pintu gua. Beratnya luar biasa, tapi dengan tenaga tersisa, ia berhasil mendorongnya hingga dekat formasi penghalang yang semakin lemah.

Kemudian, dengan sisa energi, ia menggunakan teknik Telapak Guntur dengan tangan kiri—sakit sekali, karena meridian lengan kiri tidak terbiasa, tapi ia memaksakan. Kilatan kecil menyambar bangkai itu, membakar sisik dan daging, menciptakan bau terbakar yang tajam.

Bau itu menyebar ke luar. Dua Scaled Crawler yang sedang mencoba menerobos formasi tiba-tiba berhenti. Mereka mengendus-endus udara, lalu mendesis dengan nada berbeda—mungkin marah, atau mungkin… takut?

Salah satu dari mereka mundur selangkah. Yang lain melihat ke dalam gua, melihat bangkai temannya, lalu mendesis lagi. Mereka tampaknya ragu.

Formasi penghalang padam sepenuhnya. Batu Inti Badai Kecil sekarang hanya batu biasa, retak, tanpa energi. Dua Scaled Crawler itu bisa masuk kapan saja.

Tapi mereka tidak masuk. Setelah beberapa saat saling mendesis, mereka perlahan mundur, lalu berbalik dan pergi, meninggalkan gua.

Lin Ming tidak percaya. Apakah mereka takut? Atau apakah mereka hanya tidak mau mengambil risiko setelah melihat satu dari mereka mati? Atau mungkin bau bangkai yang terbakar adalah sinyal bahaya dalam bahasa mereka?

Tidak peduli alasannya, mereka pergi. Lin Ming masih hidup.

Dia terjatuh lagi ke lantai, kali ini karena kelegaan. Napasnya tersengal-sengal, seluruh tubuhnya sakit. Tapi ia berhasil. Ia mengalahkan makhluk tingkat E- sendirian, dengan akar spiritual baru dan teknik dasar.

Setelah beberapa menit, ia memeriksa statusnya.

[Status Host] Kesehatan: 71/100 (Cedera sedang) Energi: 4.1/10 Poin Replikasi: 24.2 Cedera: Meridian lengan kanan rusak mikro (24 jam pemulihan), memar di sekujur tubuh, luka lecet.

Dia perlu menyembuhkan diri. Pertama, ia menggunakan bakat Regenerasi Kulit Cepat—sudah aktif, memperlambat pendarahan dan mulai menyembuhkan luka luar. Tapi untuk meridian, ia butuh waktu atau bantuan.

Lin Ming mengeluarkan Cairan Penyeimbang Meridian dari cincin penyimpanan. Masih ada sekitar sepertiga botol. Ia meneteskan tiga tetes—dosis hariannya—tapi kali ini, ia juga mengoleskan sedikit di lengan kanannya yang sakit. Mungkin membantu?

Sensasi dingin menyebar, dan rasa sakit di meridian sedikit mereda. Mungkin efek plasebo, atau memang bekerja.

Kemudian, ia melihat pencapaian baru: teknik “Penglihatan Malam Tingkat E”. Ia memilih untuk mempelajarinya sekarang.

[Teknik “Penglihatan Malam Tingkat E” telah ditambahkan ke memori host.] [Ini adalah teknik dasar yang memungkinkan host melihat dalam gelap dengan lebih jelas dengan mengalirkan sedikit energi ke mata. Konsumsi energi: 0.1 unit/jam.]

Berguna, meski ia sudah memiliki bakat Penginderaan Panas. Tapi penglihatan malam konvensional mungkin lebih alami untuk digunakan.

Lin Ming kemudian memeriksa bangkai Scaled Crawler. Sistem menawarkan untuk mereplikasi bakat, tapi biayanya tinggi (12-18 poin). Dengan 24.2 poin, ia bisa mereplikasi satu, tapi ia mungkin perlu menyimpan poin untuk hal lain. Atau, ia bisa membelah bangkai untuk bahan—sisiknya keras, mungkin bisa dibuat armor atau senjata. Cakarnya tajam, bisa dijadikan pisau.

Tapi pertama-tama, ia perlu aman. Gua ini sekarang berbau darah dan terbakar, mungkin menarik pemangsa lain. Juga, dua Scaled Crawler lain mungkin kembali dengan teman lebih banyak.

Lin Ming memutuskan untuk meninggalkan gua ini sementara. Ia mengumpulkan barang-barangnya, menyimpan bangkai Scaled Crawler utuh di cincin penyimpanan—nyaris tidak muat, memenuhi hampir seluruh ruang. Lalu, dengan hati-hati, ia keluar.

Dasar jurang tampak sunyi. Tidak ada tanda Scaled Crawler lain. Mungkin mereka sudah pergi jauh. Lin Ming memutuskan untuk mencari tempat persembunyian baru—mungkin di area yang pernah ia jelajahi sebelumnya, jauh dari sini.

Sebelum pergi, ia melihat ke arah timur lagi. Air terjun bawah tanah dan pintu kuno. Dengan munculnya makhluk tingkat E di area ini, mungkin itu pertanda ia semakin dekat dengan area berbahaya. Mungkin Scaled Crawler adalah bagian dari “penjaga” yang disebutkan, atau hanya penghuni biasa.

Apapun itu, Lin Ming menyadari sesuatu: kemampuannya sekarang masih terlalu lemah. Ia hampir mati melawan satu makhluk tingkat E-, itu pun dengan keberuntungan dan keuntungan medan. Untuk menghadapi penjaga pintu yang “jauh lebih kuat”, ia perlu menjadi setidaknya setara dengan tingkat E, atau lebih baik.

Tiga sampai lima minggu untuk mencapai Lapis 1 Qi Gathering tiba-tiba terasa terlalu lama. Ia perlu mempercepat.

Sambil berjalan mencari tempat persembunyian baru, Lin Ming merencanakan. Dengan 24.2 poin, ia bisa mereplikasi bakat dari Scaled Crawler untuk meningkatkan pertahanan atau ofensif. Atau, ia bisa menyimpannya untuk teknik lain. Atau, mungkin mencari sumber daya untuk membuat pil Qi Gathering—ia pernah melihat resepnya tapi tidak bisa karena kurang poin dan bahan.

Tapi ada cara lain: jika makhluk tingkat E memberikan banyak poin, mungkin ia bisa berburu lebih banyak? Tapi itu berisiko tinggi. Mungkin lebih baik fokus pada kultivasi dulu, mencapai Lapis 1, baru mencoba berburu makhluk tingkat E lagi.

Lin Ming akhirnya menemukan tempat baru: sebuah ceruk tinggi di tebing, sekitar empat meter dari tanah, hanya bisa dicapai dengan memanjat. Dari atas, ia bisa melihat area sekeliling dengan baik. Ceruknya cukup dalam untuk memberi perlindungan dari hujan dan angin, dan masuknya sempit, mudah dipertahankan.

Ia naik, menyusun batu untuk membuat penghalang di depan, lalu duduk bersila. Malam mulai turun, tapi dengan Penglihatan Malam barunya (ia mengaktifkannya, mengonsumsi 0.1 energi/jam), ia bisa melihat dengan cukup jelas.

Hari ini telah mengajarkannya banyak: tentang kekurangannya, tentang kekuatan makhluk tingkat E, tentang pentingnya persiapan. Tapi juga tentang kemampuannya untuk bertahan, untuk beradaptasi, untuk menang bahkan dalam kondisi tidak menguntungkan.

Dengan tekad baru, Lin Ming memulai sirkulasi Qi. Energi mengalir melalui meridiannya, perlahan memperbaiki kerusakan, mengisi Dantian. Di kejauhan, suara air terjun bawah tanah bergemuruh, seolah memanggilnya.

Tapi untuk menjawab panggilan itu, ia perlu menjadi lebih kuat. Dan itu akan dimulai sekarang, di ceruk batu ini, dengan setiap siklus energi, dengan setiap poin yang dikumpulkan, dengan setiap pelajaran yang dipelajari.

Perjalanan masih panjang, tapi setiap langkah, bahkan yang kecil, membawanya lebih dekat ke tujuannya: kekuatan untuk membalas dendam, dan mungkin, untuk mengubah takdirnya sepenuhnya.