Bab 8: Pemulihan dan Persiapkan

Ukuran:
Tema:

Malam di ceruk tebing berlalu dengan lambat bagi Lin Ming. Rasa sakit di meridian lengan kanannya berdenyut-denyut, mengingatkannya akan batas tubuhnya yang masih rapuh. Meski demikian, ia tidak bisa tidur—setiap suara kecil di dasar jurang membuatnya terjaga, waspada terhadap kemungkinan kembalinya Scaled Crawler atau kedatangan pemangsa lain yang tertarik dengan bau darah.

Dengan posisi duduk bersila, ia memaksakan diri untuk melakukan sirkulasi Qi meski dalam kondisi terluka. Menurut pengetahuannya, sirkulasi Qi tidak hanya mengisi energi tetapi juga membantu pemulihan dengan memperbaiki kerusakan internal melalui aliran energi. Tapi kali ini, ia harus sangat berhati-hati—mengalirkan energi melalui meridian yang rusak bisa memperparah keadaan jika tidak dilakukan dengan tepat.

Lin Ming fokus pada teknik Sirkulasi Qi Guntur, tapi kali ini ia memodifikasi: alih-alih mengedarkan energi melalui seluruh meridian utama, ia hanya mengalirkannya melalui jalur yang aman—dari Dantian ke lengan kiri, lalu kembali melalui dada, menghindari lengan kanan yang rusak. Ini seperti memintas jalan yang rusak, kurang efisien tapi lebih aman.

Energi mengalir perlahan, terasa seperti air dingin yang membersihkan luka dari dalam. Setiap siklus mengurangi sedikit rasa sakit, meski hanya sedikit. Sistem memberikan pembaruan status secara berkala:

[Energi: 4.1 → 4.8/10 (pemulihan pasif + aktif)] [Kesehatan: 71 → 73/100 (pemulihan lambat)] [Kerusakan meridian lengan kanan: 24 jam → 23 jam 30 menit tersisa untuk pemulihan alami.]

Lambat, tapi stabil. Lin Ming terus berlatih hingga subuh menyingsing, saat cahaya pertama mulai menembus kabut jurang. Baru saat itu ia mengizinkan dirinya istirahat sejenak, berbaring di lantai ceruk dengan mata setengah tertutup.

Pikirannya berputar pada pilihan yang ada. Dua puluh empat koma dua poin replikasi—jumlah yang cukup berarti. Ia bisa mereplikasi salah satu bakat dari Scaled Crawler, atau menyimpannya untuk sesuatu yang lain. Atau, mungkin membeli teknik baru?

“System, tampilkan lagi bakat dari Scaled Crawler dengan biaya dan penjelasan detail.”

[Bakat dari Scaled Crawler (Tingkat E-):]

  1. Cakar Tajam Batu (E-) – Biaya: 15 Poin [Efek: Menguatkan kuku dan tulang tangan/kaki host, memungkinkan untuk memotong atau menggores batu dengan mudah. Peningkatan daya rusak fisik.]
  2. Pertahanan Sisik Tebal (E-) – Biaya: 18 Poin [Efek: Menguatkan kulit host, memberikan ketahanan terhadap serangan fisik tingkat F dan mengurangi kerusakan dari serangan tingkat E-. Konsumsi energi pasif: 0.2 unit/jam saat aktif.]
  3. Indera Getaran Bumi (E-) – Biaya: 12 Poin [Efek: Mampu mendeteksi getaran melalui tanah dalam radius 50 meter. Berguna untuk mendeteksi pergerakan makhluk, gempa kecil, atau struktur bawah tanah. Konsumsi energi: 0.1 unit/jam saat aktif.]

Lin Ming mempertimbangkan dengan cermat. Cakar Tajam Batu menarik untuk ofensif fisik, tapi ia masih lemah secara fisik—bahkan dengan kuku tajam, mendekati musuh tingkat E tetap berisiko. Pertahanan Sisik Tebal sangat berguna, tapi mahal dan mengkonsumsi energi terus-menerus. Indera Getaran Bumi paling murah dan berguna untuk deteksi dini—dalam lingkungan berbahaya seperti jurang ini, mengetahui adanya ancaman dari jauh bisa menyelamatkan nyawa.

Tapi ada pertimbangan lain: bakat tingkat E- mungkin terlalu kuat untuk tubuhnya yang masih tingkat F. “System, apakah ada risiko mereplikasi bakat tingkat E- dengan tubuhku saat ini?”

[Analisis kompatibilitas…] [Tubuh host saat ini memiliki fondasi tingkat F dengan akar spiritual tingkat F. Replikasi bakat tingkat E- memiliki risiko penolakan 5-10%.] [Risiko dapat dikurangi dengan: 1) Meningkatkan kesehatan host di atas 90%, 2) Memastikan tidak ada cedera meridian aktif, 3) Menggunakan Poin Replikasi tambahan untuk integrasi stabil (biaya +20%).]

Jadi ada risiko, tapi bisa dikurangi. Lin Ming memutuskan untuk menunggu sampai kesehatannya pulih dan meridiannya sembuh sebelum mereplikasi bakat apa pun. Untuk sekarang, fokus pada pemulihan dan kultivasi.

Sepanjang hari itu, Lin Ming tetap di ceruknya. Ia menggunakan waktu untuk memproses bangkai Scaled Crawler yang disimpan di cincin penyimpanan. Dengan pisau batu dan cakar Scaled Crawler itu sendiri (yang ia cabut dari bangkai), ia mulai membedah.

Prosesnya tidak mudah—sisiknya keras, dan daging di bawahnya alot. Tapi Lin Ming bersikeras. Ia bukan hanya mencari makanan (daging reptil ini mungkin bisa dimakan, meski ia ragu), tapi juga bahan yang berguna.

Setelah beberapa jam, ia berhasil mengumpulkan:

  • 24 keping sisik terbesar, masing-masing sebesar telapak tangan, keras dan ringan.
  • 8 cakar tajam, panjang sekitar 15 cm, berujung runcing seperti belati.
  • 1 kantung empedu berisi cairan hijau kental (mungkin beracun atau berguna untuk sesuatu).
  • Beberapa potong tendon kuat yang bisa digunakan sebagai tali.

Yang paling menarik, di dalam dada Scaled Crawler, dekat jantung, Lin Ming menemukan sebuah batu kecil sebesar kacang polong, berwarna kuning kecoklatan, memancarkan energi halus.

[Monster Core Tingkat E- Rendah] [Kandungan: Energi bumi murni (20 unit)] [Kualitas: Rendah] [Kegunaan: Dapat diserap untuk meningkatkan energi (hati-hati: energi bumi tidak kompatibel dengan energi guntur host), dapat digunakan sebagai bahan kerajinan atau formasi, atau ditukar sebagai mata uang di dunia persilatan.]

Monster Core! Lin Ming pernah mendengar tentang ini—inti energi yang terbentuk di dalam makhluk kuat. Biasanya hanya makhluk tingkat E ke atas yang memilikinya. Ini adalah harta yang berharga.

Tapi energi bumi tidak kompatibel dengan energi gunturnya. Menyerapnya langsung bisa menyebabkan konflik energi. Tapi mungkin bisa digunakan untuk hal lain—sebagai sumber energi untuk formasi, atau mungkin ditukar nanti jika ia bertemu dengan orang lain.

Lin Ming menyimpan semua barang itu dengan hati-hati. Sisik dan cakar bisa dibuat menjadi armor dan senjata sederhana nanti, jika ia mempelajari kerajinan dasar. Atau, ia bisa mencoba mereplikasi kemampuan kerajinan dari sesuatu…

Hari berganti malam lagi. Kesehatan Lin Ming telah pulih menjadi 85/100, dan meridian lengan kanannya tinggal 12 jam lagi untuk pulih sepenuhnya. Energinya kini 8.3/10—hampir penuh. Kemajuan teknik Sirkulasi Qi Guntur mencapai 15%.

Malam kedua di ceruk, Lin Ming memutuskan untuk mencoba teknik Penglihatan Malam Tingkat E yang ia dapatkan dari pencapaian. Ia mengaktifkannya, mengalirkan 0.1 unit energi ke mata.

Efeknya segera terasa. Dunia yang sebelumnya gelap gulita kini terlihat dalam nuansa hijau-biru, seperti dilihat melalui kacamata inframerah. Detail yang sebelumnya tak terlihat sekarang jelas: tekstur batu, serangga kecil merayap di dinding tebing, bahkan uap air yang naik dari genangan di bawah. Jangkauannya juga lebih jauh daripada bakat Penginderaan Panas—sekitar 100 meter dengan jelas.

Tapi yang menarik, Lin Ming melihat sesuatu yang sebelumnya terlewat: di dinding tebing seberang, sekitar 80 meter dari ceruknya, ada pola cahaya energi samar membentuk garis-garis berkelok. Pola itu tidak terlihat oleh mata biasa, tapi dengan Penglihatan Malam yang ditingkatkan oleh energi, ia bisa melihatnya.

“System, pindai pola cahaya di dinding tebing seberang.”

[Memindai…] [Pola terdeteksi: Jejak energi residual dari teknik “Lompatan Tebing” atau sejenisnya.] [Usia jejak: perkiraan 2-3 minggu.] [Kesimpulan: Seseorang atau sesuatu dengan kemampuan mirip manusia pernah menggunakan teknik untuk memanjat tebing di sana.]

Manusia? Atau makhluk humanoid? Di dasar jurang ini? Lin Ming terkejut. Selama ini ia mengira dirinya satu-satunya manusia di sini. Tapi jejak ini berusia 2-3 minggu—lebih baru dari kedatangannya. Apakah ada orang lain yang terjatuh seperti dirinya? Atau… apakah ini terkait dengan Magister Thunderhand? Tapi catatan Magister sudah bertahun-tahun lalu.

Apapun itu, ini penting. Besok, ia harus memeriksa area itu.

Keesokan pagi, dengan kesehatan 90/100 dan meridian lengan kanan yang hampir pulih (4 jam tersisa), Lin Ming memutuskan waktunya untuk mereplikasi bakat. Ia memilih Indera Getaran Bumi—paling murah, berguna untuk deteksi, dan mungkin membantu menemukan lebih banyak sumber daya atau menghindari bahaya.

“System, aku ingin mereplikasi bakat Indera Getaran Bumi dari Scaled Crawler. Kondisi tubuhku sudah lebih baik. Lakukan dengan integrasi stabil jika perlu.”

[Analisis kondisi host…] [Kesehatan: 90/100 – Memenuhi syarat.] [Meridian aktif: Hanya lengan kanan yang masih dalam pemulihan akhir – Risiko rendah.] [Rekomendasi: Gunakan integrasi stabil dengan biaya tambahan 20% (12 + 2.4 = 14.4 Poin).] [Konfirmasi: Replikasi bakat Indera Getaran Bumi (E-) dengan integrasi stabil?]

“Ya, lakukan.”

[Melakukan replikasi dengan integrasi stabil…] [14.4 Poin Replikasi dikonsumsi.] [Poin Replikasi tersisa: 24.2 – 14.4 = 9.8 poin.] [Menyalin data bakat…] [Mengintegrasikan ke sistem sensorik host…]

Proses kali ini berbeda dengan replikasi bakat tingkat F. Lin Ming merasakan perubahan yang lebih dalam, lebih fundamental. Kaki dan telapak kakinya terasa panas, lalu mati rasa sejenak, sebelum sensasi baru muncul: ia bisa merasakan getaran halus melalui batu tempatnya duduk—getaran dari air yang menetes di suatu tempat, dari hewan kecil yang bergerak di bawah, bahkan dari napasnya sendiri.

Tapi yang lebih menakjubkan, ia bisa “mendengar” melalui kaki. Bukan suara, tapi getaran: pola ritmis dari sesuatu yang berjalan jauh di bawah, denyutan lemah dari aliran air bawah tanah, bahkan gemuruh halus dari air terjun di timur.

[Bakat “Indera Getaran Bumi” (E-) berhasil direplikasi.] [Integrasi stabil: 100%.] [Konsumsi energi saat aktif: 0.1 unit/jam.] [Radius deteksi: 50 meter (dapat ditingkatkan dengan konsentrasi dan energi lebih).]

Lin Ming segera mengaktifkannya, mengalirkan 0.1 unit energi ke kaki. Dunia getaran terbuka. Ia duduk diam selama sepuluh menit, memetakan lingkungan melalui getaran. Di bawah ceruknya, sekitar 30 meter, ada terowongan kecil—mungkin sarang hewan. Di timur laut, sekitar 40 meter, ada rongga besar—mungkin gua lain. Dan yang menarik, di arah timur, dekat air terjun, ada getaran konstan yang kuat—seperti sesuatu yang besar bernapas atau mesin berdenyut.

Penjaga pintu? Mungkin.

Tapi ada yang lebih mendesak: di barat, sekitar 100 meter (di luar radius deteksinya, tapi getarannya masih terasa samar), ada sekelompok getaran berirama—seperti langkah kaki. Banyak. Minimal lima atau enam makhluk, bergerak lambat tapi teratur.

Lin Ming segera mematikan bakat untuk menghemat energi. Ia perlu bersiap. Apapun yang mendekat, ia harus waspada.

Dengan penglihatan malam yang masih aktif, ia mengintip dari ceruk. Di kejauhan, ia melihat bentuk-bentuk bergerak. Bukan Scaled Crawler—bentuknya berbeda, lebih tegak. Dan ukurannya… seperti manusia?

Jantung Lin Ming berdebar kencang. Apakah ada manusia lain di dasar jurang? Atau makhluk humanoid? Ingatnya pada jejak di tebing seberang.

Dengan hati-hati, ia mengaktifkan kembali Indera Getaran Bumi, fokus pada kelompok itu. Getaran kaki mereka teratur—seperti berbaris. Dan ada getaran suara? Mungkin mereka berbicara?

Tapi terlalu jauh untuk detail. Lin Ming harus memutuskan: menyembunyikan diri dan berharap mereka lewat, atau mencoba mengamati lebih dekat? Jika mereka manusia, mungkin bisa berkomunikasi, bertukar informasi. Tapi jika mereka bermusuhan…

Pengalaman di Sekte Pedang Awan mengajarkannya untuk tidak terlalu mempercayai orang asing. Tapi di sisi lain, ini kesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang jurang ini.

Lin Ming memutuskan untuk mengamati dari kejauhan dulu. Dengan kemampuan barunya, ia bisa melacak pergerakan mereka tanpa terlihat. Jika mereka tampak ramah, mungkin ia akan mencoba kontak. Jika tidak, ia akan tetap tersembunyi.

Dia mengumpulkan barang-barangnya, siap untuk bergerak jika diperlukan. Cincin penyimpanan hampir penuh, tapi masih ada ruang untuk barang kecil. Ia mengambil satu cakar Scaled Crawler dan mengikatnya pada gagang kayu, membuat tombak darurat dengan mata cakar. Tidak sempurna, tapi lebih tajam dari tombak kayu biasa.

Kelompok itu semakin dekat. Kini, dengan Penglihatan Malam, Lin Ming bisa melihat mereka lebih jelas: makhluk setinggi manusia, tapi dengan kulit keabu-abuan, bertubuh kurus, memakai pakaian dari kulit dan kain kasar. Mereka membawa tombak dan tongkat. Wajahnya… tidak seperti manusia sepenuhnya—telinganya runcing, mata besar, dan tidak ada hidung yang jelas, hanya lubang.

[Berkas Makhluk: “Penghuni Jurang” atau “Deep Dwellers”] [Tingkat Ancaman: F+ hingga E- (bervariasi)] [Catatan: Makhluk humanoid yang menghuni bagian dalam bumi. Biasanya hidup dalam kelompok, memiliki kecerdasan terbatas tapi kemampuan bertahan yang tinggi.]

Bukan manusia, tapi makhluk humanoid. Lin Ming menarik napas. Ini adalah pertama kalinya ia melihat makhluk cerdas selain manusia. Apakah mereka berbahaya? Apakah mereka bisa diajak berkomunikasi?

Kelompok itu berhenti sekitar 60 meter dari ceruknya. Mereka tampaknya sedang berdiskusi—satu yang lebih tinggi (pemimpin?) memberi isyarat tangan, yang lain mengangguk. Lalu mereka berpisah: tiga terus ke timur, dua ke selatan, dan satu—yang terkecil—ditinggalkan menjaga beberapa bungkusan.

Ini kesempatan. Jika Lin Ming bisa menangkap yang sendirian, mungkin ia bisa mendapatkan informasi tanpa menghadapi seluruh kelompok.

Tapi itu berisiko. Makhluk itu sendiri mungkin tingkat F+ atau E-, dan meski Lin Ming sekarang memiliki bakat tingkat E- dan pengalaman melawan Scaled Crawler, menyerang makhluk cerdas berbeda dengan menyerang hewan.

Lin Ming memutuskan untuk mencoba. Jika ia bisa menangkapnya hidup-hidup, mungkin bisa berkomunikasi dengan sistem sebagai penerjemah? “System, bisakah kamu menerjemahkan bahasa makhluk itu jika aku bisa berinteraksi?”

[Analisis… Bahasa makhluk humanoid bawah tanah biasanya turunan dari Bahasa Jiwa Kuno. Sistem memiliki database terbatas. Kemungkinan penerjemahan dasar: 40-60%.]

Cukup baik. Lin Ming merangkak keluar dari ceruk dengan hati-hati, menggunakan batu-batu besar sebagai penghalang. Makhluk penjaga itu duduk di atas batu, tampak mengawasi sekeliling, tapi matanya sering tertuju ke arah timur seolah ingin menyusul temannya.

Lin Ming mendekat dari belakang, memanfaatkan Indera Getaran Bumi untuk memastikan tidak ada yang kembali. Jarak 30 meter… 20 meter… 10 meter…

Makhluk itu tiba-tiba berbalik, hidungnya (atau lubang penciumannya) mengendus-endus. Ia merasakan kehadiran Lin Ming! Dengan cepat, ia berdiri, mengambil tombaknya.

Tidak ada waktu untuk rencana rumit. Lin Ming menerjang, tombak cakar di tangan. Makhluk itu membalas dengan tombak kayunya. Pertukaran serangan cepat—Lin Ming memparade, mendorong, lalu menggunakan kaki untuk menyapu kaki lawan.

Makhluk itu terjatuh, tapi segera bangkit, mendesis dengan suara aneh. Ia mencoba berteriak, mungkin memanggil temannya, tapi Lin Ming sudah menutup mulutnya dengan tangan, mendorongnya ke tanah.

Pertarungan singkat namun sengit. Makhluk itu kuat untuk ukurannya yang kecil, tapi Lin Ming memiliki pengalaman bertarung hidup-mati melawan Scaled Crawler. Dalam satu menit, ia berhasil melumpuhkannya dengan tekanan pada titik tertentu di leher (teknik dasar yang ia pelajari dari mengamati para murid luar berlatih).

Makhluk itu pingsan. Lin Ming cepat-cepat mengikatnya dengan tali dari tendon Scaled Crawler, lalu membawanya kembali ke ceruk. Beratnya tidak seberat manusia—mungkin 40 kg.

Sesampainya di ceruk, Lin Ming memeriksa. Makhluk itu masih hidup, napasnya teratur. Ia mencari barang bawaannya—sebuah kantong kulit berisi benda-benda: beberapa akar kering, batu berkilau aneh, dan peta kasar di atas kulit hewan.

Peta! Lin Ming membukanya. Bahasanya asing, tapi sistem mulai menerjemahkan.

[Peta daerah timur jurang.] [Menunjukkan lokasi: “Permukiman Kami” (barat), “Air Terjun Besar” (timur), “Tanah Berbahaya” (utara, dengan simbol tengkorak), “Ruang Kuno” (selatan, dengan simbol gerbang).] [Ada juga tanda jalan dan simbol peringatan.]

Ruang Kuno dengan simbol gerbang—mungkin pintu ujian Dewa Bela Diri! Dan Tanah Berbahaya dengan simbol tengkorak—mungkin area makhluk kuat.

Lin Ming juga melihat simbol lain: gambar seperti mata air dengan cahaya. “Mata Air Energi”? Mungkin sumber energi alam.

Ini berharga sekali. Lebih berharga dari yang ia harapkan.

Makhluk itu mulai bergerak-gerak, sadar kembali. Lin Ming bersiap. Sekarang, waktunya mencoba berkomunikasi. Dengan bantuan sistem, mungkin ia bisa mendapatkan informasi lebih banyak—tentang jurang, tentang pintu kuno, tentang cara keluar.

Atau, ini mungkin awal dari konflik baru dengan penghuni asli jurang.

Lin Ming mengambil napas dalam. Apapun yang terjadi, hidup di dasar jurang ini tidak akan pernah sama lagi.