Jejak Replikasi Sang Penguasa Langit Dan Bumi
Lin Ming, seorang murid rendahan dari Sekte Awan, hidup dalam cemoohan dan dianggap sebagai pecundang tanpa bakat. Nasibnya berubah secara dramatis ketika secara tak terduga ia mengaktifkan Sistem Replikasi Absolut, sebuah kekuatan misterius yang memungkinkannya menyalin dan menguasai setiap teknik, jurus, atau bahkan hukum alam yang disaksikannya, dengan membayar sejumlah “Poin Replikasi”.
Dengan kemampuan barunya ini, Lin Ming memulai perjalanan dari zero to hero. Ia menyamar sebagai berbagai identitas, mengumpulkan teknik dari berbagai aliran, dan menjelma menjadi sosok legendaris yang ditakuti dengan julukan “Hantu Seribu Wajah”. Namun, kekuatannya yang tumbuh pesat menarik perhatian kekuatan jahat. Kultus Iblis Darah melancarkan invasi besar-besaran, menghancurkan Sekte Awan dan mendorong Lin Ming ke dalam pertarungan mematikan yang membuat kultivasinya hancur separuh dan ia terlempar ke Jurang Keputusasaan.
Di jurang itulah sistemnya berevolusi. Setelah bangkit dari keterpurukan, Lin Ming tidak lagi sekadar menyalin teknik manusia, tetapi mulai mereplikasi Hukum Alam Semesta yang lebih mendasar seperti Waktu, Ruang, Penciptaan, dan Kehancuran. Perjalanannya mempertemukannya dengan Su Yue, Putri Suci Istana Es Abadi yang awalnya adalah musuh. Terjebak bersama di reruntuhan kuno, ikatan mereka berubah menjadi kemitraan dan cinta yang saling menguatkan.
Konflik mencapai puncaknya ketika terungkap bahwa bencana yang melanda Benua Sembilan Cakra sebenarnya adalah permainan para “Dewa” dari Alam Atas. Lin Ming, yang kini menjadi anomali terbesar, menjadi target pembersihan. Dipimpin oleh Lin Ming dan Su Yue, aliansi besar dunia persilatan bangkit untuk melawan para Dewa yang arogan dalam sebuah Perang Langit yang bereskala kosmik.
Perjuangan panjang penuh pengorbanan ini akan mengantarkan Lin Ming pada pertarungan final melawan Kaisar Langit Tertinggi, memaksanya menembus batas akhir kultivasi dari Dewa Bela Diri menuju tahap yang legendaris: Penguasa Semesta. Tujuannya bukan hanya kekuasaan, tetapi untuk meruntuhkan hierarki tua yang kejam dan menciptakan tatanan dunia baru yang damai, tempat ia dan orang-orang yang dikasihinya dapat hidup bebas.
Genre: Wuxia
Status: Ongoing
Daftar Bab
- Bab 1: Akar yang Patah dan Sistem yang Bangkit
- Bab 2: Bakat Bertahan di Kegelapan
- Bab 3: Celah Gelap dan Bahaya Tersembunyi
- Bab 4: Jejak Thunderhand dan Perburuan Poin
- Bab 5: Meridian yang Mulai Berdenyut
- Bab 6: Sirkulasi Qi dan Kilatan Pertama
- Bab 7: Pertarungan di Gua Sempit
- Bab 8: Pemulihan dan Persiapkan
- Bab 9: Tawanan dari Bawah Tanah
- Bab 10: Persenjataan dan Rencana
- Bab 11: Jalan Memutar dan Pintu Terbuka
- Bab 12: Sintesis dan Pendakian
- Bab 13: Pertemuan di Tebing
- Bab 14: Kembali ke Dunia Atas
- Bab 15: Kembali ke Sarang Lawan
- Bab 16: Rapat Aliansi dan Pengkhianatan
- Bab 17: Pembersihan dan Persiapan
- Bab 18: Menyusup ke Wilayah Darah
- Bab 19: Laporan dan Rencana Serangan
- Bab 20: Pertempuran di Bawah Bulan
- Bab 21: Pengorbanan di Altar Darah
- Bab 22: Kehancuran dan Harapan
- Bab 24: Persiapan Menghadapi Badai
- Bab 25: Pertempuran di Gerbang Darah
- Bab 26: Pencarian Pengetahuan Kuno
- Bab 27: Di Kaki Gunung Tengkorak
- Bab 28: Ritual Darah dan Cahaya
- Bab 29: Dedaunan Gugur dan Harapan Baru
- Bab 30: Bayangan Masa Lalu dan Jejak Masa Depan
- Bab 31: Melangkah ke Kegelapan
- Bab 32: Jejak Peradaban yang Hilang
- Bab 33: Pintu Gerbang Waktu
- Bab 34: Ujian dalam Bayangan
- Bab 35: Langkah Kembali ke Masa Lalu
- Bab 36: Pertarungan untuk Jiwa
- Bab 37: Ritual Terakhir di Lapangan Darah
- Bab 38: Bayang-bayang Masa Lalu
- Bab 39: Suara Hutan Purba
- Bab 40: Tarian Cahaya dan Kegelapan
- Bab 41: Menuju Ujung Dunia
- Bab 42: Ujian dalam Es dan Waktu
- Bab 43: Pilihan dan Pengorbanan
- Bab 44: Perjalanan ke Negeri Pasir dan Lupa
- Bab 45: Kembali ke Tempat Bermula
- Bab 46: Kebenaran dalam Mimpi Purba
- Bab 47: Pertempuran untuk Kebenaran
- Bab 48: Kedalaman dan Karang
- Bab 49: Mata Air dan Keputusan
- Bab 50: Menuju Gunung Api
- Bab 51: Gelombang Baru di Lautan Tenang
- Bab 52: Dua Front, Satu Pertarungan
- Bab 53: Pilar-pilar Keseimbangan
- Bab 54: Pengorbanan dan Penebusan
- Bab 55: Waktu dan Kesabaran yang Aktif
- Bab 56: Bayangan di Hutan Memori
- Bab 57: Kelupaan dan Pembebasan
- Bab 58: Kehidupan yang Beradaptasi
- Bab 59: Cita-cita dan Realitas di Puncak Langit
- Bab 60: Lembah Pertemuan
- Bab 61: Warisan yang Terlupakan
- Bab 62: Bayangan dari Penciptaan
- Bab 63: Penjaga Kegelapan dan Cahaya Baru
- Bab 64: Tanda-tanda dari Antar Dimensi
- Bab 65: Pilihan Penyamar
- Bab 66: Pelajaran dari Dimensi yang Berbeda
- Bab 67: Kebijaksanaan yang Tersembunyi
- Bab 68: Studio Kosmik
- Bab 69: Generasi Penerus
- Bab 70: Warisan yang Hidup
- Bab 71: Ujian Harmoni
- Bab 72: Pusaran Waktu yang Terjalin
- Bab 73: Warisan dan Keberangkatan
- Bab 74: Jejak Keabadian
- Bab 75: Kebun Bintang-Bintang
- Bab 76: Tarian Cahaya dan Bayangan
- Bab 77: Undangan Terakhir
- Bab 78: Hidup Biasa yang Luar Biasa
- Bab 79: Festival Cahaya Bersama
- Bab 80: Jejak Kembali ke Awal
- Bab 81: Musim Semi Baru
- Bab 82: Taman Kenangan
- Bab 83: Ujian Kedewasaan
- Bab 84: Gema dari Kejauhan
- Bab 85: Taman Seratus Dunia
- Bab 86: Pilihan Pribadi
- Bab 87: Jejak Keindahan yang Tak Terduga
- Bab 88: Simfoni Akhir dan Awal