Bab 9: Tawanan dari Bawah Tanah
Makhluk itu membuka mata, bulat dan berwarna kuning pucat seperti kuning telur, dengan pupil vertikal yang menyempit ketika melihat Lin Ming. Ia menggeliat, menyadari dirinya terikat, lalu mendesis keras dengan suara yang bergetar aneh di tenggorokannya. Lin Ming mundur selangkah, tombak cakar di tangan siap, namun tidak mengancam secara langsung.
“Diam,” kata Lin Ming dengan suara tenang namun tegas. “Aku tidak akan menyakitimu selama kau tidak mencoba menyerang.”
Makhluk itu berhenti mendesis, matanya memandang Lin Ming dengan curiga, lalu ke tombaknya, lalu kembali ke wajah Lin Ming. Ia mengeluarkan suara beruntun: “Kra’esh t’la nok?” Suaranya serak, dengan intonasi naik di akhir seperti pertanyaan.
[Analisis bahasa…] [Kemungkinan arti: “Kau manusia? Dari atas?” atau variasi.] [Sistem menerjemahkan dengan keyakinan 55%.]
Lin Ming mengangguk perlahan. “Ya, aku manusia. Terjatuh ke sini.” Ia menunjuk ke atas, lalu ke dirinya sendiri, berusaha berkomunikasi dengan gerakan.
Makhluk itu tampak memproses informasi. Matanya berkedip beberapa kali, lalu ia mengeluarkan suara lagi: “T’la nok gra’sh grik.” Kali ini lebih datar.
[Kemungkinan: “Manusia atas jarang. Grik.” atau “Manusia dari atas, aku Grik.”]
“Grik?” Lin Ming menunjuk ke makhluk itu.
Makhluk itu—Grik—mengangguk, gerakan kepalanya aneh seperti burung. “Grik. Kra’esh?” Ia menunjuk ke Lin Ming.
“Lin Ming.”
“Lin… Ming?” Grik mencoba melafalkan, lidahnya kesulitan dengan suara ‘L’ dan ‘ng’.
Lin Ming mengangguk. Ia mengambil peta yang ditemukan dari kantong Grik, membukanya. “Aku mengerti peta ini. Bisakah kau memberitahuku lebih banyak?”
Grik melihat peta, lalu melihat Lin Ming, lalu ke ikatan di tangannya. Ia mengeluarkan suara mendesis rendah yang terdengar seperti keluhan. “Sh’rak ta’vesh.” [Mungkin: “Lepaskan, aku bicara.”]
Lin Ming mempertimbangkan. Grik lebih kecil dan tampaknya tidak sekuat Scaled Crawler. Dengan tombak di tangan dan kemampuannya, ia bisa mengatasi jika Grik mencoba melarikan diri atau menyerang. Tapi melepaskan ikatan adalah risiko.
“System, bagaimana kemungkinan Grik mencoba melarikan diri atau menyerang jika aku lepaskan?”
[Analisis perilaku berdasarkan pengamatan terbatas…] [Target menunjukkan tanda ketakutan dan keinginan untuk bekerja sama. Namun, sebagai makhluk cerdas, kemungkinan tipu muslihat ada.] [Rekomendasi: Lepaskan dengan pengawasan ketat, siapkan tindakan pencegahan.]
Lin Ming memutuskan mengambil risiko. Dengan pisau batu, ia memotong tali di tangan Grik, tapi kaki masih diikat. “Aku lepaskan tanganmu. Jangan coba-coba.”
Grik mengangguk cepat, menggosok-gosok pergelangan tangannya yang merah. Ia kemudian menunjuk peta dengan jari panjangnya yang hanya memiliki tiga jari dengan kuku hitam. “Ta’vesh kra’esh?” [Kau ingin tahu?]
“Ya. Ceritakan tentang tempat-tempat di peta ini.” Lin Ming menunjuk simbol-simbol.
Grik mulai menjelaskan, dengan campuran kata-kata, gerakan, dan suara deskriptif. Dengan bantuan sistem yang terus memperbaiki terjemahan, Lin Ming mulai memahami:
- “Permukiman Kami” adalah tempat kelompok Grik tinggal, sebuah kompleks gua di barat daya jurang. Ada sekitar lima puluh penghuni, dipimpin oleh sesepuh bernama “Kroth”.
- “Air Terjun Besar” adalah batas timur wilayah mereka. Di balik air terjun ada “tempat terlarang” yang dijaga oleh “Penjaga Besar”.
- “Tanah Berbahaya” adalah area utara di mana “pemburu sisik” (Scaled Crawler) dan makhluk lebih berbahaya lain tinggal. Kelompok Grik hanya pergi ke sana untuk berburu khusus dengan kelompok besar.
- “Ruang Kuno” adalah tempat selatan yang sudah ada sejak “zaman leluhur”. Terkadang ada cahaya aneh dari sana, dan beberapa penghuni yang pergi tidak pernah kembali. Mereka menghindarinya.
- Simbol mata air: “Mata Air Berkilau” adalah tempat air yang “memberi kekuatan”. Tapi dijaga oleh “ikan gigi tajam” dan hanya diambil pada waktu tertentu.
Lin Ming bertanya tentang “Penjaga Besar” di balik air terjun. Grik membuat ekspresi takut, matanya membulat. “Gra’kash! Gra’kash nok’tul!” [Penjaga! Penjaga yang besar/kuat!] Ia mengangkat kedua tangan setinggi mungkin, menunjukkan ukuran besar, lalu membuat gerakan seperti menggigit dan mencakar. “Ta’vesh kra’esh mor’sh gra’kash?” [Kau ingin mendekati Penjaga?]
” mungkin,” jawab Lin Ming. “Tapi aku perlu menjadi kuat dulu.”
Grik mengangguk cepat, seolah setuju dengan keputusan itu. Ia kemudian menunjuk simbol mata air. “Mor’sh ta’vesh, vesh’ta lin.” [Jika kau ingin kuat, pergi ke mata air.]
“Apakah mata air itu membantu manusia juga?”
Grik mengernyitkan dahi (atau bagian di atas matanya yang berkerut). “Kra’esh nok… vesh’ta lin… sama.” [Manusia… mata air… sama.] Tampaknya ia tidak yakin tapi berpikir bisa.
Pertanyaan penting berikutnya: “Bagaimana cara keluar dari jurang ini?”
Grik tampak bingung. “Keluar? Ke atas?” Ia menunjuk langit-langit jurang yang tinggi. “Nok’tul jalak. Tidak ada jalan. Hanya terbang.” Ia melambai-lambaikan tangan seperti sayap.
Lin Ming merasa sedikit putus asa. Tapi jika ada pintu kuno warisan Dewa Bela Diri, mungkin itu adalah jalan keluar, atau setidaknya memberinya kekuatan untuk membuat jalan keluar.
Pembicaraan mereka terhenti oleh suara dari jauh: teriakan bernada tinggi, berulang-ulang. Grik mendadak tegang, matanya menatap ke arah suara. “Vesh’ta! Kra’esh vesh’ta!” [Teman! Teman-teman mencari!]
Kelompok Grik mencari anggota mereka yang hilang. Lin Ming harus cepat memutuskan. Membunuh Grik dan menyembunyikan bukti? Tapi itu kejam, dan Grik telah membantu. Melepaskannya dan bersembunyi? Tapi Grik mungkin akan memberitahu kelompoknya tentang manusia, dan mereka mungkin mengejar atau menganggapnya ancaman.
Atau… bekerja sama.
“Grik,” kata Lin Ming dengan serius. “Aku akan melepaskanmu sepenuhnya. Tapi aku minta janji: jangan beritahu kelompokmu tentang aku. Katakan kau tersesat, atau bertemu dengan makhluk lain. Aku tidak ingin jadi musuh.”
Grik memandangnya lama. “Kra’esh… nok’sha?” [Manusia… baik?]
“Aku tidak ingin menyakiti siapa pun. Aku hanya ingin menjadi kuat dan keluar dari sini.”
Grik mengangguk perlahan. “Grik janji. Tidak bicara.” Ia membuat gerakan seperti mengunci mulut dengan jari.
Lin Ming memotong ikatan di kaki Grik. Grik berdiri, menggosok-gosok kakinya. Ia melihat Lin Ming, lalu ke arah suara teman-temannya yang semakin dekat, lalu kembali ke Lin Ming. “Lin Ming… mor’sh mata air… hati-hati ikan. Gigi tajam.” Ia menunjuk mulutnya sendiri, lalu membuat gerakan menggigit.
“Terima kasih, Grik.”
Grik mengangguk, lalu berbalik dan mulai berjalan pergi. Tapi setelah beberapa langkah, ia berhenti, menoleh. “Lin Ming… jika butuh bantuan… cari Grik di permukiman. Tanyakan pada penjaga gerbang, katakan ‘kra’esh nok’sha’.” Lalu ia melesat masuk ke kegelapan dengan gerakan lincah yang mengejutkan untuk ukurannya.
Lin Ming tinggal sendiri, memproses informasi. Grik ternyata cukup baik, mungkin karena Lin Ming tidak menyakitinya. Tapi apakah janjinya akan ditepati? Hanya waktu yang akan memberi tahu.
Suara pencarian semakin dekat. Lin Ming harus pergi dari sini. Berdasarkan peta dan informasi Grik, ia memutuskan untuk menuju Mata Air Berkilau terlebih dahulu. Jika air itu bisa membantu kultivasi, ia bisa mencapai Lapis 1 Qi Gathering lebih cepat, lalu mencoba mendekati pintu kuno.
Dengan cepat, ia mengemas barang-barangnya. Ia meninggalkan ceruk, bergerak ke arah simbol mata air di peta—sekitar dua kilometer ke tenggara, melewati area dengan beberapa gua kecil.
Perjalanan kali ini berbeda. Dengan peta dan kewaspadaan tinggi berkat Indera Getaran Bumi, Lin Ming bisa menghindari area berbahaya. Ia mendeteksi sekelompok Scaled Crawler di utara, dan memilih rute memutar. Juga, ada makhluk-makhluk kecil yang tidak mengancam.
Setelah berjalan sekitar satu jam, ia mulai merasakan perubahan udara—lebih lembab, dan ada aroma mineral segar. Ia juga merasakan getaran konstan dari air yang mengalir. Menurut peta, mata air seharusnya dekat.
Lin Ming naik ke atas batu besar untuk mengamati. Di bawah, di lembah kecil antara dua tebing, ada kolam air jernih yang memancarkan cahaya biru lemah dari dasarnya. Airnya berkilauan seperti berisi partikel cahaya. Ini pasti Mata Air Berkilau.
Tapi seperti yang diperingatkan Grik, ada penjaga. Di tepi kolam, beberapa makhluk seperti ikan berjalan dengan kaki pendek sedang berkeliaran. Ukurannya sebesar anjing, dengan mulut lebar penuh gigi tajam. Kulitnya licin dan berwarna biru keabu-abuan, mata kecil yang tajam.
[Pemindai: “Ikan Darat Bergigi” atau “Land Piranha”] [Tingkat Ancaman: F+ (secara individual), tetapi biasanya berkelompok 5-10.] [Bakat yang dapat direplikasi: Gigi Tumbuh Cepat (F+), Adaptasi Air-Darat (F+)] [Perkiraan Poin: 2-3 per ekor.]
Berkelompok. Lin Ming menghitung: ada tujuh ekor di sekitar kolam, dan mungkin lebih di dalam air. Langsung mendekat adalah ide buruk.
Tapi ia perlu air itu. Mungkin tidak perlu berenang—cukup mengisi wadah. Tapi bagaimana mendekati tanpa diserang?
Lin Ming mengamati perilaku mereka. Mereka tampaknya berpatroli di sekitar kolam, sesekali masuk ke air, lalu keluar lagi. Polanya tidak tetap, tapi ada celah: setiap beberapa menit, mereka semua berkumpul di sisi timur kolam untuk… sepertinya makan sesuatu dari tebing yang menetes.
Itu kesempatan. Jika ia bisa membuat gangguan di sisi timur, menarik perhatian mereka, lalu cepat-cepat mengambil air dari sisi barat…
Ia merencanakan. Dari cincin penyimpanan, ia mengeluarkan potongan daging Scaled Crawler—bau kuat mungkin menarik perhatian mereka. Ia juga menyiapkan batu untuk dilempar.
Pertama, ia memanjat tebing di sisi timur, tetap tersembunyi. Lalu, saat ikan-ikan itu berkumpul untuk makan rutin mereka, ia melemparkan potongan daging ke tempat yang agak jauh dari kolam, di balik batu besar.
Bau daging segar menarik perhatian. Satu ikan menciumnya, lalu mendekat. Yang lain mengikuti. Dalam beberapa detik, seluruh kelompok telah pergi ke balik batu, mulai memperebutkan daging.
Lin Ming turun dengan cepat, meluncur ke sisi barat kolam. Dari cincin penyimpanan, ia mengeluarkan dua botol kulit kosong yang ia buat sebelumnya. Ia mencelupkannya ke air, mengisi dengan cepat.
Airnya terasa dingin sekali, dan partikel cahaya biru di dalamnya bergerak seperti plankton bercahaya. Sistem memberikan analisis cepat:
[Mata Air Energi Tingkat Rendah] [Kandungan: Energi air murni dan mineral spiritual.] [Kualitas: F+] [Efek bagi host: Dapat diminum untuk mempercepat pemulihan energi (1 unit energi per 100ml), atau digunakan untuk merendam tubuh untuk memperkuat meridian. Peringatan: Terlalu banyak konsumsi sekaligus dapat menyebabkan kelebihan energi air yang tidak kompatibel dengan elemen guntur host.]
Lin Ming mengisi kedua botol, sekitar 500ml masing-masing. Cukup untuk beberapa dosis. Saat ia mengisi botol kedua, suara percekcokan ikan di balik batu tiba-tiba berhenti. Mereka menyadari tipuan?
Dengan cepat, Lin Ming menyimpan botol, berbalik untuk lari. Tapi sudah terlambat—dua ikan darat telah muncul dari balik batu, matanya menatapnya. Mereka mendesis, menunjukkan gigi tajam.
Lin Ming tidak menunggu. Ia lari ke arah tebing yang sudah ia identifikasi sebagai jalur pelarian. Tapi ikan-ikan itu cepat di darat—lebih cepat dari yang ia kira. Mereka melompat-lompat seperti katak, mengejarnya.
Satu ikan melompat, mencoba menggigit kakinya. Lin Ming menghindar, menendangnya. Ikan itu terlempar, tapi langsung bangun. Yang lain sudah mendekat.
Lin Ming menarik energi, mengaktifkan Telapak Guntur dengan tangan kiri—masih kurang terlatih tapi darurat. Kilatan biru kecil menyambar tanah di depan ikan-ikan itu, membuat mereka mundur ketakutan. Tapi hanya sementara.
Ia terus berlari, memanjat tebing. Ikan-ikan itu tidak bisa memanjat dengan baik, jadi ia aman setelah mencapai ketinggian tertentu. Dari atas, ia melihat mereka berkumpul di bawah, mendesis marah.
Lin Ming menarik napas lega. Ia berhasil mendapatkan air energi. Kini, ia perlu menemukan tempat aman untuk menggunakannya.
Dia menemukan gua kecil di tebing yang sama, cukup untuk satu orang, dengan celah masuk sempit yang bisa ditutupi batu. Setelah memastikan tidak ada penghuni, ia masuk dan menutup pintu dengan batu besar.
Di dalam kegelapan, dengan hanya cahaya dari tubuhnya sendiri, Lin Ming memeriksa botol air energi. Partikel biru masih bercahaya lembut. Ia memutuskan untuk mencoba meminum sedikit dulu.
Dengan hati-hati, ia minum sekitar 50ml. Rasanya aneh—seperti air biasa tapi dengan sensasi bersoda alami, dan ada aftertaste manis mineral. Beberapa detik kemudian, ia merasakan energi dingin menyebar di perutnya, lalu ke seluruh tubuh.
[Energi: 8.1 → 8.6/10] [Efek: Pemulihan energi +0.5 unit. Tidak ada efek samping.]
Berhasil! Dan tidak ada konflik dengan energi gunturnya. Mungkin karena air adalah elemen netral, atau karena kualitasnya rendah. Lin Ming minum lagi 100ml.
[Energi: 8.6 → 9.6/10] [Efek tambahan: Meridian terasa “segar”, kelelahan berkurang.]
Sekarang, dengan energi hampir penuh, Lin Ming memutuskan untuk mencoba mencapai Lapis 1 Qi Gathering. Menurut pengetahuannya, untuk naik dari Lapis 0 ke Lapis 1, seorang praktisi perlu mengisi Dantian hingga penuh, lalu memampatkan energi tersebut menjadi lapisan Qi yang stabil—proses yang disebut “Pemadatan Dasar”.
Ia duduk bersila, mulai sirkulasi Qi. Kali ini, dengan energi hampir penuh dan efek air energi yang menyegarkan meridian, siklusnya berjalan lebih lancar dari sebelumnya. Energi mengalir seperti sungai kecil yang deras, menyelesaikan satu siklus dalam setengah waktu biasa.
Setelah sepuluh siklus, Dantiannya penuh: 10/10. Tapi itu baru awal. Sekarang, ia perlu memampatkan.
Lin Ming mengumpulkan semua konsentrasinya. Menurut teknik, memampatkan energi melibatkan “memutar” energi di Dantian dengan kecepatan dan tekanan tertentu, sambil terus menarik energi eksternal untuk memberi tekanan dari luar. Proses ini butuh ketekunan dan kontrol.
Ia mulai, membayangkan energi di Dantian sebagai pusaran. Perlahan, sangat perlahan, pusaran itu mulai berputar. Awalnya lambat, lalu semakin cepat. Energi yang semula mengisi ruang 10 unit mulai memadat, menyisakan ruang kosong.
Lin Ming terus menarik energi dari lingkungan—dengan bakat Penyerapan Energi Efisien, proses ini lebih cepat. Energi baru masuk, memberi tekanan dari luar, memaksa energi yang sudah ada semakin padat.
Waktu berlalu. Lin Ming kehilangan jejak waktu di dalam gua gelap. Seluruh kesadarannya fokus pada Dantian, pada pusaran energi yang semakin padat, pada transformasi dari energi longgar menjadi lapisan Qi yang stabil.
Keringat membasahi tubuhnya. Otot-ototnya tegang dari konsentrasi. Tapi ia terus bertahan.
Lalu, tiba-tiba, ada sensasi “klik” di dalam—seperti sesuatu terkunci pada tempatnya. Pusaran energi di Dantian tiba-tiba stabil dengan sendirinya, berputar dengan ritme teratur. Energi yang sebelumnya 10 unit kini telah memadat menjadi lapisan setebal rambut di dasar Dantian, tapi terasa jauh lebih kuat, lebih padat, lebih… permanen.
[Kultivasi meningkat: Lapis 0 → Lapis 1 Qi Gathering.] [Dantian berkembang: Kapasitas maksimum meningkat: 10 → 20 unit.] [Energi saat ini: 2/20 (setelah pemadatan).] [Pencapaian terbuka: Langkah Pertama di Jalan Kultivasi.] [Hadiah: 15 Poin Replikasi, 1 teknik dasar “Penguatan Diri Qi”.]
[Poin Replikasi saat ini: 9.8 + 15 = 24.8 poin.]
Lin Ming membuka mata, napasnya terengah-engah tapi wajahnya berseri. Ia berhasil! Akhirnya, setelah bertahun-tahun impian, setelah penderitaan, setelah berjuang di dasar jurang ini, ia mencapai Lapis 1 Qi Gathering! Ini adalah langkah pertama sejati di jalan kultivasi.
Ia merasakan perbedaan segera: tubuhnya terasa lebih ringan, indranya lebih tajam, dan energi di Dantian meski hanya 2 unit, terasa lebih “padat” dan mudah dikontrol daripada sebelumnya.
Teknik “Penguatan Diri Qi” yang didapat dari pencapaian adalah teknik dasar menggunakan Qi untuk sementara meningkatkan kemampuan fisik—kecepatan, kekuatan, ketahanan. Berguna untuk pertarungan.
Lin Ming berdiri, merasakan kekuatan baru ini. Dengan Lapis 1, ia sekarang mungkin setara dengan murid luar terendah di Sekte Pedang Awan. Masih sangat lemah di dunia persilatan, tapi di dasar jurang ini, ini adalah peningkatan signifikan.
Dia melihat ke arah timur, ke arah air terjun dan pintu kuno. Dengan Lapis 1, mungkin ia sudah sedikit lebih siap untuk menjelajah ke sana. Tapi pertama, ia perlu mengisi kembali energinya dan berlatih teknik baru.
Mata air energi akan membantunya. Dan dengan 24.8 poin, ia bisa mereplikasi sesuatu yang berguna untuk menghadapi penjaga pintu.
Tapi ada pertimbangan lain: kelompok Grik. Jika mereka mengetahui keberadaannya dan memusuhinya, atau justru ingin membantu? Lin Ming memutuskan untuk kembali ke area permukiman Grik nanti, mungkin untuk bertukar barang atau informasi. Tapi untuk sekarang, fokus pada peningkatan diri.
Dia minum lagi air energi, mengisi energinya hingga 15/20. Lalu ia mulai berlatih teknik Penguatan Diri Qi. Teknik itu sederhana: mengalirkan Qi ke otot dan tulang untuk meningkatkan performa sementara. Ia mencoba di lengan—merasakan kekuatan meningkat sekitar 30% selama beberapa detik.
Ini akan berguna dalam pertarungan.
Malam telah tiba lagi di dasar jurang. Lin Ming memutuskan untuk beristirahat, merayakan pencapaian kecil ini. Besok, ia akan merencanakan perjalanan ke air terjun. Tapi sebelum itu, ia perlu mempersenjatai diri lebih baik—membuat armor dari sisik Scaled Crawler, senjata dari cakarnya, dan mungkin mereplikasi bakat lain.
Perjalanan masih panjang, tapi setidaknya sekarang ia tidak lagi berjalan di tempat. Ia melangkah maju, satu lapis, satu langkah, menuju kekuatan yang ia dambakan.