Bab 3: Celah Gelap dan Bahaya Tersembunyi
Celah itu lebih sempit dari yang terlihat dari luar. Bahu Lin Ming menyentuh dinding batu yang dingin dan lembab, memaksanya untuk memiringkan tubuh agar bisa masuk. Cahaya biru kehijauan dari kulitnya memantulkan permukaan basah yang ditutupi lumut aneh berwarna ungu tua, berbeda dengan lumut biasa di luar. Suara desis yang ia dengar tadi semakin jelas—suara seperti udara yang ditekan melalui celah sempit, atau mungkin… napas.
Lin Ming berhenti sejenak, mendengarkan. Jantungnya berdebar kencang, mengetuk tulang rusuknya yang masih sedikit sakit. Napasnya sendiri terdengar keras di telinganya. Ia memeriksa status sistemnya dengan cepat.
[Status Host] Lin Ming Kesehatan: 85/100 Energi: 0/0 Poin Replikasi: 27.5 Bakat: Ketahanan Ekstrem (F), Produksi Cahaya Alami (F), Navigasi Magnetik (F), Pencernaan Asam Cepat (F)
Dengan hampir 28 poin, ia bisa mereplikasi bakat yang cukup mahal jika diperlukan. Tapi ia harus berhati-hati—poin-poin itu adalah tabungan untuk memperbaiki akar spiritualnya nanti.
“System, pindai area di depanku,” perintahnya dalam hati.
[Memindai…] [Deteksi: Udara mengandung kadar gas sulfur dioksida tinggi. Peringatan: Dapat menyebabkan iritasi pernapasan.] [Deteksi: Jejak biologis makhluk berukuran sedang. Klasifikasi: Reptil atau amfibi.] [Deteksi: Sumber energi anomali berada 30 meter di depan, di belakang belokan.]
Makhluk berukuran sedang. Lin Ming menelan ludah. Ia tidak punya senjata selain pisau batu primitif yang ia buat beberapa hari lalu, yang ia ikat di pinggang dengan tali dari serat tanaman. Ia tidak punya teknik bela diri. Jika makhluk itu agresif…
Tapi energi anomali itu menarik. Warisan kuno, kata sistem. Mungkin itu adalah kesempatan satu-satunya untuk keluar dari jurang ini dengan kekuatan yang cukup untuk membalas dendam.
Lin Ming menarik napas dalam-dalam—meski menyesal karena udara yang berbau sulfur—dan melanjutkan perlahan. Celahnya berkelok-kelok, menurun perlahan. Setelah sekitar sepuluh meter, ruang mulai melebar. Lin Ming tiba di sebuah ruangan gua kecil, dengan langit-langit setinggi tiga meter. Di tengah ruangan, terdapat genangan air yang memantulkan cahaya dari tubuhnya. Dan di seberang genangan itu, ada dua jalan: satu terus lurus menuju kegelapan, dan satu lagi menanjak ke atas.
Suara desis terdengar lagi, kali ini lebih dekat. Dari arah jalan yang menanjak.
Lin Ming membeku. Matanya menatap kegelapan di jalan menanjak itu. Perlahan, ia melihat dua titik cahaya merah menyala di kegelapan. Mata.
[Pemindai Replikasi diaktifkan otomatis…] [Target terdeteksi: Ular Gua Albino Besar] [Tingkat Ancaman: F+ (Sedikit di atas rata-rata makhluk F)] [Bakat yang dapat direplikasi:
- Penginderaan Panas (Tingkat F+) – Biaya: 6 Poin
- Racun Neurotoksik Ringan (Tingkat F+) – Biaya: 7 Poin
- Konstriksi Otot Kuat (Tingkat F) – Biaya: 4 Poin
- Regenerasi Kulit Cepat (Tingkat F) – Biaya: 5 Poin] [Perkiraan Poin Replikasi jika dikalahkan: 4-8 Poin.]
Ular gua. Panjangnya sekitar dua meter, tubuhnya pucat seperti susu karena hidup tanpa cahaya. Kepalanya segitiga, menandakan berbisa. Dan ukurannya cukup besar untuk melilit dan menghancurkannya.
Lin Ming mundur selangkah. Ular itu merespons, keluar dari kegelapan. Tubuhnya bergerak dengan gelombang halus, mata merahnya tertuju padanya. Lidah bercabangnya keluar masuk, mencicipi udara.
“Jangan bergerak,” bisik Lin Ming pada dirinya sendiri. Ia ingat pelajaran dasar tentang ular: mereka bereaksi terhadap gerakan. Tapi ini bukan ular biasa—ini ular gua yang mungkin memiliki indra berbeda.
Ular itu mendesis keras, membuka mulutnya menunjukkan taring panjang berwarna kuning pucat. Ia maju, tubuhnya membentuk huruf S, siap menyerang.
Lin Ming melihat sekeliling dengan cepat. Genangan air di tengah. Dinding gua yang basah. Tidak ada tempat untuk berlari kecuali kembali ke celah sempit, tapi ular itu bisa mengikutinya. Jalan lurus ke depan mungkin pilihan, tapi ia tidak tahu apa yang ada di sana.
Ular itu menyerang.
Gerakannya cepat seperti cambuk. Lin Ming secara insting menjatuhkan diri ke samping, berguling di tanah basah. Ular itu meleset, kepalanya membentur dinding gua dengan keras. Tapi langsung berbalik, tidak pusing.
Lin Ming bangkit, menarik pisau batu. Tangannya gemetar. Ini pertama kalinya ia berhadapan dengan makhluk yang benar-benar bisa membunuhnya sejak jatuh ke jurang.
Ular itu menyerang lagi. Kali ini Lin Ming lebih siap. Ia melompat ke belakang, masuk ke genangan air. Airnya dingin, mencapai pinggangnya. Ular itu ragu sejenak—mungkin tidak suka air—tapi kemudian masuk juga, bergerak dengan mudah di dalam air.
“System, apakah ada kelemahan yang bisa dideteksi?” tanya Lin Ming panik.
[Analisis target…] [Kelemahan: Penglihatan buruk (mengandalkan penginderaan panas dan getaran). Sensitif terhadap perubahan suhu mendadak.] [Saran: Gunakan bakat Produksi Cahaya Alami dengan intensitas maksimum untuk sementara mengecoh penginderaan panasnya.]
Cahaya! Lin Ming mengerahkan konsentrasi. Cahaya dari kulitnya tiba-tiba menjadi terang benderang, memenuhi seluruh ruangan gua dengan cahaya biru kehijauan yang menyilaukan. Ular itu mendesis keras, menggelengkan kepala, tampak terganggu. Penginderaan panasnya kewalahan oleh sumber panas tiba-tiba yang besar ini.
Lin Ming menggunakan kesempatan ini. Ia mendekati ular itu dari samping, mengayunkan pisau batunya ke tubuh ular. Pisau itu menusuk kulit pucat ular, tetapi tidak dalam—kulit ular ternyata keras dan kenyal. Ular itu bereaksi dengan cepat, ekornya melilit kaki Lin Ming.
“Tidak!” teriak Lin Ming. Ekor ular itu mengencang, menariknya jatuh ke air. Ular itu membalik, membuka mulut lebar-lebar untuk menggigit.
Di saat kritis itu, Lin Ming melakukan satu-satunya hal yang terpikir: ia mengarahkan tangannya yang bercahaya terang langsung ke mata ular itu. Cahaya biru kehijauan dalam jarak dekat benar-benar menyilaukan mata merah ular yang sensitif.
Ular itu mendesis kesakitan, melepaskan lilitannya dan mundur. Lin Ming bangkit, berlari ke arah jalan lurus yang belum ia jelajahi. Ia tidak melihat ke belakang, hanya berlari secepat mungkin di lorong gua yang semakin sempit.
Setelah berlari sekitar lima puluh meter, ia berhenti, bersandar di dinding gua, terengah-engah. Tidak ada tanda ular itu mengikutinya. Mungkin terluka, atau memilih tidak mengejar.
Lin Ming memeriksa kaki tempat ular itu melilit. Ada bekas memar, tetapi tidak ada luka serius. Kesehatannya turun menjadi 78/100.
“Hampir saja,” gumamnya, gemetar. Pertarungan tadi mengingatkannya bahwa ia masih sangat lemah. Dengan hanya bakat bertahan hidup tingkat F, ia hampir mati oleh seekor ular gua.
Tapi ia juga belajar sesuatu: ia bisa menggunakan bakat-bakatnya dengan kreatif. Cahaya tidak hanya untuk penerangan, tapi juga senjata melawan makhluk yang sensitif terhadap cahaya atau panas.
Lin Ming melanjutkan perjalanan, kini lebih berhati-hati. Lorong ini menurun lagi, dan udara semakin hangat. Bau sulfur juga semakin kuat. Setelah berjalan sekitar seratus meter, lorong itu berakhir di sebuah ruangan yang lebih besar.
Ruangan ini berbeda. Dindingnya tidak alami—terlihat seperti dipahat dengan tangan. Ada pola-pola ukiran sederhana di dinding, meski sudah aus oleh waktu dan kelembaban. Di tengah ruangan, ada sebuah batu datar seperti altar, dan di atasnya…
Sebuah peti kayu.
Peti itu tidak besar, kira-kira seukuran lengan, terbuat dari kayu gelap yang tampaknya tidak lapuk meski berada di lingkungan lembab ini. Di permukaannya, ada ukiran simbol aneh: sebuah lingkaran dengan garis-garis berpotongan di dalamnya.
Lin Ming mendekati dengan hati-hati. Sistem memberikan peringatan.
[Peringatan: Mendeteksi sisa-sisa formasi pelindung energi. Tingkat: Sangat lemah (kurang dari 1% kekuatan asli).] [Sisa energi cukup untuk memberikan kejutan listrik ringan jika disentuh tanpa penanganan yang tepat.]
Formasi pelindung. Jadi peti ini memang dibuat oleh manusia, atau setidaknya makhluk cerdas. Lin Ming melihat sekeliling. Tidak ada tulang atau jenazah. Hanya peti ini di ruangan kosong.
“Bagaimana cara membukanya dengan aman, System?”
[Analisis formasi…] [Formasi pelindung jenis “Kejutan Penghalang” tingkat rendah. Telah melemah karena waktu.] [Saran: Gunakan benda konduktif non-logam untuk memicu sisa energi terlebih dahulu. Atau, host dapat mencoba menyerap energi tersebut dengan bantuan sistem jika berani mengambil risiko.]
Menyerap energi? Lin Ming tertarik. “Bisakah sistem menyerap energi formasi itu?”
[Sistem dapat mencoba menyalin pola energi dan menetralisirnya. Namun, ada risiko jika energi masih terlalu kuat untuk tubuh host yang tidak memiliki kultivasi.]
Lin Ming mempertimbangkan. Di satu sisi, ini berisiko. Di sisi lain, jika berhasil, ia mungkin mendapatkan sesuatu yang berharga dari peti itu. Dan jika gagal… ia bisa mati.
Tapi hidup di dasar jurang ini juga penuh risiko. Dan tanpa mengambil risiko besar, bagaimana ia bisa mendapatkan kekuatan besar?
“Aku memilih untuk menyerap energinya. Lakukan, System.”
[Konfirmasi: Host memilih untuk mencoba menyerap sisa energi formasi pelindung.] [Memulai proses…] [Host, sentuh peti dengan satu jari. Sistem akan mengalirkan energi melalui tubuh host dengan terkendali.]
Lin Ming mengulurkan tangan kanannya. Jari telunjuknya gemetar sedikit. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menyentuh permukaan peti kayu.
Sesuatu terjadi.
Aliran listrik menyentak tubuhnya, tapi bukan kejutan yang menyakitkan. Lebih seperti gelombang hangat yang mengalir dari jarinya ke seluruh tubuh. Di matanya, ia melihat aliran data sistem yang berjalan cepat.
[Menyalin pola energi…] [Energi terdeteksi: Tipe “Guntur Murni”, tingkat sangat rendah.] [Mengalirkan energi melalui meridian host…] [Peringatan: Akar Spiritual Patah menghalangi sirkulasi energi. Energi terakumulasi di titik-titik tertentu.]
Lin Ming merasakan panas di beberapa bagian tubuhnya—di dada, di perut, di antara alis. Seperti ada sesuatu yang ingin meledak tapi tertahan. Rasa tidak nyaman, tapi tidak sakit.
[Energi berhasil dinetralisir. Formasi pelindung telah dinonaktifkan.] [Host telah terpapar energi “Guntur Murni” tingkat rendah. Tidak ada kerusakan permanen.] [Pencapaian terbuka: Penetralisir Formasi Pertama.] [Hadiah: 5 Poin Replikasi.]
Lin Ming menarik jarinya. Peti itu sekarang terasa biasa saja, kayu dingin. Ia membuka peti dengan hati-hati. Tutupnya bergerak dengan suara berderit pelan.
Di dalam peti, ada tiga benda:
- Sebuah gulungan kulit hewan yang digulung rapi.
- Sebuah botol kristal kecil berisi cairan bening.
- Sebuah batu bulat seukuran kelereng, berwarna abu-abu kebiruan.
Lin Ming mengambil gulungan kulit itu pertama. Ia membukanya dengan hati-hati—kulitnya masih lentur, dirawat dengan baik. Di dalamnya, ada tulisan dalam bahasa kuno yang tidak ia kenal. Tapi sistem bereaksi.
[Memindai dokumen…] [Bahasa: Bahasa Jiwa Kuno Benua Sembilan Cakra (varian awal).] [Menerjemahkan…]
Tulisan di gulungan itu muncul di antarmuka sistem dalam bahasa yang bisa Lin Ming pahami:
“Catatan Penelitian Terakhir dari Magister Thunderhand.”
“Jika gulungan ini ditemukan, berarti aku telah gagal. Eksperimen untuk menciptakan Akar Spiritual Buatan dari elemen guntur ternyata mustahil dengan sumber daya yang kumiliki. Aku terkutuk di tempat ini, terluka parah setelah pertempuran dengan Penjaga Bawah Tanah.”
“Aku menyembunyikan tiga barang terakhir yang berharga:”
“Pertama, formula ‘Cairan Penyeimbang Meridian’. Diciptakan untuk menstabilkan meridian sebelum implantasi akar spiritual buatan. Mungkin berguna bagi yang menderita kerusakan meridian.”
“Kedua, ‘Batu Inti Badai Kecil’. Batu ini mengandung sedikit energi guntur murni. Dapat digunakan sebagai bahan pembuatan senjata atau alat, atau sebagai sumber energi darurat.”
“Ketiga, catatan teoritis tentang penciptaan Akar Spiritual Buatan. Sayangnya, tidak lengkap. Tapi siapa tahu, suatu hari seseorang bisa menyempurnakannya.”
“Aku, Magister Thunderhand, murid Sekte Guntur yang Terpinggirkan, meninggalkan warisan ini untuk siapa pun yang bernasib sama seperti aku—terdampar di tempat tanpa harapan. Gunakan dengan bijak.”
Lin Ming membaca teks itu berulang kali. Jantungnya berdebar kencang. Cairan Penyeimbang Meridian. Untuk kerusakan meridian. Akar Spiritual Patah adalah bentuk parah dari kerusakan meridian. Mungkin… mungkin cairan ini bisa membantunya?
Ia segera mengambil botol kristal. Cairan bening di dalamnya terlihat biasa saja. Ia memindainya.
[Cairan Penyeimbang Meridian] [Tingkat: F+ (Rendah)] [Efek: Menstabilkan meridian yang rusak ringan hingga sedang. Meningkatkan toleransi meridian terhadap energi asing.] [Peringatan: Tidak dapat menyembuhkan Akar Spiritual Patah sepenuhnya. Hanya efek paliatif.] [Dosis: 3 tetes per hari, tidak lebih.]
Tidak bisa menyembuhkan sepenuhnya. Lin Ming sedikit kecewa, tapi ini masih sesuatu. Jika meridiannya lebih stabil, mungkin ia bisa mulai menyerap sedikit energi spiritual tanpa rasa sakit yang tak tertahankan. Atau setidaknya, menggunakan sistem dengan lebih baik.
Batu Inti Badai Kecil juga dipindai.
[Batu Inti Badai Kecil] [Tingkat: F+] [Kandungan: Energi Guntur Murni (sedikit)] [Kegunaan: Dapat dijadikan bahan kerajinan, sumber energi sekali pakai, atau katalis untuk teknik tertentu.]
Lin Ming menyimpan ketiga barang itu dengan hati-hati di dalam pakaiannya. Ia melihat peti kosong, lalu dinding-dinding ruangan. Mungkin ada sesuatu lagi? Ia memeriksa ukiran di dinding. Pola lingkaran dengan garis-garis berpotongan itu muncul di beberapa tempat.
“System, pindai ukiran di dinding. Apakah ada informasi tersembunyi?”
[Memindai…] [Ukiran mengandung prinsip dasar seni formasi “Jebakan Energi Sederhana”.] [Apakah host ingin menyalin pengetahuan ini? Biaya: 8 Poin Replikasi.]
Seni formasi. Lin Ming tahu itu adalah bidang khusus dalam dunia persilatan, berhubungan dengan menciptakan formasi pelindung, jebakan, atau alat bantu dengan menggunakan energi. Sangat berguna, tapi 8 poin mahal. Dan ia masih perlu mengumpulkan 50 poin untuk akar spiritual.
Tapi pengetahuan bisa menjadi kekuatan. Dan dengan pengetahuan seni formasi dasar, ia bisa membuat jebakan untuk berburu atau melindungi tempat tinggalnya.
“System, salin pengetahuan seni formasi dasar dari ukiran ini.”
[Melakukan replikasi…] [8 Poin Replikasi dikonsumsi.] [Menyalin data: “Dasar-dasar Seni Formasi Tingkat Pemula”…] [Mengintegrasikan ke memori host…]
Gelombang informasi tiba-tiba membanjiri pikiran Lin Ming. Gambar, diagram, prinsip-prinsip tentang bagaimana energi mengalir, bagaimana menciptakan pola sederhana untuk memengaruhi energi lingkungan. Tidak banyak—hanya benar-benar dasar—tapi cukup untuk membuat formasi paling sederhana jika ia memiliki energi untuk mengaktifkannya.
[Pengetahuan berhasil direplikasi.] [Poin Replikasi tersisa: 27.5 – 8 = 19.5 poin.] [Pencapaian terbuka: Pembelajar Ilmu Kuno.] [Hadiah: 3 Poin Replikasi.]
[Poin Replikasi saat ini: 22.5 poin.]
Lin Ming memproses informasi baru itu. Sekarang ia mengerti mengapa peti itu memiliki formasi pelindung, dan bagaimana formasi itu bekerja. Ilmu ini mungkin tidak langsung berguna tanpa energi, tapi suatu hari nanti…
Ia memutuskan untuk kembali ke gua tempat tinggalnya. Ruangan ini tidak aman—ular gua mungkin masih berkeliaran di lorong sebelumnya. Tapi sebelum pergi, ia memeriksa sekali lagi. Di balik altar batu, ia menemukan sesuatu yang terlewat: sebuah tulang jari manusia, masih memegang sesuatu.
Lin Ming mendekat. Tulang itu sudah kering dan rapuh. Di tangan tulang itu, ada cincin perak sederhana. Ia mengambilnya dengan hati-hati. Cincin itu tidak istimewa—hanya sebuah lingkaran perak tanpa hiasan. Tapi sistem memindai sesuatu.
[Cincin Penyimpanan Dimensional Tingkat Rendah] [Tingkat: F+] [Kapasitas: 0.5 meter kubik] [Status: Tidak terkunci, bekas pemilik telah meninggal.]
Penyimpanan dimensional! Lin Ming pernah mendengar tentang benda seperti ini—barang langka yang bisa menyimpan benda di dalam ruang ekstra-dimensional. Hanya murid inti atau guru yang memilikinya di Sekte Pedang Awan.
Dengan gembira, ia mencoba mengenakan cincin itu di jarinya. Ukurannya pas. Dengan konsentrasi, ia bisa merasakan sebuah ruang kosong di dalam pikirannya—sebuah kubus kecil di mana ia bisa menyimpan barang. Ia mencoba menyimpan pisau batunya. Pisau itu menghilang dari tangannya dan muncul di ruang penyimpanan.
“Sempurna,” gumam Lin Ming. Ia menyimpan ketiga barang dari peti ke dalam cincin, plus beberapa barang berharga lain yang ia kumpulkan di jurang. Kini ia tidak perlu khawatir kehilangan atau merusaknya.
Dengan hati-hati, ia meninggalkan ruangan, kembali melalui lorong. Saat melewati ruangan tempat pertarungan dengan ular tadi, ia melihat tanda-tanda ular itu sudah pergi. Mungkin kembali ke sarangnya. Lin Ming lega—ia tidak ingin pertarungan ulang.
Kembali ke gua tempat tinggalnya, Lin Ming merasa hari ini sangat produktif. Ia mendapatkan cairan untuk meridian, batu energi, pengetahuan seni formasi, dan cincin penyimpanan. Tapi yang lebih penting, ia mendapatkan harapan.
Malam itu, setelah makan malam sederhana dari jamur dan air, Lin Ming mengambil botol Cairan Penyeimbang Meridian. Dengan hati-hati, ia meneteskan tiga tetes ke lidahnya. Cairannya tidak berasa, seperti air biasa.
Tapi beberapa menit kemudian, ia merasakan sesuatu. Sensasi dingin yang menyebar dari perutnya ke seluruh tubuh, mengalir melalui meridian-meridiannya. Biasanya, ketika sesuatu mengalir melalui meridiannya, itu akan terasa sakit. Tapi kali ini, sensasinya berbeda—seperti minyak yang melumasi mesin berkarat. Tidak nyaman, tapi juga tidak menyakitkan.
[Efek Cairan Penyeimbang Meridian aktif.] [Stabilitas Meridian meningkat 5%.] [Toleransi Energi Asing meningkat sedikit.]
Hanya 5%. Tapi itu sesuatu. Jika ia menggunakan tiga tetes setiap hari, mungkin dalam beberapa minggu, peningkatannya akan signifikan.
Lin Ming berbaring di lantai gua, memandang langit-langit. Pikirannya bekerja. Ia perlu rencana jangka panjang. Tetap di dasar jurang, mengumpulkan poin, meningkatkan diri. Tapi juga perlu mencari jalan keluar. Suatu hari, ia harus kembali ke permukaan.
“System, berapa lama perkiraan untuk mengumpulkan 50 Poin Replikasi dengan aktivitas saat ini?”
[Analisis…] [Berdasarkan pola saat ini: Host mendapatkan rata-rata 3-5 poin per hari dari berburu, menjelajah, dan pencapaian.] [Perkiraan waktu untuk mencapai 50 poin: 6-10 hari.]
Hanya 6-10 hari lagi. Lalu ia bisa mereplikasi akar spiritual tingkat F. Mungkin tidak sehebat akar spiritual alami, tapi setidaknya akan memberinya kemampuan untuk mulai menyerap energi spiritual dan berlatih kultivasi.
Lin Ming tersenyum di kegelapan. Untuk pertama kalinya sejak jatuh ke jurang, ia merasa masa depannya tidak lagi gelap total. Ada cahaya di ujung terowongan. Dan dengan sistem di sisinya, ia akan meraih cahaya itu, tidak peduli apa pun yang menghalangi.
Tapi pertama-tama, ia harus bertahan sampai saat itu tiba. Dan di dasar jurang ini, bahaya selalu mengintai. Esok hari, ia harus lebih berhati-hati, lebih cerdik, dan lebih kuat.
Dengan tekad baru, Lin Ming menutup mata, berusaha tidur untuk memulihkan tenaga. Esok hari, perjuangan berlanjut.