Bab 4: Jejak Thunderhand dan Perburuan Poin
Cahaya pagi yang lemah menyaring melalui kabut tebal di atas jurang ketika Lin Ming membuka mata. Untuk pertama kalinya sejak jatuh ke dasar jurang ini, ia bangun dengan perasaan ringan—tidak ada rasa sakit menusuk di meridiannya yang biasa ia rasakan setiap pagi. Efek Cairan Penyeimbang Meridian bekerja lebih baik dari yang ia harapkan.
Ia duduk bersila, mencoba merasakan kondisi tubuhnya. Dengan mata tertutup, ia berkonsentrasi pada aliran energi di dalam tubuhnya. Biasanya, sensasi yang ia dapat hanyalah rasa tersumbat dan sakit tumpul. Tapi pagi ini, ada perbedaan halus—seperti saluran yang tadinya tersumbat batu kini memiliki celah kecil untuk udara.
“System, tampilkan status meridian saya,” perintahnya dalam hati.
[Analisis meridian host…] [Stabilitas Meridian: Meningkat 8% dari baseline. (Akumulasi dari 3 dosis)] [Toleransi Energi Asing: Meningkat 12%.] [Efek samping: Tidak terdeteksi.] [Rekomendasi: Lanjutkan dosis teratur selama 10 hari untuk efek maksimal sebelum plateau.]
Delapan persen. Angka itu mungkin kecil, tapi bagi Lin Ming yang meridiannya selalu menjadi sumber penderitaan, ini seperti hadiah dari surga. Ia mengambil botol kristal dari cincin penyimpanannya, dengan hati-hati meneteskan tiga tetes ke lidahnya. Cairan itu lagi-lagi tidak berasa, tapi ia bisa merasakan aliran dingin yang menyebar, membersihkan sedikit lagi “karat” di meridiannya.
Setelah minum air dari kantong kulit yang ia buat, Lin Ming merencanakan hari ini. Ia masih memiliki 22.5 Poin Replikasi. Butuh sekitar 27.5 poin lagi untuk mencapai 50 poin. Dengan perkiraan sistem 3-5 poin per hari, itu berarti 6-9 hari lagi. Tapi Lin Ming tidak sabar. Ia ingin mempercepat proses.
“Ular gua itu,” gumamnya. Ular gua albino besar yang hampir membunuhnya kemarin memiliki perkiraan poin 4-8 jika dikalahkan. Itu hampir dua hari perolehan poin biasa. Dan ular itu juga memiliki bakat menarik yang bisa direplikasi.
Tapi menyerang ular itu langsung adalah bunuh diri. Lin Ming ingat bagaimana hampir mati kemarin. Ia butuh strategi, keuntungan, atau perangkap.
Pikirannya beralih ke pengetahuan Seni Formasi Dasar yang baru ia salin. Ilmu itu mengajarkan prinsip dasar menciptakan pola energi untuk mencapai efek tertentu. Tapi masalahnya: Lin Ming tidak memiliki energi spiritual untuk mengaktifkan formasi. Atau… tidak cukup.
Ia melihat ke Batu Inti Badai Kecil yang ia simpan. Batu itu mengandung energi guntur murni. Mungkinkah digunakan sebagai sumber energi untuk formasi sederhana?
Lin Ming mengeluarkan batu abu-abu kebiruan itu dari cincin penyimpanan. Di telapak tangannya, batu itu terasa hangat, berdenyut pelan seperti jantung. Ia memindainya lagi.
[Batu Inti Badai Kecil] [Kandungan Energi: 15 unit (skala F).] [Catatan: Energi dapat dikeluarkan sekaligus atau dialirkan perlahan. Pelepasan sekaligus dapat menciptakan kejutan listrik kecil.]
Lima belas unit energi. Lin Ming tidak tahu persis seberapa besar itu, tapi dari pengetahuan seni formasi yang baru ia miliki, formasi tingkat paling dasar biasanya membutuhkan 1-5 unit energi untuk diaktifkan, tergantung kompleksitas dan durasi.
Jadi, mungkin ia bisa membuat formasi perangkap sederhana.
Sepanjang pagi, Lin Ming bekerja. Pertama, ia mengumpulkan bahan. Dari sekitar guanya, ia mengumpulkan batu-batu dengan bentuk tertentu, ranting kering, dan beberapa jenis lumut yang memiliki sifat konduktif ringan menurut pengetahuan formasi. Ia juga membuat tali lebih banyak dari serat tanaman.
Kemudian, dengan menggunakan pisau batu, ia mengukir pola formasi sederhana di lantai gua dekat pintu masuk. Polanya berdasarkan ingatannya dari pengetahuan yang direplikasi: “Formasi Kejutan Rendah”—formasi paling dasar yang akan melepaskan kejutan listrik kecil ketika terpicu.
Tantangan terbesar adalah menghubungkan formasi dengan sumber energi. Lin Ming mempelajari Batu Inti Badai Kecil, mencoba merasakan aliran energi di dalamnya. Dengan konsentrasi, ia bisa merasakan denyutnya. Tapi bagaimana menyalurkannya?
“System, bisakah kamu membantuku menyalurkan energi dari batu ini ke formasi?”
[Sistem dapat berfungsi sebagai perantara dengan biaya 1 Poin Replikasi per penggunaan. Namun, disarankan host belajar melakukannya sendiri untuk pengembangan diri.]
Lin Ming menghela napas. Ia ingin belajar, tapi waktu terbatas. Tapi sistem benar—jika ia selalu bergantung pada sistem untuk hal dasar, ia tidak akan pernah benar-benar menguasai ilmunya.
Dengan tekad, ia duduk di depan formasi yang telah ia siapkan. Menurut pengetahuannya, energi dapat dialirkan melalui bahan konduktif. Batu itu sendiri bukan konduktor yang baik, tapi energi di dalamnya bisa “dipancing” keluar dengan bahan yang resonan.
Lin Ming mengingat catatan Magister Thunderhand. Si magister ahli dalam energi guntur. Mungkin ada petunjuk di gulungan kulit? Ia mengeluarkan gulungan itu lagi, membaca lebih teliti. Di bagian belakang gulungan, di sudut yang hampir tidak terbaca, ada diagram kecil tentang cara menyalurkan energi dari batu inti.
Diagram itu menunjukkan batu inti diletakkan di pusat pola spiral, dengan bahan logam (atau konduktor) menghubungkannya ke titik-titik tertentu. Lin Ming tidak punya logam, tapi ia punya sesuatu yang mungkin berfungsi: air yang mengandung mineral dari genangan tertentu.
Ia mengambil bejana kulit berisi air dari genangan yang ia temukan hari sebelumnya—air ini terasa agak asin dan meninggalkan residu putih ketika kering. Mungkin mengandung mineral konduktif.
Dengan hati-hati, ia menuangkan air mengikuti pola formasi, menciptakan jalur basah dari pusat (tempat batu inti akan diletakkan) ke berbagai titik formasi. Kemudian ia meletakkan Batu Inti Badai Kecil tepat di pusat.
Awalnya, tidak terjadi apa-apa. Tapi setelah beberapa menit, Lin Ming melihat sesuatu—cahaya biru lemah berdenyut di sepanjang jalur air, mulai dari batu inti dan menyebar ke seluruh pola formasi. Formasi itu hidup!
[Formasi Kejutan Rendah berhasil diaktifkan.] [Tingkat energi: 3 unit (cukup untuk kejutan yang melumpuhkan makhluk tingkat F kecil).] [Durasi: 4-6 jam sebelum energi habis.]
Berhasil! Lin Ming hampir bersorak kegirangan. Ini pertama kalinya ia berhasil menggunakan ilmu yang ia pelajari. Meski hanya formasi paling dasar, ini bukti bahwa ia bisa menjadi lebih dari sekarang.
Tapi formasi ini di guanya. Ia perlu memancing ular gua ke sini. Atau, lebih baik ia membuat perangkap di dekat sarang ular.
Lin Ming memutuskan untuk mencari sarang ular itu. Dengan berhati-hati, ia kembali ke ruangan gua tempat pertemuannya dengan ular kemarin. Kali ini, ia mempersenjatai diri dengan beberapa tombak kayu runcing yang ia buat, dan menggunakan bakat Produksi Cahaya Alami dengan intensitas sangat rendah—hanya cukup untuk melihat, tidak menarik perhatian.
Ia menemukan jejak ular di tanah basah—bekas tubuh yang meliuk-liuk. Jejak itu menuju ke jalan menanjak yang kemarin dilihatnya. Lin Ming mengikutinya dengan hati-hati.
Jalan menanjak itu ternyata menuju ke sistem gua yang lebih luas. Setelah naik sekitar dua puluh meter, ia tiba di sebuah ruangan gua yang lebih besar, dengan langit-langit berkubah alami. Di sini, bau sulfur lebih kuat, dan suhu lebih hangat. Dan di sudut ruangan, di atas tumpukan batu dan bahan organik kering, ada sarang ular.
Tapi yang membuat Lin Ming terkesiap bukan sarangnya. Di dinding belakang ruangan ini, ada ukiran yang lebih jelas dan terpelihara—ukiran yang sama dengan yang di ruangan peti, tapi lebih banyak dan teratur. Dan di bawah ukiran, di lantai, ada pola formasi yang lebih kompleks, meski tampaknya sudah tidak aktif.
Ular gua albino besar itu sedang melingkar di dekat sarang, tampaknya sedang beristirahat. Ukurannya memang sekitar dua meter, tubuh pucatnya kontras dengan lingkungan gelap. Mata merahnya tertutup, tapi Lin Ming tahu indra lain ular itu tetap waspada.
Lin Ming mundur perlahan, tidak ingin membangunkannya. Ia perlu merencanakan dengan cermat. Membunuh ular di sarangnya berisiko—ular itu akan bertarung mati-matian. Lebih baik memancingnya ke tempat yang sudah ia siapkan.
Tapi sebelum itu, ia ingin memeriksa ukiran di dinding. Mungkin ada informasi berharga.
Dengan sangat hati-hati, Lin Ming bergerak menyusuri dinding, menjauh dari ular. Ia sampai di depan ukiran-ukiran itu. Polanya lebih kompleks—tidak hanya lingkaran dengan garis berpotongan, tapi juga simbol-simbol lain: petir, awan, dan bentuk seperti manusia dengan tangan mengarah ke langit.
“System, pindai ukiran ini dan terjemahkan jika ada tulisan.”
[Memindai…] [Ukiran menggambarkan ritual “Pemanggilan Guntur Awal” – teknik dasar Sekte Guntur untuk menarik energi guntur alam.] [Ada juga diagram meridian dengan aliran energi spesifik untuk teknik “Telapak Guntur Tingkat Dasar”.] [Peringatan: Teknik ini membutuhkan akar spiritual dengan afinitas guntur dan meridian yang stabil. Mencoba tanpa persyaratan dapat menyebabkan kerusakan meridian permanen.]
Teknik! Teknik bela diri sejati! Lin Ming hampir tidak percaya. Tapi sayang, ia tidak bisa menggunakannya tanpa akar spiritual. Tapi mungkin ia bisa menyimpannya untuk nanti, setelah ia mendapatkan akar spiritual.
“System, salin diagram dan informasi teknik ini.”
[Biaya replikasi pengetahuan teknik “Telapak Guntur Tingkat Dasar”: 12 Poin Replikasi.] [Biaya replikasi pengetahuan ritual “Pemanggilan Guntur Awal”: 8 Poin Replikasi.]
Mahal. Lin Ming hanya punya 22.5 poin. Tapi teknik ini mungkin sangat berharga. Apalagi “Telapak Guntur” adalah teknik ofensif yang bisa ia gunakan nanti.
Ia memutuskan untuk hanya mereplikasi “Telapak Guntur Tingkat Dasar” dulu. Teknik ofensif lebih penting sekarang.
“System, salin pengetahuan teknik Telapak Guntur Tingkat Dasar.”
[Melakukan replikasi…] [12 Poin Replikasi dikonsumsi.] [Menyalin data teknik…] [Mengintegrasikan ke memori host…]
Sekali lagi, gelombang informasi membanjiri pikiran Lin Ming. Diagram meridian, pola pernapasan, gerakan tangan, cara mengumpulkan dan melepaskan energi guntur. Teknik tingkat dasar ini seharusnya bisa digunakan oleh praktisi Lapis Satu Qi Gathering dengan afinitas guntur. Kekuatannya terbatas—hanya bisa menghasilkan kejutan listrik kecil di telapak tangan yang bisa melumpuhkan musuh tingkat rendah—tapi ini adalah awal.
[Pengetahuan berhasil direplikasi.] [Poin Replikasi tersisa: 10.5 poin.]
Kini hanya tersisa 10.5 poin. Lin Ming perlu membunuh ular itu untuk mendapatkan poin lebih banyak.
Ia meninggalkan ruangan gua dengan hati-hati, kembali ke ruangan bawah tempat ia pertama kali bertemu ular. Di sini, ia mulai menyiapkan perangkap. Dengan sisa bahan yang ia bawa, ia membuat formasi kejutan lain, kali ini menggunakan sedikit energi dari Batu Inti—ia mengikis sedikit permukaan batu dengan pisau, menaburkan serbuk batu yang berenergi ke pola formasi. Ini mengurangi umur batu inti, tapi untuk perangkap ini, itu sepadan.
Setelah formasi siap, ia perlu memancing ular. Bagaimana? Ular tertarik pada panas dan gerakan. Lin Ming memiliki bakat Produksi Cahaya Alami yang juga menghasilkan sedikit panas. Jika ia menciptakan sumber panas yang menarik perhatian di atas formasi, lalu bersembunyi…
Ia mencari posisi sembunyi yang baik—celah batu di dinding gua yang memberinya pandangan jelas tapi sulit terdeteksi. Kemudian, dengan konsentrasi, ia mengaktifkan bakat Produksi Cahaya Alami di atas formasi, membuatnya bersinar terang dan hangat. Lalu ia cepat-cepat bersembunyi.
Menunggu. Lin Ming menahan napas, mendengarkan. Beberapa menit berlalu. Tidak ada yang terjadi. Mungkin ular itu masih tidur, atau tidak tertarik.
Tiba-tiba, ia mendengar suara gesekan batu. Dari jalan menanjak, ular gua itu muncul. Matanya yang merah menyala di kegelapan, tertarik pada cahaya biru kehijauan di tengah ruangan. Lidahnya menjulur keluar, mencicipi udara.
Ular itu mendekat dengan gerakan meliuk pelan, hati-hati. Kepalanya bergoyang-goyang, indra panasnya memindai area. Lin Ming, dari tempat persembunyiannya, berusaha tidak bergerak sama sekali, mengurangi panas tubuhnya dengan meredupkan cahaya dari kulitnya.
Ular itu sampai di tepi formasi. Untuk sesaat, ia tampak ragu, mengangkat kepala seperti mencium bahaya. Tapi cahaya dan panas dari sumber di atas formasi terlalu menarik. Ia meluncur ke depan, tepat melewati pusat formasi.
Bersinar! Pola formasi menyala biru terang. Kejutan listrik mengalir melalui tubuh ular. Ular itu mendesis keras, tubuhnya kejang-kejang, terlempar ke samping. Formasi bekerja!
Tapi ular itu tidak mati. Hanya terluka dan kebingungan. Ia bangkit dengan cepat, marah, matanya mencari sumber serangan. Lin Ming tahu ini kesempatannya. Ia melompat keluar dari persembunyian, tombak kayu di tangan.
Ular itu melihatnya dan langsung menyerang, tapi gerakannya tidak secepat sebelumnya—kejutan listrik mempengaruhi sistem sarafnya. Lin Ming menghindar, menusukkan tombak ke tubuh ular. Kayu menusuk kulit, tapi tidak dalam. Ular itu melilit, mencoba melilitnya seperti kemarin.
Lin Ming berguling, menghindar. Ia mengambil tombak kedua, menusuk lagi. Kali ini ke arah kepala. Ular itu menghindar sebagian, tombak hanya mengenai leher. Tapi cukup untuk melukai.
Pertarungan berlangsung sengit. Lin Ming menggunakan setiap pengetahuan bertahannya—berguling, menghindar, menyerang saat ada kesempatan. Ia juga menggunakan cahaya dari tubuhnya untuk sesaat menyilaukan ular, meski efeknya berkurang karena ular sudah waspada.
Akhirnya, setelah tombak ketiga menusuk mata ular, hewan itu melemah. Lin Ming, dengan nafas tersengal, mendorong tombak ke dalam mulut ular yang terbuka, menusuh ke otak. Ular itu kejang terakhir, lalu diam.
[Ular Gua Albino Besar telah dikalahkan.] [Host mendapatkan: 6.5 Poin Replikasi.] [Pencapaian terbuka: Pemburu Makhluk Tingkat F+.] [Hadiah: 5 Poin Replikasi.]
[Poin Replikasi saat ini: 10.5 + 6.5 + 5 = 22 poin.]
Dua puluh dua poin. Masih kurang. Tapi Lin Ming juga mendapatkan kesempatan mereplikasi bakat dari ular. Ia memindai bangkai ular.
[Target: Ular Gua Albino Besar (baru mati)] [Bakat yang dapat direplikasi:
- Penginderaan Panas (Tingkat F+) – Biaya: 6 Poin
- Racun Neurotoksik Ringan (Tingkat F+) – Biaya: 7 Poin
- Konstriksi Otot Kuat (Tingkat F) – Biaya: 4 Poin
- Regenerasi Kulit Cepat (Tingkat F) – Biaya: 5 Poin]
Lin Ming mempertimbangkan. Penginderaan panas berguna untuk mendeteksi makhluk di kegelapan. Racun bisa digunakan untuk berburu. Konstriksi meningkatkan kekuatan otot. Regenerasi kulit mempercepat penyembuhan.
Dengan 22 poin, ia bisa mereplikasi satu atau dua bakat. Tapi ia juga ingin menyimpan untuk akar spiritual. Tapi jika ia mereplikasi bakat yang membuat berburu lebih efisien, ia bisa mendapatkan poin lebih cepat.
Akhirnya, ia memilih Penginderaan Panas (6 poin) dan Regenerasi Kulit Cepat (5 poin). Total 11 poin.
“System, replikasi kedua bakat itu.”
[Melakukan replikasi…] [11 Poin Replikasi dikonsumsi.] [Menyalin data bakat…] [Mengintegrasikan ke tubuh host…]
Dua sensasi berbeda menyebar melalui tubuh Lin Ming. Pertama, matanya terasa panas sejenak, lalu penglihatannya berubah. Sekarang, di samping penglihatan normal, ia bisa melihat gradien panas—benda hangat tampak lebih terang, benda dingin lebih gelap. Dan kedua, kulitnya terasa gatal sejenak, seperti sedang menyembuhkan luka kecil yang bahkan tidak ia sadari.
[Bakat berhasil direplikasi.] [Poin Replikasi tersisa: 11 poin.]
Sekarang Lin Ming memiliki: Ketahanan Ekstrem, Produksi Cahaya Alami, Navigasi Magnetik, Pencernaan Asam Cepat, Penginderaan Panas, Regenerasi Kulit Cepat. Enam bakat tingkat F/F+. Tubuhnya mulai menjadi kumpulan kemampuan yang dirancang untuk bertahan hidup.
Tapi ia masih lemah dalam hal ofensif dan kultivasi. Ia perlu akar spiritual.
Dengan 11 poin tersisa, ia butuh 39 poin lagi untuk mencapai 50. Tapi ia punya bangkai ular yang bisa dimakan, dan mungkin ada hal lain di sarang ular.
Lin Ming mendekati sarang ular. Di tumpukan bahan organik, ia menemukan beberapa telur ular—tiga butir, seukuran telur ayam, kulitnya lunak. Mungkin makanan. Tapi juga, di balik sarang, tersembunyi di celah batu, ada sebuah kantong kulit.
Kantong itu kecil, diikat dengan tali. Lin Ming mengambilnya, membuka. Isinya: beberapa keping logam aneh (mungkin mata uang kuno), sebuah peta kasar di atas kulit, dan surat.
Surat itu ditulis dalam bahasa yang sama dengan gulungan Magister Thunderhand. Sistem menerjemahkan:
“Untuk yang menemukan ini, aku adalah Magister Thunderhand. Jika kau membaca ini, berarti aku sudah mati atau pergi. Aku meninggalkan peti utama di ruangan bawah, tapi ada sesuatu yang lebih penting: di dasar jurang ini, ada pintu kuno menuju Ruangan Ujian Dewa Bela Diri. Hanya yang memiliki ketekunan dan keberanian yang bisa membukanya.”
“Pintu itu berada di ujung timur jurang, di balik air terjun bawah tanah. Tapi hati-hati—penjaga pintu adalah makhluk yang jauh lebih kuat dari apa pun di jurang ini. Jangan mencoba kecuali kau sudah siap.”
“Dewa Bela Diri… legenda mengatakan mereka adalah yang pertama melampaui batas manusia biasa. Warisan mereka bisa mengubah nasib siapa pun. Tapi ujiannya mematikan.”
“Selamat berburu, pewaris potensial.”
Lin Ming membaca surat itu berulang kali. Dewa Bela Diri. Warisan. Pintu ujian. Ini mungkin terkait dengan warisan yang disebutkan dalam konteks—Dewa Bela Diri pertama yang memicu upgrade sistem nanti. Tapi itu masih jauh. Sekarang, ia terlalu lemah. Penjaga pintu saja digambarkan jauh lebih kuat.
Tapi setidaknya ia tahu arah: ujung timur jurang, balik air terjun bawah tanah. Suatu hari nanti.
Untuk sekarang, ia perlu fokus menjadi cukup kuat hanya untuk bertahan hidup di dasar jurang, apalagi menghadapi penjaga pintu.
Lin Ming menyimpan peta dan surat. Ia mengumpulkan telur ular dan bagian ular yang bisa dimakan. Kembali ke guanya, ia merasa hari ini sangat produktif. Ia membunuh makhluk tingkat F+, mendapatkan dua bakat baru, dan menemukan petunjuk penting.
Malam itu, setelah makan daging ular yang dipanggang dengan api kecil (ia belajar membuat api dengan gesekan kayu), Lin Ming duduk merenung. Dengan 11 poin tersisa, ia butuh 39 poin. Esok, ia akan berburu lebih agresif. Dengan Penginderaan Panas, ia bisa menemukan mangsa lebih mudah di kegelapan. Dengan Regenerasi Kulit Cepat, luka kecil akan sembuh cepat, memungkinkannya mengambil lebih banyak risiko.
Tapi yang lebih penting, efek Cairan Penyeimbang Meridian terus berakumulasi. Besok adalah dosis keempat. Jika stabilitas meridiannya cukup meningkat, mungkin ia bisa mencoba menarik sedikit energi spiritual? Atau setidaknya, mulai berlatih gerakan teknik Telapak Guntur tanpa energi, untuk membangun memori otot.
Lin Ming berdiri, mencoba gerakan dasar Telapak Guntur berdasarkan ingatannya. Tanpa energi, gerakannya hanya seperti orang menepuk udara. Tapi ia merasakan pola pernapasan dan aliran meridian yang seharusnya. Suatu hari, ketika ia memiliki energi, teknik ini akan hidup.
Ia berlatih sampai larut, gerakan-gerakan dasar di ruangan gua yang diterangi cahaya biru dari kulitnya sendiri. Di dasar jurang yang terlupakan ini, seorang pemuda dengan akar spiritual patah berlatih untuk suatu hari membalas semua penghinaan dan menjadi kuat.
Dan dengan setiap gerakan, dengan setiap tetes cairan penyeimbang, dengan setiap poin yang terkumpul, ia satu langkah lebih dekat ke tujuan itu.