Bab 7: Rahasia Perpustakaan Terlarang

Ukuran:
Tema:

Kehidupan sebagai disciple dalam ternyata sangat berbeda. Asrama lebih nyaman—kamar berdua bukan berempat, dengan tempat tidur proper dan meja belajar. Makanan lebih bergizi, bahkan mengandung trace amount of spiritual energy. Tapi yang paling penting: akses.

Lin Feng sekarang bisa masuk perpustakaan utama kapan saja, membaca buku cultivation tingkat menengah, bahkan meminjam beberapa dengan izin. Tapi satu area masih terlarang: “Ruang Arsip Kuno” dimana buku-buku tentang seni kuno dan rahasia disimpan—termasuk buku “Seni Duplikasi Jiwa Kuno” yang pernah dia lihat sekilas.

Minggu pertama sebagai disciple dalam diisi dengan penyesuaian. Pelajaran lebih intensif—teknik pedang tingkat menengah, seni meridian, bahkan pengenalan elemental Qi manipulation.

“Elemental affinity adalah bakat bawaan,” jelaskan Elder Liu di kelas teori. “Api, air, tanah, angin, kayu, logam, petir, es. Setiap orang memiliki setidaknya satu affinity dominan.”

Lin Feng penasaran. Dengan sistem duplikasinya, apakah dia bisa “meminjam” affinity makhluk lain?

Saat pelajaran praktik, dia diam-diam menguji. Menggunakan template Shadow Wolf yang memiliki shadow affinity, dia mencoba memanipulasi elemen kegelapan.

[Shadow element manipulation attempted]
[Success: Partial shadow control achieved]
[Limitation: Requires template activation]

Jadi bisa! Tapi terbatas pada template yang aktif.

“Lin Feng!” panggil instruktur. “Konsentrasi! Api-mu tidak stabil.”

Dia cepat beralih kembali ke latihan api dasar. Tapi penemuan ini membuka kemungkinan baru.

Setelah kelas, dia langsung ke perpustakaan. Sekarang sebagai disciple dalam, dia bisa meminta akses khusus dengan alasan penelitian.

“Ruang Arsip Kuno hanya untuk elder dan disciple inti pilihan,” kata librarian yang sama dengan sikap kaku.

“Tapi Elder Liu memberi saya izin penelitian khusus,” bohong Lin Feng dengan percaya diri. “Tentang teknik cultivation kuno untuk proyek khusus.”

Setelah menunjukkan “surat izin” yang sebenarnya adalah catatan pelajaran biasa dengan stempel Elder Liu, librarian akhirnya mengalah.

Ruang Arsip Kuno ternyata kecil dan berdebu. Rak-rak kayu tua penuh gulungan perkamen dan buku kulit yang hampir hancur. Lin Feng langsung mencari buku tentang duplikasi.

Dia menemukannya di rak paling belakang—”Seni Duplikasi Jiwa Kuno” oleh Sage Ming Yue. Buku itu lebih tebal dari yang dia kira, dengan sampul kulit naga asli.

Dengan hati-hati, dia membukanya. Bahasa kuno sulit dipahami, tapi sistemnya membantu.

[Ancient text detected. Translating…]
[Content: Records of Soul Duplication Art from 3000 years ago]
[Practitioner: Sage Ming Yue – Last known master]

Isinya mengungkapkan sejarah menakjubkan. Seni Duplikasi Jiwa bukanlah teknik cultivation biasa, tapi warisan dari “Zaman Para Dewa” ketika manusia dan makhluk mistis hidup berdampingan.

Sage Ming Yue adalah cultivator legendaris yang bisa menduplikasi kemampuan sembilan naga suci. Tapi teknik ini hilang setelah Perang Dewa 2000 tahun lalu.

Yang lebih menarik: ada catatan tentang “Pewaris Terpilih”—individu dengan jiwa khusus yang bisa mewarisi kemampuan ini melalui reinkarnasi.

[Analysis: User’s soul signature matches “Chosen Inheritor” profile]
[Probability: 92% match]

Jadi bukan kebetulan dia bereinkarnasi dengan kemampuan ini! Ada rencana lebih besar!

Dia terus membaca. Bagian terakhir buku berisi teknik dasar Seni Duplikasi Jiwa—lebih sistematis dari cara trial-error yang dia gunakan.

“Lima Tahap Penguasaan:”

  1. Duplikasi Makhluk Bumi (hewan, tanaman)
  2. Duplikasi Makhluk Spirit (monster, elemental)
  3. Duplikasi Makhluk Legenda (naga, phoenix)
  4. Duplikasi Konsep Abstrak (waktu, ruang)
  5. Duplikasi Hukum Alam (hukum alam semesta)

Dia masih di Tahap 1, hampir memasuki Tahap 2!

Tapi peringatan keras: “Kekuatan besar datang dengan harga besar. Setiap duplikasi mengonsumsi tidak hanya Qi, tapi juga fragmen jiwa. Hati-hati dengan jiwa asing yang mengambil alih.”

Jiwa asing mengambil alih? Itu menjelaskan mengapa full duplication mempengaruhi instingnya!

Dia juga menemukan referensi tentang “Jiwa Kembar”—konsep dimana practitioner bisa membuat duplikat dirinya sendiri! Tapi itu Tahap 4, masih sangat jauh.

Saat akan menutup buku, dia melihat sesuatu terjepit di halaman terakhir—sebuah peta kecil yang digambar di kulit rusa.

[Map detected: Location of Sage Ming Yue’s secret grotto]
[Estimated distance: 500 li northwest of sect]
[Danger level: Extreme]

Grotto Sage Ming Yue! Tempat dia mungkin meninggalkan warisan lebih lengkap!

Dia cepat menyimpan peta di jubahnya. Tapi saat akan keluar, suara membuatnya kaget.

“Menemukan sesuatu menarik, Disciple Lin?”

Elder Wu berdiri di pintu, wajahnya tidak bersahabat.

“Saya… hanya penelitian untuk pelajaran, Elder,” jawab Lin Feng cepat.

Elder Wu mengambil buku dari tangannya. “Seni Duplikasi Jiwa Kuno? Teknik terlarang yang menyebabkan kehancuran banyak cultivator.”

“Terlarang?”

“Ya. Terakhir kali seseorang mencoba mempelajarinya—50 tahun lalu—dia menjadi gila, jiwa-nya tercabik-cabik oleh makhluk yang diduplikasi.” Elder Wu menatapnya tajam. “Kau sebaiknya fokus pada teknik orthodox.”

Lin Feng mengangguk patuh, tapi dalam hati sudah menentukan—dia harus menemukan grotto itu. Itu mungkin kunci untuk menguasai sistemnya dengan aman.

Minggu-minggu berikutnya, Lin Feng berlatih dengan metode dari buku. Dia belajar “Seal of Soul Protection”—teknik untuk melindungi jiwa selama duplikasi.

Dengan seal ini, full duplication menjadi lebih aman. Efek samping berkurang drastis.

Dia juga mulai eksperimen dengan Tahap 2—duplikasi makhluk spirit. Di hutan terlarang sekte, dia menemukan “Flame Sparrow”, burung spirit api kecil.

[Target: Flame Sparrow – Spirit Beast Low Grade]
[Duplication Available: Yes (Stage 2 required)]
[Required Qi: 80 units]
[Abilities: Fire manipulation, flight, spirit sense]

Dengan Seal of Soul Protection, dia mencoba partial duplication.

“Duplikasi parsial: Flame Sparrow fire manipulation.”

[Partial duplication successful]
[Fire affinity temporarily acquired]
[Qi cost: 25 units]

Tangannya menyala api kecil! Tapi terkontrol, tidak liar seperti pertama kali mencoba elemental manipulation.

Kemajuan signifikan! Tapi dia butuh Qi lebih untuk duplikasi penuh spirit beast.

Sementara itu, kehidupan sosialnya sebagai disciple dalam juga berkembang. Luo Yan, disciple perempuan yang dia tolong di ujian, sering mengajaknya berlatih bersama.

“Kau berbeda dari disciple lain,” katanya suatu sore saat mereka beristirahat setelah latihan pedang. “Cara berpikirmu… lebih dalam.”

“Saya hanya suka menganalisis,” jawab Lin Feng sederhana.

Tapi Luo Yan tidak percaya. “Aku lihat caramu bertarung di ujian. Bukan teknik sekte. Lebih seperti… improvisasi berdasarkan situasi.”

Lin Feng tersenyum. “Mungkin.”

Dia mulai mempercayai Luo Yan. Perlahan, dia berbagi beberapa insight tentang cultivation yang dia dapat dari kombinasi pengetahuan modern dan sistem.

“Kau tahu,” kata Luo Yan suatu hari, “ada rumor tentang ‘Bakat Tersembunyi’—orang yang cultivation-nya lambat tapi punya kemampuan khusus. Mungkin kau salah satunya.”

Bakat Tersembunyi? Itu penjelasan bagus untuk kemampuannya tanpa mengungkap sistem.

Tapi kedamaian tidak bertahan lama. Zhang Wei, yang gagal ujian, menjadi semakin bitter. Dia sekarang sering memprovokasi disciple lain terhadap Lin Feng.

“Dia curang! Gunakan teknik terlarang!” adalah rumor yang disebarnya.

Elder Wu juga mengawasinya ketat. Setiap kali Lin Feng masuk perpustakaan, elder itu sepertinya kebetulan lewat.

Lin Feng tahu waktunya terbatas. Dia harus menemukan grotto Sage Ming Yue sebelum dicurigai lebih jauh.

Dia mulai merencanakan ekspedisi diam-diam. Butuh alasan untuk keluar sekte lama—misalnya, misi disciple.

Di papan pengumuman, dia menemukan yang cocok: “Mencari Spirit Herbs langka di Pegunungan Barat—30 hari.” Itu dekat lokasi grotto di peta!

Tapi misi itu untuk tim disciple berpengalaman, bukan junior seperti dia.

Dia memutuskan mengambil risiko—melakukan misi sendiri tanpa lapor. Pelanggaran berat, tapi necessary.

Malam sebelum keberangkatan, dia mempersiapkan segala sesuatu: obat-obatan, makanan, perlengkapan survival, dan yang paling penting—template-template yang mungkin berguna.

[Prepared templates: Shadow Wolf (stealth), Mountain Eagle (scouting), Flame Sparrow (fire), Ancient Dragon Skeleton (emergency)]

Emergency? Template naga butuh 300 Qi, jauh di atas kemampuan sekarang. Tapi siapa tahu.

Dia juga meninggalkan surat untuk Luo Yan—jika dia tidak kembali dalam 40 hari, surat akan diberikan ke Elder Liu. Isinya tidak mengungkap rahasia, hanya meminta bantuan jika terjadi sesuatu.

Fajar berikutnya, saat sekte masih sepi, Lin Feng menyelinap keluar. Dengan kombinasi shadow blend dan rabbit agility, dia menghindari penjaga gerbang.

Perjalanan ke barat laut melewati hutan dan pegunungan. Medan sulit, tapi dengan kemampuan barunya, dia bisa mengatasinya.

Hari kelima, dia sampai di area yang sesuai peta—sebuah lembah tersembunyi dikelilingi puncak tertutup salju. Tapi tidak ada tanda grotto.

“Sistem, scan area untuk energi abnormal.”

[Scanning…]
[Energy signature detected: Ancient formation concealing entrance]
[Location: Cliff face 200 meters northwest]

Dia menemukan tebing yang tampak biasa, tapi dengan eagle vision, dia melihat pola samar—formation array kuno!

Dengan pengetahuan dasar formation dari pelajaran, dia menganalisis pola. Butuh “kunci” tertentu untuk membuka.

Mungkin… darah? Dalam banyak cerita cultivation, warisan kuno butuh darah penerus.

Dia menusuk jari, meneteskan darah pada formasi. Untuk sesaat, tidak terjadi apa-apa. Lalu… batu tebing bergetar, membuka jalan ke dalam!

Grotto Sage Ming Yue! Setelah ribuan tahun tersembunyi, sekarang terbuka untuknya.

Dia masuk dengan hati-hati. Dalamnya bukan gua gelap, tapi ruangan terang benderang oleh crystal yang memancarkan cahaya sendiri. Di tengah, sebuah pedestal dengan buku lebih tebal dari yang di perpustakaan.

Dan di depan pedestal… sebuah bayangan manusia terbentuk dari cahaya!

“Pewaris Terpilih,” kata bayangan itu dengan suara bergema. “Aku tunggu kedatanganmu selama 3000 tahun.”

Sage Ming Yue—atau setidaknya, sisa jiwanya!

Perjalanan pencarian kebenaran akhirnya membawanya ke sumbernya. Dan mungkin, jawaban tentang takdirnya di dunia ini baru saja dimulai.