Takdir Pedang Naga Surgawi
Di Benua Cakrawala, kekuatan adalah hukum mutlak, dan kelemahan adalah dosa mematikan yang tak terampuni.
Lin Tian, seorang pemuda jenius kebanggaan klannya, harus menelan kenyataan pahit saat masa depannya dihancurkan dalam semalam. Meridiannya diputus tanpa belas kasihan oleh wanita yang paling ia percayai—tunangannya sendiri. Dibuang seperti sampah, dihinakan oleh keluarganya, dan menjadi bahan tertawaan satu kota, hidup Lin Tian di dunia bela diri (Jianghu) seolah telah menemui jalan buntu.
Namun, takdir menolak membiarkannya mati dalam kehinaan. Di ambang keputusasaan, setetes darah Lin Tian secara tak sengaja membangkitkan sebuah artefak kuno yang telah lama terlupakan: Mutiara Naga Surgawi. Artefak misterius ini tidak hanya menyambung kembali meridiannya yang hancur, tetapi juga menganugerahinya teknik kultivasi terlarang yang mampu menentang tatanan langit dan bumi.
Kini, Lin Tian kembali merangkak dari dasar jurang penderitaan. Ia tidak lagi naif. Dengan pedang di tangan dan tekad baja di hati, ia membalas setiap pengkhianatan dan mengukir namanya dengan darah musuh-musuhnya.
Dalam perjalanannya yang penuh intrik antara Sekte Lurus yang munafik dan Aliran Sesat yang kejam, takdir mempertemukannya dengan Bai Xue—Gadis Suci dari Sekte Teratai Es yang dingin, anggun, namun terbelenggu oleh kutukan mematikan. Demi wanita yang perlahan mencairkan hatinya itu, Lin Tian rela menantang tradisi kuno sekte raksasa, menerjang badai konspirasi kekaisaran, dan menumpas dewa-dewa iblis masa lalu.
Ini bukan sekadar kisah balas dendam biasa. Ini adalah legenda epik tentang seorang pria yang mendobrak belenggu takdir, memijak tumpukan tulang musuh-musuhnya, dan mendaki takhta tertinggi untuk menjadi Dewa Bela Diri yang tak tertandingi!
Genre: Wuxia
Status: Ongoing
Daftar Bab
- Bab 1: Pengkhianatan di Bawah Bulan Berdarah dan Kebangkitan Sang Naga
- Bab 2: Seni Kaisar Naga Surgawi dan Hukum Rimba
- Bab 3: Pembantaian di Lautan Pohon dan Teratai Es yang Gugur
- Bab 4: Teratai Es yang Mencair dan Pusaka Inti Ganda
- Bab 5: Terobosan Ekstrem dan Janji di Bawah Bintang
- Bab 6: Lonceng Kematian di Panggung Kehormatan
- Bab 7: Darah Membasahi Alun-Alun Giok dan Keputusasaan Klan Lin
- Bab 8: Menginjak Kesombongan Awan dan Pengadilan Darah
- Bab 9: Melangkah ke Dunia Luas dan Jejak Darah Awan Pedang
- Bab 10: Tarian Darah di Ngarai Ratapan Angin dan Gerbang Baja Merah
- Bab 11: Kota Dosa dan Lelang Bawah Tanah
- Bab 12: Badai Darah Besi dan Persiapan Sang Tiran
- Bab 13: Lelang Bintang Darah dan Harta Penentang Langit
- Bab 14: Kuali Darah Besi dan Kebangkitan Pusaran Naga
- Bab 15: Penghakiman Tombak Naga dan Runtuhnya Darah Besi
- Bab 16: Hutan Ilusi Seribu Wajah dan Bayangan Sekte Gunung Emas
- Bab 17: Labirin Kabut Biru dan Jerat Sang Predator
- Bab 18: Tarian Bayangan Kematian dan Panen Darah Bumi
- Bab 19: Langit yang Runtuh dan Kesombongan Domain Pedang
- Bab 20: Gerbang Makam Nirvana dan Aliansi Kemunafikan
- Bab 21: Labirin Gravitasi Nirvana dan Boneka Perunggu Kuno
- Bab 22: Lorong Angin Pemotong Tulang dan Jejak Darah Sekte Pedang Awan
- Bab 23: Altar Badai Nirvana dan Niat Pedang Sang Jenius
- Bab 24: Menelan Badai Nirvana dan Puncak Pembentukan Qi
- Bab 25: Meteor Sang Tiran dan Keputusasaan Empat Sekte
- Bab 26: Amukan Kaisar Naga dan Kehancuran Aliansi Fana
- Bab 27: Niat Kehancuran Purba dan Gema Teror
- Bab 28: Terobosan Alam Bumi dan Kedatangan Pasukan Naga Hitam
- Bab 29: Membelah Langit dan Kejatuhan Pilar Naga Hitam
- Bab 30: Membelah Angin Kematian dan Runtuhnya Gerbang Besi Neraka
- Bab 31: Mesin Penggiling Daging dan Eksekusi Pasukan Besi
- Bab 30: Membelah Angin Kematian dan Runtuhnya Gerbang Besi Neraka
- Bab 31: Mesin Penggiling Daging dan Eksekusi Pasukan Besi
- Bab 32: Kubah Darah Keputusasaan dan Perjamuan Sang Tiran
- Bab 33: Runtuhnya Langit Hitam dan Eksekusi Sang Kaisar
- Bab 34: Perbendaharaan Sembilan Langit dan Retaknya Batas Dunia
- Bab 35: Gerbang Kenaikan Surgawi dan Pembantaian Para Penjaga Dewa
- Bab 36: Kota Awan Mengambang dan Runtuhnya Hirarki Dewa
- Bab 37: Invasi Istana Awan dan Runtuhnya Kesombongan Dewa
- Bab 38: Harta Rampasan Ilahi dan Bayangan Armada Penghukum Surga
- Bab 39: Jaring Kematian Raksasa dan Runtuhnya Armada Bintang
- Bab 40: Evolusi Sang Ratu Es dan Turunnya Penguasa Angin Suci
- Bab 41: Benturan Dua Dimensi dan Hancurnya Mahkota Raja Dewa
- Bab 42: Pengeksekusi Surga dan Lahirnya Singgasana Singularity
- Bab 44: Tarian Singularitas dan Teror di Mata Para Kaisar Dewa
- Bab 45: Berdirinya Kekaisaran Singularitas dan Deklarasi Perang Suci
- Bab 46: Benturan Kiamat dan Sabit Pembantai Jutaan Dewa
- Bab 48: Menembus Batas Surga Tertinggi dan Runtuhnya Gerbang Inti Kosmik
- Bab 49: Tritunggal Inti Kosmik dan Runtuhnya Mahkota Matahari
- Bab 50: Hancurnya Roda Samsara dan Padamnya Ketiadaan Kosmik
- Bab 51: Fajar Kekaisaran Singularitas dan Tahta di Atas Segalanya